MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Itu tidak menjadi alasan 3



"Berhenti". Setengah teriak Merisha dengan tangan di depan seperti berusaha melindungi diri dari penjahat.


"apa kau mau membangunkan seluruh penghuni rumah dengan teriakan mu itu".


"ma makanya jika tidak mau aku berteriak kau..". Reyhan memotong apa yang ingin di katakan Merisha dengan ciumannya.


Reyhan melihat kalau Merisha sudah hampir kehabisan napas, dan dia pun melepaskan ciuman nya.


"bernapas kau dasar tidak ahli".


Dengan napas yang masih terengah-engah Merisha masih mencoba memarahi Reyhan.


"kau memangnya aku itu kau". ucap Merisha sambil mengatur napas nya kembali. Reyhan yang tidak ingin menunggu lama akhirnya kembali menciumi Merisha.


Dia turun ke leher, tangan Merisha yang tadi nya memegangi selimut untuk menutupi tubuh polosnya kini telah berpindah ke atas kepala.


Tenaga Merisha kalah jauh dengan Reyhan, sehingga bagaimanapun dia berontak hasilnya tetap nihil.


Reyhan merebahkan tubuh Merisha di bawah nya, ciumannya sudah turun ke bagian dada Merisha, saat Reyhan ingin membuka celana Merisha tiba-tiba Merisha berteriak.


"jangan. aku mohon jangan".


Tapi Reyhan tidak mau mendengar sampai Merisha bilang sesuatu yang mungkin membuat Reyhan berhenti.


"aku sedang datang bulan".


Reyhan berhenti sebentar dari aktivitas nya dan melihat Merisha di bawah nya.


"kau tidak bercanda kan".


"buat apa aku bercanda, dan ingat ini hari ini adalah hari pertama ku jadi kau harus menunggu setidaknya selama seminggu". ucap Merisha dengan santai.


Dia palingkan wajahnya ke samping dan tersenyum kecil, dan hal itu di lihat Reyhan.


kau bahagia ya, memangnya kau pikir hal itu akan jadi alasan aku berhenti untuk mengganggu mu, kau salah besar. ya mungkin aku akan menahan hal itu, tapi ini aku tidak akan bisa berhenti.


kau kesal kan haha rasakan itu, hidup ku selamat, aku bisa tidur dengan tenang malam ini*.


Saat Merisha ingin bangkit dari tidur nya, tiba-tiba Reyhan mendorong tubuh Merisha sehingga kembali ke posisi awal.


Merisha melototi Reyhan sebab laki-laki itu tidak mau mendengarnya.


"apa kau tidak percaya padaku".


"aku percaya, tapi hal itu tidak menjadi alasan untuk aku tidak mengganggu mu". bisik Reyhan perlahan.


apa


Reyhan kembali menjalankan aktivitas nya yang terhenti sebentar. Merisha yang hanya bisa pasrah karena pemberontakan yang di lakukan tangannya tidak bisa merubah apa-apa, tangannya juga sudah di tahan Reyhan ke atas kepala.


Merisha hanya bisa memalingkan wajahnya ke samping dan Reyhan yang masih menikmati bagian tubuh Merisha.


{Pagi hari}


Suara kicauan burung mulai terdengar bersahut-sahutan, sinar mentari mulai masuk ke dalam kamar sepasang pengantin baru itu.


Merisha mulai membuka mata nya perlahan mata nya yang hitam kelam terpapar secerca sinar matahari.


Merisha ingin bangun dari tidurnya, tapi sebuah tangan memeluknya erat dari belakang.


Saat dia ingin melepaskan pelukan itu, Reyhan malah menarik Merisha dari samping untuk menghadap nya.


"tidur mu nyenyak". tanya Reyhan dengan lembut sambil mencium seluruh wajah Merisha dan yang paling lama di bibir Merisha.


Merisha memberi jarak sedikit antara wajah nya dan wajah Reyhan, tapi laki-laki itu malah mendekatkan kepala Merisha ke dada nya.


Bersambung!!


Terima kasih juga utk kalian yg udh bca MLWMR (MY LITTLE WIFE MERISHA &REYHAN). Kalau karya author banyak kekurangan, author minta maaf karena author masih kacang 😅.


Jangan lupa favorite, like dan vote nya supaya author rajin up.


Daah**!!