
Setelah menghabiskan waktu yang lama di taman bermain dan juga Reyhan yang mendapat pengakuan dari Merisha seperti mendapatkan hadiah yang luar biasa hari ini.
Bianglala tempat mereka berada telah menyentuh landasan nya dan Reyhan langsung membawa Merisha keluar dari situ.
"kau mau kemana lagi". tanya Reyhan dengan terus tersenyum pada Merisha.
Merisha yang melihat Reyhan terus seperti itu hanya bisa menghela napas dan ikut tersenyum.
"kau terlihat bahagia sekali".
"tentu saja. menurut mu kenapa aku seperti ini".
"hmmm aku juga tidak tau". Merisha mengangkat bahu sambil tertawa kecil.
Merisha beberapa langkah di depan Reyhan.
"kau". Reyhan membopong Merisha layak nya karung beras. Dia tidak peduli tentang orang-orang yang memperhatikan mereka.
"Reyhan turunkan aku". Merisha terus meronta-ronta di pundak Reyhan.
"tidak mau".
"Reyhan sayang ku Reyhan turunkan aku ya. apa kau tidak malu orang-orang saat ini sedang memperhatikan kita".
Sekian dari ucapan Merisha hanya panggilan Merisha pada nya yang mendapat perhatian nya.
Reyhan hanya diam sampai mereka tiba di sebuah mobil mewah yang terparkir rapi dipinggiran jalan.
"ulangi sekali lagi". Reyhan membuka pintu depan dan perlahan menurunkan Merisha.
"apa".
Setelah menutup pintu mobil untuk Merisha, dia pun masuk ke kursi di belakang setir.
"ulangi sekali lagi". perintah Reyhan lagi.
"apa yang harus aku ulangi".
haha aku tau kau mau aku ucapkan apa. kau pikir akan mudah membuat ku mengatakan nya lagi.
Reyhan seperti tau apa yang Merisha pikirkan dan dia menggunakan tawaran yang pasti akan Merisha setujui.
"saat kita pulang nanti, aku akan meminta ijin ibu supaya bisa bermalam di rumah mu".
"kau serius". tanya Merisha dengan mata yang berbinar-binar bahagia.
"tentu, itupun jika kau mau mengulangi panggilan mu untuk ku tadi". Reyhan menyilangkan kedua tangannya di dada.
hebat sekali dia menawarkan hal seperti ini yang sudah pasti tidak akan aku tolak.
"ekhheem, baiklah.
tidak kah menurut mu ini terlalu panjang". tanya Merisha berusaha mengalihkan pembicaraan untuk menutupi rasa malu nya memanggil Reyhan seperti itu.
"sama sekali tidak. dan aku ingin mulai sekarang kau memanggil ku sayang".
Melihat Merisha yang menaiki alis sebelah nya, Reyhan mulai menjadi manja.
"aku mohon ya". dengan wajah yang memelas dan suara yang manja seperti anak kecil membuat Merisha tidak dapat menaha tawa nya.
"haha kau sama sekali bukan anak kecil. sekarang cepatlah pulang, aku sudah lapar".
Reyhan langsung cemberut dan mulai menyalakan mobil nya.
Tapi sebelum mobil nya berjalan, Reyhan dikejutkan oleh Merisha.
"hati-hati ya, sayang". Merisha menahan malu nya dengan langsung berpaling menghadap jendela.
Reyhan langsung memutar badan Merisha agar menghadap nya.
"ulangi".
"sudah jalan saja".
"ulangi".
Merisha menghela napas panjang. Bagaimana tidak jika Reyhan terus meminta maka harus dituruti jika tidak maka dia tidak tau sampai kapan harus berada disini sementara menahan perut nya yang kelaparan.
"hati-hati menyetir nya sayang jika kau terus seperti ini kapan kita akan pulang".
Merisha yang sudah mulai kesal membuat Reyhan yang melihat tertawa.
Reyhan menangkup pipi Merisha dan mencium seluruh wajah Merisha. Sampai dia mendaratkan bibir nya di bibir Merisha dengan cukup lama.
"selamat datang Merisha baru Ku". ucap Reyhan dengan penuh kebahagiaan, ketulusan benar-benar terpancar di wajah dan suara nya.
Sampai membuat Merisha ingin menangis tapi masih bisa dia tahan.
"iya". dengan senyum yang sama Merisha tujukan pada Reyhan.
Semoga Merisha baru kita tidak tersakiti ya dan hubungan Reyhan dan Merisha bisa jauh lebih baik lagi.
Dan mungkin sebentar lagi ada berita yang membuat kita semua terkejut.
Kalau kalian penasaran terus ikuti cerita nya.
Byeee!!
Bersambung!!!