MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Pingsan



"kau kenapa". tanya Reyhan saat mereka sudah di luar ruang bioskop.


"mungkin karena kebanyakan makan". ucap Merisha lemah sambil terus menutup mulut nya.


Saat dalam perjalanan keluar dari area perbioskopan, perut Merisha terasa di jungkir balikan. Dan saat itu pula dia melihat toilet.


"hmmm". Merisha memukul-mukul bahu Reyhan.


"ada apa". tanya Reyhan masih dengan wajah khawatir.


"turunkan".


Karena Reyhan tidak mendengar apa yang dia katakan, akhirnya Merisha turun sendiri dari gendongan Reyhan dan berlari menuju toilet.


Reyhan yang melihat Merisha seperti itu langsung menyusul tanpa peduli kalau dia memasuki toilet perempuan.


"Abi, hubungi Garild suruh dia ke villa". perintah Reyhan pada Abi dan bergegas menyusul Merisha.


"baik tuan". dengan sigap Abi langsung menelpon Garild dalam sekali sambungan.


ya kak.


"Ke villa sekarang". Tiga kata dan sambungan di putua sepihak oleh Abi. Tanpa tau kalau yang ditelpon nya tadi sedang merutuki nya.


astaga nona muda kenapa.


Abi hanya bisa menunggu diluar toilet dan menerima keluh kesah para perempuan yang keluar dari toilet itu.


"sayang, kau kenapa".


Merisha terus muntah-muntah dan Reyhan dengan sukarela menggosok punggung Merisha.


"aku tidak tau". balas Merisha dengan suara yang hampir tidak terdengar.


Setelah beberapa menit Merisha terus muntah-muntah, dan karena semua makanan yang dia makan sudah habis dikeluarkan, sekarang tubuh nya mulai melemah.


Reyhan menggendong Merisha lagi dan dengan langkah cepat nya dia berlalu dan menuju basemen.


Abi hampir kewalahan mengejar langkah Reyhan bahkan dia berlari agar bisa menyusul.


Setelah sampai di basemen, Abi berlari mendahului Reyhan dan membuka pintu untuk nya.


"kau sudah hubungi Garild". tanya Reyhan saat membawa Merisha ke mobil.


"sudah, tuan".


Reyhan pun masuk dan merebahkan Merisha di pangkuan nya.


Perjalanan mereka diterpa suasana gelisah dan khawatir.


Merisha terus mengeluhkan sakit perut nya dan dengan sigap juga Reyhan mengurut pelan perut Merisha.


Saat sudah melihat sedikit bayangan dari villa besar mereka, Reyhan terus memanggil Merisha untuk bangun tapi nihil Merisha tidak bangun-bangun.


Kalaupun dia tidur pasti dia merespon sedikit, tapi ini tidak.


"Abi lajukan mobil nya Merisha pingsan". dengan teriakan keras Reyhan memerintah Abi.


"sayang hei bangun". Reyhan menepuk-nepuk pipi Merisha pelan, tapi tidak juga merespon.


Akhirnya mereka tiba di villa, dan tanpa menunggu Abi membuka pintu untuk nya, Reyhan telah membuka dulu dan membawa Merisha keluar.


Betapa terkejut nya para pengawal dan pelayan yang melihat Merisha terkulai lemah di gendongan Reyhan.


Diruang tamu, Garild dan anak buah nya telah menunggu kedatangan Reyhan.


Reyhan membuka pintu kamar dan merebahkan Merisha dengan pelan di kasur.


"periksa". ucap Reyhan dengan hawa dingin yang mengintimidasi orang-orang di sekitarnya.


Garild langsung memeriksa Merisha, tapi karena tatapan Reyhan yang membuat nya tidak nyaman kinerja nya pun jadi terhambat.


"Reyhan bisakah kau menunggu di luar". bujuk Garild.


"kenapa. Apa kau mau menyentuh lebih istriku". tanya Reyhan dengan tatapam membunuh.


"tidak perlu pedulikan aku, lanjutkan pemeriksaan mu". lanjut Reyhan masih setia duduk di samping Merisha.


Dan Garild kembali fokus dengan kerja nya, memeriksa denyut nadi dan segala macam.


ehh


"apa dia muntah-muntah tadi". tanya Garild.


"iya".


"aaa ini bukan hal serius". Reyhan langsung menatap tajam pada Garild karena mengatakan keadaan Merisha tidak serius.


"maksud ku, kondisi Merisha saat ini sudah biasa di kalangan ibu hamil dan selamat Rey kau akan segera menjadi ayah". dengan bahagia nya Garild sambil menepuk bahu Reyhan.


"apa. Aku ayah". tanya Reyhan masih tidak percaya.


Bersambung!!!