MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Tugas magang



Untuk beberapa hari mungkin beberapa bulan ini Merisha akan disibukkan dengan tugas magang nya.


Walaupun masih muda, tapi dia sukses menempuh pendidikan hanya dua tahun di umur nya yang menginjak 18 tahun.


Mungkin dia angkatan termuda di tahun ini beda dengan Fahra dan Daniel mereka mungkin dua tahun lebih tua dari Merisha dan mereka juga menempuh pendidikan terakhir nya dengan tugas magang.


Fahra memilih bertugas di anak cabang perusahaan ayah nya, Daniel memilih bertugas di perusahaan pusat keluarga nya, dan Merisha yang rencana nya juga ingin bekerja di perusahaan ayah nya tapi tidak bisa karena Reyhan menyuruh nya untuk bekerja di perusahaan nya.


apa orang ini terlalu memanfaatkan kesempatan yang ada.


aku mau kerja diperusahaan ayah saja dia tidak mau.


Merisha tidak sadar kalau orang yang dia pikirkan sekarang sedang berada tepat di depan nya, lamunan nya buyar saat Reyhan mengecup bibir nya.


"apa yang kau pikirkan". tanya Reyhan masih di posisi yang sama dengan wajah yang hanya berjarak sejengkal dengan Merisha.


Merisha menjauhkan sedikit wajah nya agar napas nya tidak dirasakan Reyhan.


"tidak ada".


"sekarang kau harus selalu pergi dengan ku setiap hari nya. aku akan terus memperhatikan mu".


"mm bisakah aku pergi sendiri, tidak lah sopan jika aku yang hanya seorang magang selalu bersama dengan mu yang seorang presdir perusahaan.


mereka juga tidak tau apa hubungan kita jika mereka terus melihat kita selalu berdua, maka aku akan menimbulkan kesan yang buruk. bukankah begitu".


"maka aku akan membungkam mulut mereka yang membicarakan keburukan tentang mu". Reyhan tetap bersikeras kalau dia tidak ingin Merisha berangkat sendirian.


"bisakah kau menuruti keinginan ku kali ini dan apa kau lupa kau punya janji padaku saat tender ku menang waktu itu, sekarang permintaan ku aku ingin berangkat sendirian ke kantor, jika kau memang belum menerima aku akan membawa supir dan kau bisa mengirimkan pengawal mu untuk mengawasi ku. bagaimana". jelas Merisha panjang lebar.


Reyhan terlihat berpikir panjang, mau menolak tapi dia juga harus menepati janji nya. Bahkan Merisha menggunakan permintaan itu untuk hal sepele.


Reyhan menghembuskan napas kasar dan menatap lekat pada Merisha.


"kau yakin akan baik-baik saja".


Merisha mengangguk dengan cepat.


"huuhh baiklah kau menang, permintaan mu ku turuti. ayo kita berangkat". Reyhan menarik lengan Merisha dan memeluk nya erat.


Sebelum mereka keluar dari kamar, Reyhan meminta ciuman dari Merisha dan Merisha pun menuruti karena tidak mau lama-lama berdebat Reyhan.


Mereka pun turun dan ikut sarapan dimana ibu sudah menunggu dari tadi.


Ibu sudah tau jika Merisha akan bertugas di perusahaan mereka.


Setelah selesai sarapan, Reyhan berangkat duluan dari Merisha dan beberapa menit kemdian di susul Merisha yang di temani oleh supir dan salah satu pengawal.




Setelah menempuh perjalanan selama puluhan menit, akhirnya Merisha sampai di perusahaan terbesar di negara nya yaitu perusahaan Bariksya.



Ini kedua kali nya Merisha datang kesini.


Bukan Merisha atau Reyhan yang mengenalkan seperti itu, tapi orang\-orang disinilah yang menganggap seperti itu.



*Reyhan mungkin sudah di ruangannya. jadi aku naik lift karyawan saja*.



Merisha menaiki lift untuk karyawan karena tidak mungkin bagi nya masuk lift khusus ceo.


Sudah tiba di lantai tujuan, Merisha langsung pergi ke bagian yang berwenang untuk tugas nya sekarang.


Selesai mengurusi segala keperluannya, Merisha di antar oleh salah satu atasan ke bagian dimana dia bertugas.



"Merisha kau akan bertugas di bagian perencanaan, setiap hari kau harus ke ruangan pak Reyhan untuk laporan". jelas atasan itu.



hah, memangnya apa perlu ku kesana tiap hari kan laporannya bisa diserahkan seminggu sekali.



Tanpa bertanya\-tanya lagi Merisha langsung mengiyakan apa yang dikatakan atasannya itu.



Sesampainya Merisha di divisi perencanaan, atasan itu memberitahukan karyawan lain agar bisa bersikap baik dengan Merisha.



Mersha memperkenalkan diri dan di sambut hangat oleh karyawan nya.



"baik Merisha semoga kau senang disini jika ada sesuatu yang mengganggu mu pastikan kau langsung ke ruangan ku". ujar atasan sambil menepuk bahu Merisha.



"iya, terima kasih". Merisha menunduk tanda hormat dan atasan itu pun berlalu pergi meninggalkannya.



*apa hubungan anak ini dengan pak Reyhan, bahkan sekretaris Abi yang mengatakan langsung perintah nya pada ku*.



Begitulah, kehidupan magang Merisha pun dimulai.



Bersambung!!