
Setelah melepas semua aksesoris nya, Merisha merasa lega seumur-umur dia baru merasa keberatan memakai aksesoris yang begitu banyak nya apalagi dengan gaun yang begitu besar.
Reyhan menghampiri Merisha dan duduk di satu kursi dengan Merisha di belakang.
Dia menyisir rambut Merisha yang sudah lepas dari jepitannya dengan lembut.
Dia terpukau dengan rambut Merisha yang hitam pekat serta lurus panjang sampai ke punggung.
"rambut mu bagus sekali". puji Reyhan sambil mencium dengan dalam rambut Merisha.
"karena itu tangan ku sendiri yang merawat nya". Merisha membanggakan diri sendiri karena dia memang memiliki keterampilan tersembunyi.
"kalau begitu, apakah kau mau merawat ku dengan tangan terampil mu itu".
"tidak". jawab Merisha dengan cepat.
"kenapa. kau jangan lupa aku sekarang suami mu kau harus merawat serta melayani ku".
Reyhan menyudahi sisiran nya dan menyibak rambut Merisha ke depan. Dia mulai lagi dengan ciuman nya.
"apa yang kau lakukan, ingat ya aku masih belum memaafkan mu tentang kejadian tadi".
Merisha bangkit dari duduk nya dan segera pergi ke kamar mandi.
Reyhan hanya melihat dan dia mulai menampakan senyum licik nya.
"kau akan mendapatkan lebih dari tadi, tenang saja".
Setelah selesai mandi, Merisha ke ruang ganti dia mencari pembalut yang di beli bi Mila. Dan dia temukan, Merisha mengenakan banu tidur dengan lengan sejari dan celana pendek di atas lutut, dia masih tidak menyadari kalau sekarang dia tidak tidur sendiri. Dia keluar dari ruang ganti dan mengjampiri kasur nya.
Reyhan melihat Merisha dengan tatapan seperti harimau memantau mangsa nya.
Tanpa di suruh dua kali, Reyhan melaju ke kamar mandi. Merisha yang melihat reaksi Reyhan berusaha secepat mungkin untuk mengeringkan rambutnya dan bergegas untuk tidur.
Setelah mandi, Reyhan mengambil baju di lemari yang sama dengan Merisha.
Setelah keluar, Reyhan melihat Merisha telah tertidur dengan lelap dengan sisi kiri nya telah di batasi dengan bantal supaya Reyhan tidak melewati nya.
apa kau pikir pembatas seperti itu bisa menahan ku.
Reyhan menaiki kasur dengan perlahan supaya tidak membangunkan Merisha, dia menyingkirkan bantal yang tepat berada di tengah mereka berdua.
Dia mulai mendekat ke arah Merisha dan memeluknya. Merisha yang sudah terlelap tidak menyadari pelukan Reyhan.
anak ini benar-benar tidur rupa nya, lihat saja aku akan membuat mu bangun, dan siapa suruh kau memakai baju tidur seperti ini memangnya kau pikir sedang tidur bersama siapa.
Tanpa Merisha sadari, baju nya telah dilepas oleh Reyhan, dia mulai mencium leher, seluruh wajah Merisha dan yang paling lama di bibir.
Merisha yang merasakan ada sesuatu yang masuk ke dalam mulut perlahan membuka matanya, dan betapa terkejutnya dia melihat Reyhan di depannya.
Reyhar tidak sadar kalau Merisha sudah bangun, dan dengan refleks Merisha mendorong Reyhan walaupu tidak jauh, tapi cukup memberi jarak antara dia dan Reyhan.
"a apa yang kau lakukan". merasa bahwa tubuhnya terasa dingin, dia pun memperhatikan bahwa baju nya tidak ada lagi.
aaaa bajuku dimana, celanaku huuhh masih ditempatnya, si gila ini.
Reyhan yang melihat Merisha mencari sesuatu kembali mendekat yang membuat Merisha mundur ke sandaran kasur nya dengan menutupi tubuhnya.
Bersambung!!