MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Jangan terlalu dekat



Reyhan mengantar Merisha ke kampus dengan supir si sekretaris Abi.


Merisha tidak bisa memakai mobil nya sendiri karena masih berada di rumah nya sendiri sehingga untuk beberapa waktu Reyhan lah yang mengantar jemput Merisha.


Dalam perjalanan, Reyhan tak henti-henti nya mengganggu Merisha hingga berapa kali pun rambut nya di rapikan maka Reyhan akan mengacau nya lagi.


kenapa dia tidak mengenal tempat, apa dia pikir aku tidak malu.


ini di mobil dengan supir yang bahkan sekretaris nya sendiri, urat malu nya udah putus itu pasti.


Akhirnya Reyhan puas mengganggu Merisha dan dia mengikat rambut Merisha seperti sedia kala.


Merisha heran, kenapa seorang Reyhan bisa mengutak-atik rambut perempuan dengan cantik nya apa dia belajar sendiri atau ada perempuan lain sehingga dia bisa seperti ini.


"kenapa kau bisa sangat ahli dalam urusan rambut seperti ini". tanya Merisha tanpa basa basi.


"ibu ku yang menyuruhku untuk belajar, dia bilang jika aku sudah menemukan wanita ku kelak maka terapkanlah apa yang telah ku pelajari selama ini, termasuk yang seperti ini". Reyhan mengecup leher Merisha hingga membuat Merisha merinding.


"siapa memang yang mengajari hal mesum seperti itu pada mu, dan kau pasti masih dibawah umur untuk menerima pelajaran seperti itu".


"haha kau betul sekali sayang, aku masih di bawah umur dalam pelajaran ini, tapi aku belajar otodidak karena aku melihat ayah ku melakukan itu pada ibu ku". ada senyum masam yang tercipta di wajah Reyhan ketika dia menyebutkan ayah nya. Dan Merisha menjadi tidak nyaman karena dia baru saja menyebut sesuatu yang membuat Reyhan sedih.


"maafkan aku". Merisha menunduk kan kepala nya merasa bersalah.


Reyhan yang telah selesai menguncir rambut Merisha langsung membalikan tubuh di depan nya agar menghadap nya.


Dia masih melihat raut bersalah di wajah Merisha meskipun dia menundukkan kepala nya.


"kenapa kau minta maaf". Reyhan menangkup pipi Merisha dan mengangkat nya.


"aku jadi mengingatkanmu tentang ayah mu". Merisha menatap mata Reyhan penuh rasa bersalah.


Reyhan tidak tau bagaimana bereaksi selain memberikan ciuman di bibir Merisha.



Akhirnya Merisha sampai di kampus.


Ketika Merisha hendak keluar tiba\-tiba Reyhan menahannya.


Merisha menoleh ke belakang dan melihat Reyhan yang menunjuk\-nunjuk bibir nya.



"kenapa. sakit". Merisha memiringkan kepala kebingungan dengan maksud Reyhan sebenarnya.


Sedangkan Reyhan yang kesal karena Merisha tidak peka dengan apa yang dia mau langsung menarik Merisha dan langsung mencium nya.



"sekarang lakukan". Reyhan menunjuk lagi bibir nya.


"bukannya tadi sudah".


"itu tadi hanya pelajaran singkat, dan itu inisiatif ku bukan dari mu".



Merisha sudah tidak bisa membantah lagi karena dia sudah hampir terlambat, akhirnya dia mencium Reyhan dan segera pergi.



"haha lucu sekali bukankah begitu Abi". Reyhan tergelak melihat ekspresi Merisha yang menahan malu sambil berlari ke dalam kampus.



*terserah anda saja tuan muda*.



Setelah kelas pertama selesai, seorang dosen mengajak Merisha dan Daniel untuk belajar bersama di perpustakaan.


Ingin sekali Merisha menolak tapi mengingat ini bisa menambahkan poinnya dalam kegiatan sosial, maka dia pun melakukannya.


Perpustakaan yang sepi di huni beberapa mahasiswa yang sedang belajar dengan tekun.


Disana terdapat Merisha dan Daniel yang sedang belajar bersama.


Merisha dan Daniel duduk berhadapan. Saat Merisha menjelaskan poin-poin penting dalam belajar kali ini, Daniel hanya fokus melihat bukan mendengar perkataan Merisha.


Merisha yang menyadari itu langsung berhenti berbicara dan melihat Daniel.


Merisha memajukan badannya kedepan dan berkata.


"aku ingatkan kepadamu jangan terlalu dekat denganku, aku memang sudah menganggap mu teman tapi tidak lebih dari itu, dan jika kau berani melewati batas maka kau akan menanggung akibatnya". ucap Merisha datar dan penuh tatapan dingin yang membuat Daniel seketika merasa terkejut.


Dia tidak menyangka seorang gadis kecil yang seperti lemah tak berdaya dan bahkan tak mampu membela diri, saat ini sedang menggertak nya.


Hal ini bukan menjauhkan melainkan Daniel semakin tertarik dengan Merisha.


luar biasa. kau sungguh melampaui ekspektasi ku.


Bersambung!!