MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Hari baru berdua



"kau dengar tidak Merisha". ucap Reyhan memeluk Merisha sambil mengelus rambut nya.


dengar apa. ini kenapa. kenapa aku di situasi seperti ini tolong Reyhan mengertilah aku masih tidak nyaman bersentuhan kulit langsung seperti ini.


"mm haha aku tidak mendengar apa-apa". sambil tertawa paksa Merisha mencoba menjauhkan tubuh polos nya dari Reyhan.


cih kenapa gadis kecil ini tidak peka sama sekali.


Saat Merisha sudah mulai menjauh dari tubuh Reyhan, tiba-tiba Reyhan menarik kembali tubuh Merisha kepada nya.


Karena kaget Merisha tidak sempat menahan tarikan Reyhan sehingga dia tanpa sengaja mencium dada Reyhan.


apaaa. tidak tidak aku harus menjauh secepat mungkin kalau tidak.


Reyhan yang kaget mendapat ciuman itu dari Merisha tentu saja senang. Dan dia mulai lagi.


"haha kita berdua harus bergegas ke bawah, ayah pasti sudah menunggu untuk sarapan". Merisha perlahan ingin pergi dari suasana itu, tapi sayangnya gerakan nya itu di lihat oleh Reyhan.


"kau mau kemana, ayah bisa menunggu di bawah, dia juga bilang padaku kemarin kalau kita berdua boleh tidak ikut sarapan bersama". sambil menahan tangan Merisha.


"memangnya begitu". Merisha melingkarkan tangan satu nya untuk melindungi tubuhnya.


"tenang saja, aku tidak akan melakukan itu padamu..".


Mendengar hal itu Merisha merasa tenang, dan dia ingin turun dari kasurnya, tapi Reyhan masih menahan tangannya.


"tapi, kau harus menerima hukuman mu". dengan senyum licik nya Reyhan memulai rencana baru untuk menghukum Merisha.


hukuman, apa salah ku. kata ibu kalau asa yang mencari masalah dengan orang ini maka orang itu tidak akan bisa melihat matahari terbit lagi. ayah inilah hari terakhir ku, selamatkan aku. hikss.


"apa salah ku".


"apa maksud mu semalam bukankah kau sudah puas". Merisha merasa heran sekali padahal Reyhan sudah berbuat seenaknya yah walaupun tidak sampai berbuat itu karena Merisha sedang datang bulan, tapi apa itu belum cukup bagi nya.


"tentu saja tidak, kau kira aku puas hanya dengan itu, sekarang terima hukuman mu atau kau tidak bisa keluar dari kamar ini. Pilihan di tangan mu". Reyhan melepaskan tangan Merisha dan melipat silang tangan itu di depan dada nya.


pilihan yang tidak menguntungkan, bagaimana ini kalau tidak terima hukuman nya aku bisa mati di kamar ini bersama nya terus.


Dengan keputusan pasti Merisha memilih.


"aku pilih hukuman, cepat apa hukuman mu jangan bilang kau ingin membunuhku".


Mendengar Merisha menyebut "membunuh", Reyhan menarik tangan Merisha dengan kuat sehingga membuat Merisha terduduk di depannya.


"kau pikir apa dasar bodoh". ucao Reyhan sambil menjitak dahi Merisha.


aku tidak bodoh, kau yang bodoh seluruh keluarga mu bodoh. eh ibu tidak ya kau sendiri bodoh. huh.


"cepat katakan apa hukumannya". Merisha meringis menahan sakit di dahi nya dengan mengusap-usap tempat sakitnya.


"cium aku".


Hukuman yang disebut Reyhan ini benar-benar keramat bagi Merisha, dia sampai menghentikan usapan di dahinya dan menurunkan tangannya perlahan.


"aku mencium mu". sambil menunjuk diri sendiri, Merisha masih tidak percaya apa yang dikatakan Reyhan.


"iya kau siapa lagi. cium aku cepat". perintah Reyhan sambil membuka lebar tangannya seperti ingin mendapat pelukan dari Merisha.


"ehh apa tidak ada hukuman lain untuk ku, aku tidak bisa sama sekali.


Bersambung!!