MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Banyak sekali



Setelah puas memadu kasih, Reyhan dan Merisha turun untuk menyantap sarapan mereka.


Berbagai jenis roti dan selai tersaji rapi di meja makan yang nampak elegan itu.


Abi lebih memilih makan sendiri di sofa daripada harus ditabrak ribuan hati dari pasangan itu.


"panggangkan". ucap Merisha dengan menyerahkan beberapa lembar roti.


"apa". tanya Reyhan, dia masih belum mendengar jelas apa yang dikatakan Merisha.


"panggangkan roti ini untukku". pinta Merisha.


"kenapa seleramu berubah". Reyhan masih belum menuruti keinginan Merisha, malah bertanya.


"kenapa kau banyak sekali bertanya". Merisha menarik kembali piring nya dan terus bergerutu lebih seperti gumaman pada Reyhan.


lucu sekali dia seperti itu.


Reyhan bangkit dan menghampiri Merisha yang masih bergerutu tidak jelas.


cupp.


Reyhan mencium pipi Merisha dengan lembut.


"baiklah jika tuan puteri meminta maka hamba yang pelayan ini akan menuruti nya, tapi tuan puteri karena ini saya yang memasak nya sendiri setidaknya saya mendapatkan imbalan setimpal". Reyhan memberikan kecupan di bibir Merisha dan mengambil piring yang terdapat roti itu.


"terima kasih tuan puteri". Reyhan berlalu sambil tergelak menuju dapur.


Beberapa pelayan terlihat kalang kabut karena Reyhan memasak sendiri didapur, Abi sempat tersedak karena tingkah Reyhan.


memangnya tuan bisa masak.


Abi tidak pernah melihat Reyhan di dapur, apalagi memasak.


Tidak peduli masakan itu mudah atau tidak, Reyhan sangat tidak mau menyentuh dapur karena dapur identik dengan kotor.


Merisha yang tidak tau hal itu tentu saja tidak terkejut malahan dia sedang tersenyum riang melihat Reyhan yang memangganggkan roti untuk nya.


Setelah beberapa saat, Reyhan membawa piring yang berisikan beberapa roti ke depan Merisha.


"nah". suguh Reyhan.


"terima kasih". dengan semangat Merisha meraih roti nya, tapi piring nya langsung di jauhkan Reyhan.


"nanti. Berikan aku hadiah mu". ucap Reyhan dengan tangan yang masih memegang piring.


"kesini". Merisha mengisyaratkan Reyhan supaya mendekat.


Merisha mengecup pipi Reyhan.


"sudah. Itu hadiahku, cepat roti nya aku lapar". Merisha merentangkan tangan nya kedepan meminta roti nya pada Reyhan.


"hadiah seperti apa itu, kalau beri hadiah jangan setengah-setengah". Reyhan kembali meletakkan kembali piring nya ke atas meja.


Reyhan mengangkat dagu Merisha dan memberikan sebuah kecupan manis di bibir Merisha.


"ini baru hadiah. Makanlah nanti kalau sudah dingin minta dibuatkan lagi, dan kau harus beri aku imbalan lagi". ucap Reyhan dengan tersenyum dan mengacak rambut Merisha lalu pergi ke kursi nya sendiri.


Perkataan Reyhan hanya di balas angkatan bahu dari Merisha yang sudah mulai memakan roti nya.


"Rey, aku mau jalan-jalan boleh ya".


"kemana". tanya Reyhan.


"ke pusat kota".


Reyhan melihat mata Merisha yang berbinar-binar menunggu persetujuan dari Reyhan.


Sudah lewat lima hari mereka berada di negara xx ini, belum pernah Merisha keluar berjalan-jalan, berbelanja dan sebagainya.


Itu karena Merisha beberapa hari lalu sakit, dan Reyhan terlalu khawatir akan kondisi Merisha saat ini.


"baiklah".


Setelah selesai sarapan, Reyhan dan Merisha langsung pergi dan meninggalkan villa besar mereka.


Seperti biasa Abi sebagai sopir dan menjadi obat nyamuk diantara Reyhan dan Merisha.


"berhentilah makan". Reyhan terus meminta Merisha untuk berhenti makan, tapi tetap saja Merisha tidak berhenti.


Karena di villa beberapa hari lalu, Merisha meminta para pelayan untuk membuatkan nya kue kering untuk nya.


"apa kau tidak merasa kenyang". tanya Reyhan merasa tidak percaya nafsu makan Merisha sebesar ini.


"kenyang apanya makanan sedikit ini". Merisha terus mengemut makanan nya membuat Reyhan merasa gemas sendiri.


apanya yang sedikit, banyak sekali itu.


ada apa dengan nya.


Bersambung!!!