MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Berita Menggemparkan 2



Ciuman mereka terhenti saat bunyi lift sampai di lantai tujuannya.


Karena biasa nya tidak ada orang lain yang ikut naik bersama Reyhan kecuali Abi, maka nya saat ini semua mata langsung tertuju pada Merisha.


Wajah yang sudah memerah memangnya Merisha kenapa dan apa yang terjadi selama di lift mungkin itu yang dipikirkan sebagian orang.


Tapi untuk fanatik nya Reyhan, mereka langsung mengecap Merisha sebagai penggoda cilik.


"selamat berakting". Reyhan berbisik pada Merisha dimana bibir nya yang disengaja menyentuh telinga Merisha membuat Merisha spontan memegang telinga nya.


"kau". kesal Merisha saat melihat Reyhan pergi ke ruangannya seperti tidak bertanggung jawab tentang ulah nya sendiri.


Setelah melihat Reyhan benar-benar masuk ruangan, teman dekat Merisha di kantor ini langsung mengerubungi meja Merisha.


"kenapa kau bisa bersama tuan muda Reyhan".


"apa yang kalian lakukan tadi".


"apa kau punya hubungan dengan tuan muda Reyhan".


Pertanyaan bertubi-tubi Merisha dapatkan karena ulah Reyhan.


Lain hal dengan temannya, para fanatik itu melihat Merisha dengan tatapan tidak suka.


Mereka mau menghampiri, tapi melihat ada beberapa pengawal yang seperti nya juga menatap mereka dengan tatapan mengancam, lebih baik mereka menunda dulu.


Setelah menghadapi berbagai pertanyaan, kini Merisha kembali berjibaku dengan dokumen-dokumen. Dia sudah rindu sekali mengerjakan hal seperti ini.


Beberapa jam berlalu, akhirnya jam makan siang datang. Merisha yang sudah berjanji untuk datang ke ruangan Reyhan selama jam makan siang pun menolak ajakan temannya untuk pergi makan bersama di kantin.


Abi menghampiri Merisha dan mengajak nya untuk masuk ke ruangan Reyhan.


"silakan masuk, nona". Abi membukakan pintu untuk Merisha dan menutup nya dari luar.


Merisha berbalik melihat ke depannya, sosok pria berjas hitam rapi dengan ketampanan yang memang membuat para wanita terbirit-birit untuk mendekati nya.


Merisha merasa enggan sebenarnya untuk mengakui, tapi memang ini kenyataannya.


Merisha berdecak kesal jika memikirkan hal tadi. Dia pergi menuju sofa dimana terdapat makanan yang tersaji di atas meja.


Melihat Merisha yang bukannya menghampiri nya, tapi malah menghampiri makanan. Dia menghentikan pekerjaan nya dan menghampiri Merisha.


Dia memeluk Merisha dari belakang dan mencium pipi kiri Merisha.


"kau lebih memilih makanan daripada aku". tanya Reyhan yang saat ini sudah duduk di samping Merisha.


"hmmm".


"suapi aku".


Merisha menyodorkan sesendok makanan pada Reyhan, tapi saat Reyhan sudah membuka mulut nya, Merisha membalas menjahili Reyhan dengan mengambil kembali sendok itu dan memasukan makanan ke mulut nya.


Merisha melirik Reyhan sambil tertawa puas.


"berani ya kau bercanda dengan ku".


Melihat ekpsresi Reyhan yang seperti punya seribu makna, dengan cepat Merisha menelan makanannya dan mengambil sesendok lagi makanan benar-benar untuk Reyhan.


Reyhan tertawa dan menerima suapan demi suapan dari Merisha.


Beberapa menit berlalu, jam makan siang berakhir.


"sayang, aku harus bekerja sekarang". Merisha terus membujuk Reyhan, tapi yang dibujuk malah ngelunjak.


"cium aku".


"sudah berapa kali kau ku cium, juga aku tidak di boleh kan keluar".


"kalau begitu diam saja".


Reyhan kembali fokus ke dokumen nya, sementara Merisha hanya diam dan berbalik.


Dia menyandarakan tubuh nya ke dada Reyhan menatap bagian dinding di belakang Reyhan yang dipenuhi berbagai piagam.


Memang kebiasaan Merisha jika suasana sepi menurut nya maka dia akan membuat sebuah senandung seperti saat ini.


Mendengar Merisha yang seperti nya sudah tenang, dia pun menghubungi Abi.


Tak berapa lama kemudian, Abi membawa beberapa orang masuk ke ruangan Reyhan. Merisha masih tidak menyadari kalau orang yang Abi bawa masuk adalah teman nya di kantor ini.


Merisha hampir terlelap tidur jika Reyhan tidak memanggil nya.


Sedangkan pikiran orang-orang yang dipanggil sekarang berkecamuk sedari Abi yang memanggil mereka tadi.


Sebelum masuk, mereka mengira bahwa kesalahan sebesar apa yang mereka lakukan sehingga di panggil langsung oleh Abi dan harus masuk ke ruangan ceo mereka, tapi saat masuk dan melihat sesosok gadis yang mendekap di pangkuan ceo nya pikiran mereka teralihkan dari takut menjadi penasaran.


Mereka merasa familiar dengan punggung gadis ini dan lagi saat mendengar gadis itu berbicara menambah rasa familiar mereka.


"sayang". panggil Reyhan dengan lembut sambil mengusap punggung Merisha.


"hmmm". jawab Merisha malas dan belum berbalik badan.


"lihat lah aku membawakan kejutan untuk mu".


"nanti saja. aku masih bisa melihat nya di rumah".Merisha melanjutkan senderan nya ke bahu Reyhan.


"tidak tidak. ini hanya bisa kau lihat di kantor ini".


Merisha melepaskan pelukan nya dan menatap Reyhan dengan cemberut.


Reyhan mengecup bibir Merisha singkat karena merasa lucu jika Merisha bertingkah seperti ini.


Lain yang sedang bermesraan, lain lagi untuk para karyawan ini.


Mereka seperti sedang melihat imajinasi kalau ceo mereka bisa tersenyum dan bersikap manis dan mesra.


Siapa perempuan ini? Sihir apa yang dia gunakan sampai membuat ceo mereka tergila-gila seperti ini.


Dan jawaban pun terungkap saat Merisha berpaling dan melihat dengan mata terbelalak.


"aaakkhh. kenapa mereka ada disini". Merisha kembali memeluk Reyhan dan berbalik menyembunyikan wajah nya.


Para karyawan itu hanya tercengang melihat siapa perempuan itu yang tak lain adalah teman mereka sendiri.


"perkenalkan ini istri saya, Merisha". Reyhan mengusap punggung Merisha sambil tersenyum.


apaaaaaa berita menggemparkan apa ini.


Para karyawan tersebut benar-benar mendapat berita yabg heboh sekaligus menggemparkan.


Bersambung!!!