MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Ketahuan



{Di kampus}


Merisha, Fahra, dan Daniel saat ini mereka berada di kantin kampus.


Mengisi waktu luang saat dosen tidak masuk kelas. Mereka bertiga selalu bersama walaupun hanya Fahra yang aktif berbicara dengan Daniel.


pengen pulang.


eh gak gak.. gara-gara si mesum itu kenapa aku seperti kecanduan sentuhan dia ya.


tidak, tidak boleh. sadar Merisha apa kamu sekarang sudah mulai menyadari keberadaan Reyhan.


kamu tidak boleh cinta sama dia (setan), gak Merisha kamu gak boleh seperti itu, dia itu suami mu jika kau cinta maka ungkapkan, bukankah kau mulai nyaman dengan dia (malaikat).


maaf malaikat aku tolak saran mu, aku bukan tipe wanita yang mengungkapkan isi hati terlebih dahulu. gengsi ku terlalu tinggi.


Fahra dan Daniel hanya memperhatikan terus perubahan ekspresi wajah Merisha saat ini.


"ada apa Merisha". tanya Fahra sambil menyeruput jus buah nya.


"Reyhan". Merisha mengucap nama Reyhan dalam lamunan nya membuat Fahra langsung menutup mulut Merisha.


"hei apa yang kau lakukan". tanya Merisha yang sudah sadar dan menatap tangan Fahra yang sedang membungkam mulut nya.


"apa kau tidak sadar apa yang kau sebutkan tadi".


"memangnya apa yang aku sebutkan". tanya Merisha balik. Dia benar-benar tidak sadar kalau barusan telah menyebut nama Reyhan.


"kau menyebut nama Reyhan tadi". Fahra berbisik di telinga Merisha takut nya Daniel mendengar.


Ya, tidak perlu di sembunyikan lagi sebenarnya, saat Merisha menyebut nama Reyhan tadi Daniel langsung mengingat satu orang yang bernama itu yaitu paman nya.


Tapi apa hubungan Merisha dengan Reyhan itu.


Daniel membara-bara ingin mencari tau hal-hal yang terkait dengan Merisha.


Reyhan menjemput Merisha lebih cepat dari biasa nya. Kedatangan Reyhan ke kampus membuat para mahasiswi heboh.


Dia mencari Merisha sendiri tanpa di bantu oleh sekretaris Abi.


Akhirnya, Reyhan menemukan Merisha setelah kesana kemari bertanya pada orang\-orang.


Merisha yang melihat Reyhan dari jauh spontan mencoba bersembunyi di kolong meja.


Fahra dan Daniel terheran melihat Merisha yang gelagapan seperti itu.


"ketemu kau, sayang". Reyhan melihat sosok tubuh kecil yang sedang bersembunyi di kolong meja lantas berjongkok dan mengintip.


"hai". panggilan Reyhan yang sangat dekat ke telinga Merisha langsung membuat Merisha terlonjak dan kepala nya membentur bawah meja.


"akhh". jeritan Merisha membuat Reyhan khawatir dan Reyhan langsung menarik tangan Merisha agar keluar.


"hiks kepala ku sakit". keluh Merisha seraya mengusap kepala nya.


"kau juga kenapa bersembunyi dariku". Reyhan mencium bagian kepala Merisha yang sakit lalu membawa nya duduk di kursi kantin.


"kau lihat". Merisha menunjuk ke arah dimana segerumbulan mahasiswi sedang melihat ke arah mereka.


Reyhan pun melihat ke arah yang di tunjuk Merisha dan benar adanya.


Tapi Reyhan tidak peduli, dia beralih ke Merisha.


"apa masih sakit".


"tidak, sekarang sudah tidak apa-apa. terima kasih sudah khawatir". Merisha menunjukan senyuman ceria nya agar Reyhan tidak lagi khawatir.


Reyhan pun ikut tersenyum dan mencium kedua pipi Merisha.


Disisi lain, Fahra dan Daniel yang duduk di seberang mereka hanya melihat.


Fahra yang bahkan sampai tak berkedip saat melihat sisi Reyhan yang tidak pernah dia ketahui, sedangkan Daniel hanya menatap penuh pada Reyhan yang ternyata memang paman nya.


Daniel memang tau kalau pamannya ini sudah menikah tapi dia tidak tau kalau pengantin wanita nya ini adalah perempuan yang dia sukai yaitu Merisha.


"pa..". ucapan Daniel terhenti saat Reyhan melirik nya dengan tajam.


Daniel mengurungkan niat nya untuk memanggil paman nya itu dan mencoba untuk menenangkan diri.


"kau kenapa kesini". tanya Merisha.


"menjemput mu". jawab Reyhan yang sedari tadi meletakan dagu di atas bahu Merisha.


"ini bahkan belum jam pulang, kau juga belum waktu nya pulang kerja. Sekretaris mu mana". Merisha melihat sekeliling tidak ada tanda-tanda kehadiran Abi hanya ada Reyhan sendiri yang datang kesini.


"dia yang menggantikan aku di kantor. Dan kau tidak boleh bertanya tentang pria lain di depan ku. mengerti". Reyhan meletakan tangan di perut Merisha dan menggelitiki nya. "haaha, iya. iya aku mengerti. tolong berhenti". Reyhan pun berhenti dan mengusap air mata Merisha yang sudah menggenang karena tertawa.


Merisha hampir lupa kalau disana ada Fahra dan Daniel.


"kau tau dia kan". Merisha menunjuk Fahra.


"ya aku tau". walaupun menjawab tapi dia tidak peduli sama sekali.


"dan kalau yang ini kau pasti belum tau". sekarang Merisha menunjuk ke arah Daniel yang sedari tadi hanya melamun saat Reyhan datang.


Saat Merisha menunjuk Daniel barulah Reyhan melirik ke orang yang di tuju.


"aku juga tau siapa dia".


Bersambung!!