MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Kenyataan



Dan sang ratu akting pun beraksi.


"iya, dan kau berani nya menggunakan ku hanya untuk pelampiasan, kau pikir aku wanita seperti apa". Merisha mulai mengeluarkan senjata maut nya yaitu air mata.


Sekretaris Abi langsung kalap sementara Jeis tersenyum senang karena Merisha menyadari posisi nya sekarang.


Reyhan hampir saja tertipu jika dia tidak melihat kedipan mata dari Merisha.


kau semakin hebat saja, istriku.


aku bangga pada mu. hahaha.


"tunangan memangnya siapa tunangan mu dasar pengganggu. apa kau tidak bosan-bosan terus mengganggu ku". bentak Reyhan pada Jeis sehingga wanita itu terus menunduk ketakutan.


"Reyhan, bisakah kau memandang ku sekali saja, bahkan sedikit saja. aku telah berubah hanya untuk diri mu. aku sudah menjadi cantik bahkan mungkin bagian tubuh si pelampiasan itu tidak sebanding dengan ku". ucap Jeis sambil membusungkan dada nya.


cih menjijikan. ya memang aku tidak sebanding kau wanita dewasa aku hanya anak kecil, tapi tolong jaga sikap mu itu apa-apaan dada itu seperti mau pecah saja.


Dibalik akting tangis nya, Merisha menahan amarah dan Reyhan melihat itu sambil tertawa puas.


bisa marah juga ternyata. kau tenang saja walaupun punya dia lebih dari mu, kau tetap yang terbaik.


"kau mau berubah seperti apapun itu aku tidak peduli, bagi ku kau hanya lah pengganggu.


aku benar-benar muak dengan tingkah mu yang keterlaluan ini dan apa yang bisa kau banggakan di tubuh mu, dia lebih baik dari mu". ucap Reyhan sambil melirikan mata pada Merisha.


"kau juga menyebut diri sendiri sebagai tunangan memangnya kapan aku bertunangan dengan mu.


Dan satu hal lagi yang harus kau tau dan semoga dengan ini kau tidak mengganggu ku lagi. Dia adalah istriku, tunangan ku dan teman ku sampai akhir hayat".


Reyhan menarik bahu Merisha agar mendekat pada nya.


Dan pernyataan Reyhan menjadi pukulan telak bagi Jeis.


Kenyataan yang selama ini tidak dia ketahui, bahkan dia seperti mempermalukan diri sendiri dengan mengumumkan kalau dirinya tunangan Reyhan di depan istri sah Reyhan.


rasakan.


Merisha menghentikan tangisan nya.


Reyhan menangkup pipi Merisha dan menyeka air mata palsu itu.


Merisha melihat mata Reyhan yang seperti minta penjelasan dari nya tentang apa yang terjadi hari ini.


"haha maaf. aku hanya ingin wanita itu menyadari sendiri dan yang menyadari dia itu adalah kau selepas apa dia itu beneran tunangan mu atau tidak.


ya aku pasti tau kalau apa yang wanita ini bicarakan pasti tidak benar kan karena aku pikir kita berdua menikah ibu juga tau dan ibu bilang kau tidak pernah berhubungan dengan wanita lain". jelas Merisha panjang lebar.


Sementara Reyhan hanya tersenyum mendengar penjelasan Merisha.


Dia mencium kedua pipi Merisha dan membisikan sesuatu di telinga Merisha.


"karena kau telah mempertemukan aku dengan si pengganggu ini maka habislah kau nanti malam". bisik Reyhan dan mencium telinga Merisha.


Merisha seketika merinding dan mendorong Reyhan agar menjauh dari telinga nya.


Muka memerah nya Merisha tidak bisa disembunyikan membuat Jeis semakin meradang.


"kau menipu ku, dasar bocah. kau senang sekarang telah mempermalukan ku". bentak Jeis pada Merisha.


"tentu". dan dijawab dengan suka cita oleh Merisha.


Reyhan hanya tertawa mendengar tanggapan Merisha.


Jeis semakin kesal karena Reyhan ikut tertawa.


Mau taruh dimana lagi muka nya saat orang-orang tau bahwa ada wanita yang mengaku-ngaku sebagai tunangan dari pria yang sudah sah beristri dan bahkan si pria menyebut diri nya sebagai 'pengganggu'.


"awas kau". ucap Jeis dengan penuh amarah.


Dia langsung berdiri dan berlalu pergi ke luar restoran.


Saat ini menyisakan Merisha, Reyhan dan Abi yang terbahak-bahak setelah kepergian Jeis.


Bersambung!!