MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Konsekuensi



Selama beberapa hari bahkan setiap malam Merisha terus berpacu dengan laptop nya,sehingga Reyhan harus menahan gairah nya pada Merisha.


Mood nya selama beberapa hari ini sangatlah jelek, dan yang jadi pelampiasan adalah sekretaris dan para bawahannya.


Reyhan dengan seenaknya membubarkan rapat yang bahkan perbincangan nya belum mencapai inti.


Dia bahkan memarahi Abi kenapa memberi tugas berat pada Merisha.


bukankah anda setuju waktu saya meminta pendapat tentang tugas yang akan diberikan pada nona muda tuan.


anda tidak bisa menyalahkan saya seperti ini.


"bukankah anda setuju waktu saya akan menyerahkan dokumen itu pada nona, tuan".


"kapan aku setuju? kau berani melawan ku? ".


"tidak, tuan. maafkan saya". Abi menunduk dalam pada Reyhan. Memang benar kata-kata nya Reyhan bahkan setuju untuk menyerahkan dokumen itu pada Merisha dan sekarang dia harus menerima konsekuensi atas perbuatan nya sendiri.


Bahkan beberapa malam ini dia selalu tidur duluan, Merisha yang fokus dengan laptop nya tidak mau untuk diajak berhubungan lebih.


Saat dia mau tidur, dia hanya di beri ciuman itupun tidak lama.


"dia harus membayar penantian ku selama beberapa hari ini saat perjalanan bisnis besok, aku pastikan sehari atau dua hari dia tidak akan bisa keluar dari kamar". dengan senyum licik nya Reyhan sunggingkan sehingga membuat Abi mengasihani Merisha yang harus melayani nafsu besar tuan nya ini.


{ tempat Merisha }


Haaaccchi..


"kau sakit Merisha".


"tidak, hanya kemasukan debu saja".


"baguslah kalau begitu. oh ya bagaimana tugas mu selesai?".


Raut senang langsung terpancar di wajah Merisha. Dia berhasil menyelesaikannya dengan sangat baik. Bahkan dia percaya diri sekali kalau tugas ini akan sangat bernilai untuk karyawan magang seperti nya.


"tentu saja, aku membereskannya dengan sangat baik".


Temannya yang mendengar nada kebahagiaan Merisha pun tersenyum.


"bagus sekali Merisha, sekarang cepatlah ke ruangan tuan Reyhan. semoga beruntung".


Merisha pun berlalu pergi dan masuk ke ruangan Reyhan.


Di lihat nya Reyhan yang fokus dengan dokumen-dokumen dihadapannya sehingga tidak menyadari kalau ada Merisha di situ.


"ekheem". Merisha berdehem dan kedua orang yang ada di ruangan itu seketika melihat ke arah nya.


"nona". Abi dengan sigap langsung menghampiri Merisha dan mengambil dokumen yang telah Merisha selesaikan.


Sedangkan Reyhan hanya melihat dari meja nya dan memberikan kode supaya Merisha mendekat pada nya.


Reyhan menarik tangan Merisha saat sudah dekat dengannya dan menduduki Merisha di pangkuan nya.


Abi menyodorkan dokumen Merisha di meja Reyhan agar tuan nya itu bisa melihat sendiri hasil kerja istri nya dan pengorbanan yang beberapa hari ini ia berikan pada Merisha.


Abi sudah melihat hasil pekerjaan Merisha dan sesuai dugaan hasil nya luar biasa.


tuan beruntung sekali mendapatkan nona muda, hebat dalam segala segi.


Reyhan mengambil dokumen itu dan melihat isi nya. Wajah nya terus sumringah sehingga membuat Merisha tidak sabar akan tanggapan Reyhan.


Karena ini tugas pertama nya sehingga dia bertekad semuanya bisa sempurna.


"bagaimana bagaimana". tanya Merisha terus meloncat-loncat di pangkuan Reyhan.


apa dia mau aku menerkam nya disini.


Reyhan menghembuskan napas kasar supaya dia tidak kehilangan kendali di kantor nya.


"bagus sekali bahkan lebih dari apa yang aku bayangkan. kau memang istri ku". ucap Reyhan sambil memainkan rambut Merisha.


"dan kau lulus test, kau akan ku bawa besok tanpa dugaan buruk sama sekali".


Saking senang nya Merisha melakukan sesuatu yang membahayakan bagi diri nya.


Dia menangkup kedua pipi Reyhan dan mengecup bibirnya untuk waktu yang lumayan lama.


Reyhan hanya bisa membelalakan mata tidak tau harus merespon apa karena ini pertama kali Merisha bertindak duluan tanpa paksaan atau perintah Reyhan terlebih dahulu.


"hahaha, aku senang sekali. apa kau tau pengalaman pertama seperti mengerjakan tugas penting dari perusahaan sangat berarti bagi ku. Otak ku yang jenius aku mencintai mu". ucap Merisha dengan kegirangan.


tidak bisakah dia mengucapkan cinta nya padaku bukan pada otak nya itu.


tapi berani-beraninya dia membuat ku lepas kendali. tahukah dia melakukan hal itu di tempat seperti ini membuat ku mati rasa, melakukan hal itu disini tidak bisa lama-lama.


"ya sudah ya aku balik ke meja ku dulu". Merisha yang hendak turun di tahan oleh Reyhan.


Merisha melihat ke arah Reyhan yang seperti nya tidak bisa menahan sesuatu.


"kau kenapa". tanya Merisha dengan wajah polosnya.


Tanpa menjawab Reyhan menekan tengkuk Merisha dan mendekatkan bibirnya dengan Merisha.


Saat bibir mereka bertabrakan Reyhan mulai menciumnya dengan lembut, tapi lama kelamaan ciuman itu semakin panas saat Reyhan membuat Merisha membuka mulut nya.


Tanpa melepas ciumannya, Reyhan meletakkan kedua kaki Merisha agar melingkar di kedua pinggangnya.


Reyhan membuka satu demi satu kancing baju Merisha dan itu membuat Merisha kaget. Karena jika Reyhan sudah memulai nya, mungkin tidak akan mudah bagi nya keluar lagi dari ruangan ini.


"Reyhan, ini kantor kau tidak mungkin akan melakukannya kan, bagaimana jika ada orang yang masuk". ucap Merisha sambil menahan baju yang di buka Reyhan.


"aku mau ini". dengan napas yang menderu Reyhan menunjuk bagian dada Merisha.


"apa. tidak, tidak boleh. kau boleh melakukannya di rumah tapi tidak sini".


Reyhan tersenyum puas mendengar ucapan Merisha dan akhirnya dia menghentikan aksi buasnya.


Dia merapikan baju Merisha yang sudah dia buat kusut.


"cium". perintah Reyhan yang masih belum melepaskan Merisha.


Tanpa perintah dua kali, Merisha pun mencium Reyhan dari pada urusan nya harus lama.


selamat aku hari ini. haha..