MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Game 1



{ pagi }


Matahari kembali menyusup lewat jendela-jendela besar kamar hotel Reyhan.


Dengan sengaja memanfaatkan kilauan nya agar seseorang terbangun dari tidur nya dan melihat bagaimana keadan nya sekarang.


Dan kilauan itu mendarat tepat di wajah Merisha.


Dia terbangun karena merasa bagian pipi nya terasa panas akibat matahari.


Dia mengerjapkan mata perlahan dan melihat Reyhan yang dengan nyenyak nya di bawah sana sambil membenamkan wajah nya di dada Merisha.


Merisha melepaskan pelukan Reyhan denan perlahan agar Reyhan tak terbangun.


Dan begitu terkejutnya Merisha saat melihat badan nya yang sudah penuh dengan tanda merah.


"Reyhaaann". teriakan Merisha langsung membuat Reyhan bangun.


Reyhan dengan terpaksa membuka mata nya dan mencoba melihat apa yang sebenarnya terjadi.


"apa sayang". tanya Reyhan pada Merisha yang sedang berdiri di depan cermin besar.


"kau.. lihatlah apa yang telah kau perbuat". dengan kesal merisha menunjukan tanda-tanda merah yang bertebaran di tubuh nya pada Reyhan.


Sementara Reyhan yang melihat nya hanya tersenyum.


"kau sedang menggoda ku". tanya Reyhan dengan tatapan sengaja menggoda Merisha agar kesal.


"goda apa nya, sekarang aku tidak bisa keluar kalau tubuh ku seperti ini, sayaangg". ucap Merisha dengan penuh penekanan saat menyebutkan kata sayang.


"kalah begitu jangan keluar, temani aku seharian disini".


"yang benar saja apa yang mau dilakukan seharian disini". kekesalan Merisha hampir mencapai puncak dia berpikir buat apa juga Reyhan seharian disini, apa dia tidak mau menyelesaikan urusan bisnis nya disini.


"ayo kita bermain".


Merisha melihat tajam pada Reyhan dia curiga kalau Reyhan punya rencana tersembunyi.


"kau tidak merencanakan sesuatu kan".


Reyhan mengangguk padahal benar apa yang di perkirakan Merisha.


"tentu". ucap Reyhan.


Akhirnya Merisha menyetujui ide Reyhan untuk bermain dengannya seharian.


Sebelum memulai, mereka berdua membersihkan diri terlebih dahulu.


~


Mereka berdua juga telah sarapan. Abi yang membawakan nya tadi.


Setelah sarapan mereka berdua kembali ke perbincangan tentang keseharian di dalam kamar hari ini.


"sekarang beritahu permainan apa yang ingn kau mainkan". tanya Merisha saat mereka berdua telah selesai mandi.


Mereka berdua sama-sama memakai kaos lengan pendek karena tidak ada rencana untuk keluar hari ini.


Apalagi Reyhan, mungkin jika dia keluar dengan baju kaos ini pasti akan banyak mata yang melihat tubuh kekar nya.


kenapa dia seperti biasa saja melihat ku. apa badan ku ini kurang menurut nya.


Sementara Merisha hanya menatap Reyhan kebingungan, sudah dari tadi dia bertanya tentang permainan tapi belum juga di jawab Reyhan malahan bukan menjawab dia terus menatap Merisha.


"apa". tanya Merisha.


"tidak ada yang mau kau katakan sekarang". Reyhan malah balik bertanya sambil menunjuk tubuh nya sendiri.


Merisha menatap sebentar kemana jari Reyhan menunjuk dan kembali beralih menatap Reyhan.


"tidak. sekarang cepat bilang padaku permainan apa yang kau sarankan".


Reyhan menghembuskan napas pelan melihat ketidak pengertian Merisha.


baiklah, kan ku buat kau mengakuinya nanti.


Reyhan pun mulai menjelaskan permainannya.


"sebelum aku memberitahu mu, bagaimana kalau kita menentukan dulu hadiah bagi pemenang dan hukuman bagi yang kalah dan kau harus menerima permainan ku apapun itu".


"baiklah". dengan cepat Merisha jawab tanpa Bertele-tele.


dia tidak memikirkannya dulu. baiklah kalau kau tidak sabaran.


"pemenang berhak memilih hukuman apa untuk si kalah, dan si kalah wajib menerima segala hukuman nya". dengan seringai yang sudah dari tadi dia pancarkan membuat Merisha cemas tentang nasib nya nanti.


Tapi dia juga harus berusah menang agar ada hari dimana special day nya sendiri, dan dia juga harus memanfaatkan kesempatan ini untuk mengerjai Reyhan.


Setelah berpikir lama, dengan menghembuskan napas panjang Merisha menyetujui akhir permainan yang dibuat Reyhan.


"baiklah, aku setuju". dengan tatapan serius nya Merisha berhasil membuat Reyhan tergelak.


"baik, permainan nya adalah siapa yang bisa membuat kissmark terbanyak dalam 5 menit".


"bai.. apa kau, permainan apa ini". teriakan Merisha memenuhi kamar mereka dan Reyhan spontan menutup telinga nya.


"kau, jangan macam-macam. aku tidak mau permainan batal". Merisha menolak keras dan ingin turun dari kasur, tapi terhenti saat Reyhan mengatakan sesuatu.


"hei jangan lari, bukannya kau orang yang tidak suka membatalkan sesuatu hal yang sudah paten". Reyhan telak menjebak Merisha dalam permainan nya dan menyerang Merisha di titik dimana dia harus menerima kenyataan.


"paten apa. ini hanya permainan pokoknya ak.. "


"kau orang yang bertanggung jawab bukan sekarang tanggung jawab karena kau telah membatalkan perjanjiannya".


kita lihat sampai mana kau akan menolak.


aku orang yang bertanggung jawab itu prinsip ku.


bagaimana ini. apa aku harus menerima nya, harus aku harus menerima nya demi hadiah pemenang aku akan berusaha. siapa tau ini hari ku untuk mengerjai nya.


Dengan penuh keyakinan Merisha berbalik dan kembali duduk di atas kasur.


Dengan hembusan napas panjang, Merisha siap menyampaikan keputusannya.


"huhhh, baik aku terima".


Reyhan tersenyum licik mengetahui Merisha menyetujui permainan nya. Dia sudah tau jika dia bilang Merisha tidak bertanggung jawab maka gadis itu akan merasa bersalah dan telah melanggar prinsip nya.


"baik, kita mulai permainan nya".


Bersambung!!