MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Morning kiss



{Pagi}


Merisha merasa seluruh tubuh nya seperti habis di remuk-remuk.


Terasa pegal di setiap sendi. Bagaimana tidak, mengingat bagaimana Reyhan memperlakukannya semalam. Bahkan Reyhan terlihat kesal karena Merisha tertidur ditengah ciuman panas mereka.


Merisha melepaskan pelukan Reyhan dengan hati-hati dan dia langsung masuk ke kamar mandi.


Setelah selesai, Merisha langsung berpakaian rapi untuk kuliah nya.


Merisha keluar dari ruang ganti dan mendapati Reyhan yang masih tertidur lelap.


apa dia gak kerja.


Merisha mendekati telinga Reyhan dan langsung berteriak.


"bangun". teriakan Merisha langsung membuat Reyhan membelalakan mata.


Dia spontan menarik tangan Merisha dan menindih nya.


Merisha terkejut dan reflek menarik leher Reyhan.


Betapa terkejut nya dua orang itu melihat bahwa bibir mereka bertabrakan.


Merisha langsung mendorong tubuh Reyhan dan tercipta jarak sekitar satu jengkal.


Sementara Reyhan hanya tersenyum penuh kemenangan saat dia menpunyai rencana licik untuk Merisha.


"apa kau begitu ketagihan dengan bibirku ini". tanya Reyhan dengan seringai licik sambil mengusap bibir nya.


"kau jangan terlalu narsis, aku tidak sengaja". Merisha memalingkan wajah nya dari tatapan Reyhan.


"tapi kau telah mencium bibir ku tanpa seijin ku. kau harus bertanggung jawab".


"memangnya bagaimana aku bisa bertanggung jawab. kau laki-laki memangnya mau aku yang perempuan ini bertanggung jawab seperti apa. cepat katakan aku tidak mau terlambat ke kampus". Merisha langsung menatap malas Reyhan.


"kau harus mengganti rugi nya dengan menciumku setiap pagi sebelum atau sesudah bangun. Dilakukan selama 10 kali, 9 kali berikan kecupan dan ke 10 berikan ciuman terbaik mu jika ingin keluar dari kamar ini". jelas Reyhan sambil mengusap ujung bibir Merisha.


"kauu,, ini namanya kesampatan di dalam kesempitan. kau sengaja iya kan"


"Jika kau tidak mau bertanggung jawab, aku hanya bisa melapor tindakan mu ini pada pihak yang bertanggung jawab".


kenapa dia sampai mau membawa pihak berwenang hanya karena masalah sepele seperti ini. kau mau membohongi ku hah..


"bagaimana kau bisa membuat tuduhan seperti itu, bahkan jika kau melapor pasti mereka mengira kau yang menindas ku. kau bahkan menindihku". pembelaan yang memuaskan bagi Merisha.


pintar juga. heh tidak salah aku memilih mu.


Reyhan langsung merebahkan diri dan mengangkat Merisha ke atas nya.


"apa yang kau lakukan".


"sekarang terlihat kalau kau yang menindasku, bukan sebaliknya". Reyhan tersenyum puas.


"tidak ada saksi, buat apa aku bertanggung jawab". Merisha langsung menduduki Reyhan dan mengangkat bahu seperti orang tak berdosa.


lihat dia melakukan nya lagi. anak ini benar-benae menguji iman.


Tak membutuhkan waktu lama, sekretaris sudah di depan pintu.


Sekretaris Abi memang dekat dengan Reyhan, mereka teman masa kecil.


Abi juga mulai bekerja saat Reyhan mengambil alih perusahaan, Reyhan pernah berjanji pada Abi jika dia sudah menjadi ceo maka Abi akan menjadi sekretaris, benteng Reyhan.


Di rumah Bariksya, Abi memiliki kamar sendiri sehingga memudahkan nya untuk bertemu dengan Reyhan jika terjadi sesuatu.


Tok.. tok!!


Abi mengetuk pintu.


"masuk". Abi langsung masuk saat Reyhan memerintah ny agar masuk.


Dan saat Abi memasuki kamar itu, dilihat nya Merisha yang sedang mencium leher Reyhan.


"foto kan cepat". Abi langsung membuka kamera ponsel nya dan memfoto kan momen tak masuk akal tersebut.


"letakkan itu di situ dan kau pergi dulu".


"baik tuan". sekretaris Abi langsung keluar tanpa basa basi.


astaga nona Merisha agresif sekali.


Dilain sisi, Merisha langsung menghentikan ciumannya.


Wajah nya sudah memerah menahan malu.


Sedangkan Reyhan tertawa bahagia.


"kau puas sekarang". tanya Merisha dengan raut wajah yang mulai kesal.


"sangat, tapi kau harus ingat kau bertanggung jawab karena telah melecehkan ku. aku punya bukti nya. kau mau atau tidak pilihan ada di tangan mu". Reyhan dengan bangga memperlihatkan foto yang di ambil Abi tadi.


Dengan geram Merisha memutuskan untuk bertanggung jawab pada Reyhan.


Reyhan langsung tersenyum lebar mendengar keputusan Merisha, lagi-lagi rencana Reyhan untuk mendekati Merisha semakin bertambah.


"sekarang berikan aku morning kiss". dengan wajah memelas Reyhan menunjuk bibir nya.


Dan tanpa pikir-pikir lagi, Merisha langsung mengecup bibir Reyhan.


"10 kali dan jangan lupa bagian terakhir nya". dengan santai nya Reyhan sambil menaruh kedua tangannya di bawah kepala. Dia hanya menonton apa yang dilakukan Merisha saat ini.


Sudah 9 kali kecupan dan yang terakhir ini lah kenikmatan itu berada.


Dimana biasa nya Reyhan yang melakukan ini, tapi tidak untuk sekarang.


Merisha m****** bibir Reyhan, karena Reyhan telah membuka mulut nya Merisha dengan cepat memasukan lidah nya ke dalam.


Reyhan yang dari tadi hanya menonton kelakuan Merisha kini sudah mulai terbawa suasana. Dia membalas ciuman Merisha walaupun tangannya terkepal kuat di bawah kepala nya. Dia tidak ingin kehilangan kendali lagi karena hari ini dia harus bekerja dan Merisha harus kuliah.


Bersambung!!