
Hari ini adalah hari pertama magang Merisha Karsya.
Bahkan orang-orang yang tau kalau dia adalah putri dari keluarga Karsya pun bertanya-tanya kenapa dia harus memilih bertugas di perusahaan orang lain daripada perusahaan milik sendiri.
Dengan menggunakan pakaian formal seperti karyawan lain dengan rambut yang di kuncir satu Merisha menunjukkan aura imut yang berkesan elegan walaupun dirinya masih remaja.
Para karyawan bagian divisi nya lumayan baik menurut Merisha, apa lagi para laki-laki dengan senang hati mengerubungi meja Merisha karena terkagum dengan usia yang masih belia dia sudah mau lulus kuliah.
Di sisi lain Reyhan yang sedari tadi terus memperhatikan pergerakan Merisha dari monitor yang terhubung ke cctv di ruangan itu.
Reyhan sedikit kesal karena Merisha di kerubungi banyak orang apalagi para laki\-laki itu seperti terpesona dengan Merisha.
Walaupun Merisha tidak terlalu menanggapi mereka, tetap saja Reyhan tidak terima.
"Abi". panggil Reyhan pada sekretarisnya itu yang berada satu ruangan dengannya.
"ya tuan muda".
"saat jam makan siang nanti panggilah dia kemari". Reyhan menyandarkan kepala nya ke kursi sambil memejamkan mata nya.
"baik". Abi menundukan kepala nya dan keluar dari ruangan itu.
{ jam makan siang }
Merisha harus meminta maaf pada teman-teman baru nya walaupun hanya satu dua orang, tapi itu tetap teman bagi Merisha.
Karena tadi Abi bilang padanya kalau saat jam makan siang dia harus pergi ke ruangan Reyhan.
Perjalanan Merisha ke ruangan Reyhan di penuhi beberapa mata yang melihat nya dengan tatapan menghina dari para wanita.
Merisha tidak terpengaruh oleh tatapan serta omongan-omongan yang menyakiti telinga nya.
Saat Merisha memasuki ruangan tiba saat nya para wanita bergunjing.
"kenapa dia sampai bisa masuk ruangan pak Reyhan".
"apa dia penggoda".
"ya aku ingat, mungkin dia kerabat dari tuan Reyhan, tapi dia menyembunyikan identitas nya".
"sudahlah jangan membicarakan orang lagi, apa kalian tidak lapar, ayo kita makan siang".
Mereka pun berhenti bergunjing dan langsung pergi ke kantin.
Sementara Merisha, saat baru menutup pintu tadi dia di sambut dengan ciuman panas dari Reyhan.
Merisha terbelalak kaget, dia tidak tau harus merespon bagaimana.
kenapa dia.
Bukannya melepas Reyhan malah terus menekan tengkuk Merisha agar ciuman Merisha semakin dalam sehingga Merisha harus berjinjit dan meremas lengan Reyhan.
Setelah beberapa menit Reyhan pun melepas ciuman nya dan dia menatap wajah Merisha yang sudah kemerahan karena hampir kehabisan napas.
Reyhan menarik tangan Merisha agar mengikuti nya dan dia sekarang duduk di kursi kebesaran nya sementara Merisha duduk di pangkuan nya.
"kau kenapa". tanya Merisha saat napas nya sudah mulai normal.
"apa kau bahagia hari ini".
"ya". Merisha mengangguk cepat.
"kau lapar". tanya Reyhan yang sudah memasukan tangan nya ke baju Merisha dan mengelus perut kecil serta hangat istri nya.
Merisha mengangguk dengan cepat dan itu membuat Reyhan tersenyum.
"masuk". perintah Reyhan pada orang di luar yang ternyata Abi, dia membawa dua kotak makanan dan segera keluar lagi dari ruangan itu.
Merisha yang ingin turun dari pangkuan tertahan oleh tangan Reyhan yang melingkar di perut nya.
"kau mau kemana".
"mau kesana, aku tidak bisa makan seperti ini". Merisha menunjuk sofa di depan nya.
"disini saja".
"tapi.. ".
Reyhan mengubah posisi Merisha yang awal nya duduk menyamping menjadi duduk berhadapan langsung dengan meja.
"kau mau makan atau aku yang memakan
mu". bisik Reyhan dari balik punggung Merisha.
si mesum ini semakin menjadi saja tingkah nya.
Bersambung!!!