MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Cemburu



Dan saat Merisha masuk ke mobil dia langsung menarik tangan Merisha untuk duduk di pangkuannya.


"itu teman baru ku". ucap Merisha santai sambil memainkan dasi yang masih terikat di di leher Reyhan.


Merisha merasa mainan nya hilang saat Reyhan menarik dasi dari tangannya.


"kau dekat dengannya". tanya Reyhan penuh selidik.


Merisha langsung menatap lekat Reyhan, sehingga membuat Reyhan hampir kehilangan kendali.


sial, kenapa tatapan nya saja bisa membuat aku seperti ini.


"memangnya siapa yang bisa langsung akrab dengan orang yang baru di temui kemarin".


Merisha langsung mengalih perhatian nya ke kursi depan.


Dia melihat sekretaris Abi yang fokus di belakang setir.


"apa sekretaris mu itu masih sendiri". tanya Merisha tanpa mengalih perhatian nya dari Abi.


"hei aku suami mu kenapa kau bertanya apa dia sendiri. kau mau selingkuh". Reyhan membalikan pandangan Merisha agar hanya memandangi nya.


memangnya siapa yang mau selingkuh. aku cuma bertanya apa tidak boleh, aku ingin menjodohkannya dengan Fahra.


"tentu saja tidak. kau cemburu".


"tentu saja, siapa yang tidak cemburu jika istri sendiri bertanya tentang pria lain di depan suami nya sendiri". Reyhan memeluk erat Merisha sehingga dada Merisha menyentuh wajah Reyhan.


mudah sekali dia mengakui nya, memangnya dia mencintai ku sampai bisa cemburu.


apa dia lupa kalau ini semua cuma pernikahan politik nya.


"jangan pernah bertanya tentang laki-laki lain selain aku. kau mengerti". Reyhan membenamkan wajah nya di dada Merisha.


"baiklah baiklah, sekarang lepaskan aku, aku ingin duduk di kursi bukan di pangkuan mu terus. apa kau tidak sakit"


Bukannya melepaskan Reyhan semakin mempererat pelukannya sehingga membuat Merisha tidak bisa bernapas.


"lepaskan aku, kau mau membunuh ku ya, aku sesak sekali".


Reyhan langsung melepaskan pelukannya, tapi tidak menurunkan Merisha.


"kenapa kau melihat ku seperti itu". tanya Merisha terbata-bata masih mengalihkan pandangan nya dari Reyhan.


Senyum Reyhan tercipta di wajah tampannya dan dia mencium pipi Merisha sehingga dia membuat gadis itu terkejut dan langsung menoleh padanya.


"aku mencintaimu". Reyhan langsung m****** bibir Merisha dengan dalam.


walaupun berbisik Reyhan yakin kalau Merisha mendengar pengakuannya.


apa yang dia katakan tadi, apa aku berhalusinasi. tidak tidak itu cuma khayalan ku itu tidak mungkin benar.


Reyhan mengendurkan dasi nya dan membuka jas nya, dia ingin membuka pakaian Merisha tapi Merisha menahannya.


"apa yang kau lakukan, kau tidak lihat ada sekretaris mu disini". dengan napas yang terengah-engah Merisha menunjukan raut kekesalan pada Reyhan yang melakukan hal itu tidak peduli tempat nya.


Tiba-tiba terdapat pembatas antara kursi depan dan belakang yang menjulang tinggi.


Merisha yang melihat itu langsung menatap Reyhan.


"apa kau sungguh-sungguh berniat melakukan itu sampai membuat mobil ada pembatas nya seperti ini.


mobil ini juga lama sekali jalannya, kenapa kita tidak sampai-sampai dari tadi".


Bukannya menjawab pertanyaan penuh komplain Merisha, Reyhan malah menyingkap habis pakaian Merisha sehingga membuat Merisha berteriak.


"kau.. ". Reyhan menutup mulut Merisha dengan ciuman nya. Meriah mencoba mendorong Reyhan, tapi tidak bisa.


Reyhan langsung merebahkan tubuh Merisha di kursi penumpang, tangan Merisha yang tadi di pakai untuk memberontak kini berada di atas kepala.


Reyhan sudah lepas kendali sehingga dia benar-benar beraksi di dalam mobil itu.


Sementara bagi yang di depan dengan adanya pembatas, segala suara yang di peroleh dari belakang tidak terdengar sama sekali di telinga Abi.


anda sungguh gila tuan muda, anda bahkan sampai mendesak orang supaya membuatkan mobil dengan pembatas.


ckckck... anda memang berubah seluruhnya tuan muda.


Bersambung!!