
Semangat Merisha.
Merisha menghembuskan napas kasar dan menghampiri Reyhan yang sedang menyandarkan diri di kasur.
akhh aku malu. aku ingin di kubur sajaaa.
Reyhan diam-diam tertawa melihat perubahan ekspresi Merisha yang kadang membaik dan kadang gelisah.
kita lihat sejauh mana kau sudah belajar dariku.
Sekali lagi Merisha menghembuskan napas nya, tapi kali ini secara halus. Ya walaupun detak jantung nya tidak karuan saat ini.
Merisha naik ke kasur dan duduk di pangkuan Reyhan.
"hai..ii sayang". dengan suara yang bergetar Merisha memanggil Reyhan walaupun dia tersenyum.
"hmmm".
"jadi apa lagi yang harus aku lakukan". bisik Merisha dengan suara yang sangat menggoda bagi Reyhan, bahkan dia menahan tangan nya di belakang.
"poin 5, 1, 2, 8. Secara berurutan". ucap Reyhan dengan suara tertahan seperti sedang menahan sesuatu.
"kau baik-baik saja". tanya Merisha.
"ya aku baik-baik saja. Kau lanjutkan".
"ya, tapi kalau aku tidak sengaja menggigit mu nanti aku harap kau tidak marah".
Merisha menyapu-nyapu dada Reyhan seperti ada debu yang menempel disana. Dan Merisha mulai membuat beberapa tanda disana.
Sementara Reyhan tidak berani membuka mata, karena dia tidak ingin merusak strategi supaya Merisha bergerak lebih dulu.
Karena Reyhan terus membuat suara yang membuat nya merinding, Merisha lanjutkan saja ke poin ke 1 yaitu mencium Reyhan sampai Reyhan puas.
Merisha melingkarkan tangannya dileher Reyhan dan menekan nya.
Merisha mengambil napas dalam-dalam menormalkan detak jantung nya dan dengan perlahan dia menempelkan bibirnya dengan bibir Reyhan.
Merasa terdapat sentuhan lembut di bibir nya, Reyhan memberanikan diri membuka mata dan dilihat nya Merisha yang sedang mencium nya.
kenapa dia tidak bergerak. Apa dia masih lemah dalam ciuman.
Baiklah aku akan mengajari nya.
Giliran sang ahli yang bertindak.
Tangan Reyhan yang menekan tengkuk Merisha membuat nya Merisha langsung membuka mata.
"kau payah dalam hal ini jadi aku membantu mu". ucap Reyhan disela-sela ciuman mereka.
ya kau ahli nya. Aku bukan mesum seperti mu.
Reyhan m****** habis bibir Merisha sampai tidak ada jeda untuk bernapas.
Reyhan pun melepaskan ciuman mereka, dan dia membiarkan Merisha untuk mengambil napas.
"ulangi".
"hah. apa".
"ciuman tadi yang memimpin, kan aku yang menang karena kau tidak bisa mencium ku dengan benar tadi, maka nya aku memberi mu pelajaran singkat. mengerti. Sekarang ulangi".
selalu ada kesempatan dalam kesempitan.
Seperti yang dibilang Reyhan, Merisha mengulangi ciuman mereka.
Ya awal nya dia ragu-ragu untuk mencium seperti yang Reyhan lakukan tadi, tapi mau bagaimana lagi lebih baik dia melakukan nya daripada mengulang terus.
Dan mata nya saat ini benar-benar berat. Dia ingin segera tidur.
"jangan lepas sebelum aku suruh". ucap Reyhan yang membuat Merisha ingin sekali menjitak kening Reyhan.
Tanpa membuang waktu lebih lama, Merisha pun mencium Reyhan lagi.
Ciuman berlangsung lama karena Reyhan masih belum menyuruh untuk melepaskan nya karena juga dia menikmati nya.
Sampai beberapa saat kemudian, barulah dia menyuruh Merisha melepaskan ciuman nya.
"sayang, aku lelah. Kita tidur saja ya". ucap Merisha sambil beberapa kali mengucek mata nya.
"sebentar lagi". Reyhan merebahkan diri dan menyisakan Merisha yang masih duduk mengangkang pada nya.
"sekarang lakukan poin 2 dan 8".
baik Merisha sedikit lagi permainannya akan berakhir. Aduhh mata ku benar-benar berat.
Merisha kembali memberikan tanda di leher Reyhan dan bagian tubuh lainnya.
Hingga tenaga Merisha pun habis tak tersisa. Dia tertidur di atas dada bidang Reyhan.
dia tertidur.
Reyhan memutar tubuh Merisha dengan perlahan sehingga mereka berganti posisi.
Aku akan melakukan nya sendiri. Siapa suruh dia menggodaku tadi.
Benae saja, karena sudah cukup menahan godaan dari tadi Reyhan bahkan melakukan nya sendiri.
Dia membuka semua kain yang masih melekat di tubuh kedua nya. Sehingga akhirnya tubuh mereka berdua sepolos bayi.
Reyhan memberikan hisapan kuat sehingga Merisha meringis.
"ini hukuman mu karena permintaan ku yang terakhir tidak kau lunasi".
Bersambung!!!