MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Hamil



{setengah jam kemudian}


Merisha membuka mata nya dengan perlahan. Dan dia melihat ada selang infus yang menusuk di punggung tangannya.


aduhh aku lemas sekali.


Merisha memperhatikan sekeliling, tidak ada siapa-siapa dikamar itu.


dimana Reyhan.


Saat Merisha ingin bangun, tiba-tiba sebuah suara datang.


"sayang, kau sudah bangun". Reyhan berlari kecil menghampiri Merisha.


Dan di belakang nya ada Abi dan Garild.


"aaah iya".


"apa kau merasa lebih baik sekarang". tanya Reyhan.


"iyaa, tapi saat ini aku merasa lemas sekali".


"itu karena kau banyak muntah tadi".


"hmm mungkin".


"kau kenapa". tanya Merisha saat melihat Reyhan yang terus-terusan tersenyum saat masuk ke kamar.


"aku punya kabar paling baik untuk mu". ucap Reyhan dengan senyum yang tak kunjung pudar.


"apa itu".


Reyhan menangkup kedua pipi Merisha dan memberikan sebuah ciuman manis.


Garild dan Abi yang juga ada berada di kamar itu langsung memalingkan mobil.


Abi sudah terbiasa dengan momen seperti ini, tapi Garild dia kesal karena Reyhan memperlakukan mereka seperti seekor lalat tidak terlihat.


"kau hamil sayang". ucap Reyhan tergelak.


Karena terkejut Merisha tidak tau harus bagaimana.


Karena melihat ekspresi Merisha seperti sedang kebingungan Reyhan pun menyadarkan Merisha kembali.


"hei kau kenapa. Apa tidak suka". tanya Reyhan dengan tatapan nanar.


"aa tidak. Aku.. aku hanya terkejut saja. Aku tidak tau mau merespon seperti apa. Dalam perut ku yang kecil ini akan menampung manusia kecil selama 9 bulan, apa dia betah lama-lama disana kenapa lama sekali". konyol sekali perkatan Merisha.


Mendengar perkataan konyol Merisha semua orang yang ada di kamar itu tertawa.


Bahkan Abi yang jarang tertawa lepas pun tidak bisa menahan tertawa nya.


"hei bocah nakal, belum lahir saja sudah membuat ibumu menjadi orang bodoh". sambil tergelak Reyhan menyentil perut Merisha.


"hei sakit". Merisha merengut sambil mengusap perut nya yang disentil.


"tidak perlu pedulikan perkataan ku tadi, entah kenapa aku ingin anak ini cepat-cepat lahir supaya aku bisa bermain dengan nya dan tidak selalu berduaan saja dengan ayah mesum nya ini". goda Merisha pada Reyhan.


"apa kau bilang tadi, sayang". Reyhan perlahan mendekatkan diri pada Merisha sampai suara Garild terdengar menghentikan candaan pasangan itu.


"oi Reyhan kau anggap kami berdua ini apa. Aku masih single apa kau tidak perhatian padaku". Gerutu Garild.


"kalau begitu cari sana. Yaa walaupun kau jauh dibawah ku dalam hal ketampanan, tapi aku akui kau cukup memenuhi kualifikasi pria idaman wanita". ucap Reyhan tanpa menoleh sedikit pun pada Garild.


"dasar". Garild hanya bisa menghela napas melihat tingkah Reyham seperti ini.


"tapi Rey, apa bayi nya baik-baik saja, karena tadi perut ku mengalami kram luar biasa".


"tidak ada masalah apa-apa, nona. Anda tadi apa minum sesuatu yang bergas soda atau apa lah misalnya". tanya Garild menghampiri Merisha dan Reyhan.


"ehmm ya aku minum soda tadi".


"jangan khawatir nona, semua baik-baik saja dan sekarang anda harus makan sesuatu karena tubuh anda lemah sekali sekarang".


"terima kasih dokter... ". Merisha tidak tau nama dokter muda ini.


"saya Garild nona, anda bisa panggil saya Garild saja". dengan wajah tampan nya, Garild menyebarkan pesona nya pada Merisha.


"baiklah dokter Garild".


Merisha memberikan senyuman ramah nya pada dokter itu.


Untuk Reyhan tentu saja kesal, dia tidak mau Merisha tersenyum kepada laki-laki selain dirinya.


"pergilah, dan Abi ambilkan bubur dan semangkok buah kecil".


"baiklah, sampai jumpa nona saya akan kembali besok dan untuk infus nya saya akan mengirim seseorang untuk melepas nya jika sudah habis".


"baiklah".


Garild menunduk hormat dan berlalu pergi tanpa bicara apa-apa.


Bersambung!!!