MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Berita besar



"aku pulaaanggg". teriak Merisha saat mereka sudah sampai di kediaman tuan Karsya ayah nya.


Serempak ibu Bariksya dan ayah menoleh ke arah nya dengan tatapan bahagia.


Yaa sebelum mereka sampai di tanah air, Reyhan menelpon ibu nya untuk berkumpul di rumah tuan Karsya, entah apa alasan nya beliau pun tidak tau.


Karena tau Reyhan membawa nya ke rumah nya sendiri Merisha begitu senang dan memberikan ciuman singkat untuk Reyhan.


Aku harap kalian senang mendengar nanti.


"ayahhh". Merisha langsung menghamburkan diri ke pelukan ayah nya, sementara Reyhan langsung kalap karena Merisha seperti tidak ingat di perut nya sedang tumbuh seorang bayi.


"hati-hati". ucap Reyhan was-was.


Merisha langsung turun dari pelukan ayah nya dan menggenggam erat tangan ibu mertua dan ayah nya itu agar mengikuti nya.


Mereka berdua pun menurut tanpa bertanya.


"nah sekarang apa alasan mu anak nakal menyuruh ku kesini, apa kalian punya berita bagus apa...". ibu langsung melihat ke perut Merisha yang masih datar.


Ayah juga menanyakan hal yang sama.


Reyhan seperti memberikan kode pada orang tua itu dengan mengelus perut Merisha.


Jika diberi kode seperti itu siapa yang tidak langsung mengerti.


"Merisha hamil". jawab serempak.


Dan dibalas senyuman oleh Merisha dan Reyhan.


"aaaa cucu ku akhirnya". ibu Reyhan langsung menghampiri Merisha dan mendekatkan telinga pada perut Merisha.


"masih kecil ya". tanya ibu mendongak ke arah Merisha.


"iya". jawab Merisha.


"baiklah, mulai detik ini juga aku akan mengurus keperluan Merisha dan tuan Karsya oh maksud saya calon besan apa anda mengizinkan saya untuk tinggal disini selama kehamilan Merisha". tanya ibu


"tentu saja boleh, dan malam ini kita akan adakan pesta besar untuk berita besar".


Melihat kegirangan kedua orang tua itu,Merisha jadi tidak enak menghentikan tingkah mereka.


"tidak apa-apa. Biarkan mereka menikmati dunia nya dulu".


ucap Reyhan lembut dan mengecup kedua pipi Merisha dan terakhir dia berikan di bibir sebelum orang tua mereka melihat nya.


"baiklah ibu, ayah, kami mau ke atas dulu ya Merisha kecapekan setelah menempuh perjalanan panjang". Reyhan langsung membopong Merisha tidak peduli pandangan orang yang melihat mereka.


"hei kalau kau buat lagi nanti anak kembar, tapi kami juga suka mau seberapa banyak pun anak kalian akan kami terima lapang dada". kata per kata yang dilontarkan ibu Bariksya mengiringi jalan Reyhan menuju kamar mereka, dan untuk saat ini muka Merisha sudah seperti kepiting rebus merah nya.


"ide bagus". jawab Reyhan tak kalah nyaring nya dengan suara ibu.


Reyhan membuka pintu kamar dan memasuki nya.


Dia merebahkan Merisha perlahan di atas kasurnya.


"astaga kasur yang aku rindukan".


Merisha langsung berguling-guling merasakan ke empukan kasur nya setelah sekian lama.


Dan berada di kursi pesawat itu berjam-jam membuat seluruh tubuh nya sakit.


"aku tidur dulu ya". ucap Merisha menarik selimut dan langsung memejamkan mata.


Tapi tak lama, Reyhan menarik selimut sampai tergeletak di lantai.


"mandi dulu". ucap Reyhan.


Tapi tidak di ibahkan Merisha, malahan dia seperti sudah benar-benar terlelap.


"kalau kau tidak segera bangun dan mandi, aku akan mengabulkan perkataan ibu tadi". bisik Reyhan sambil menggigit daun telinga Merisha.


Reyhan tau Merisha pura-pura terlelap saat respon telinga nya yang memerah.


Merisha langsung bangun sambil memegang telinga nya dan berlalu menuju kamar mandi.


Meninggalkan Reyhan yang hanya tergelak di sana.


Bersambung!!!