
Setelah selesai belanja, keduanya berjalan menuju parkiran dan pulang. Tiba di kost Krisna langsung masuk kamar sementara Poda membawa barang belanja. Meninggalkan kebutuhannya di kamar Krisna karena laki-laki itu setiap hari pasti kesana.
Malam sudah semakin larut ketika keduanya tiba di kediaman Krisna sehingga Poda memilih untuk langsung pulang. Karena berpikir jika semakin lama di sana, bisa jadi pertahanannya runtuh.
Tidak bisa disangkal, sudah bisa dibayangkan apa yang akan dilakukan laki-laki dewasa ketika sedang berdua dengan seorang wanita. Meskipun mereka bersikukuh menahan godaannya, tapi jika nanti setan mampir tamatlah keduanya.
"Sayang, aku pulang dulu! Semua belanjaan sudah ku taruh di sana termasuk barang kebutuhanku karena aku setiap hari pasti kesini," ucap Poda sembari menunjuk kotak di sebelah meja.
"Terima kasih," tukas Krisna.
"Muuachh," Poda mengecup singkat bibir Krisna lalu bergegas meninggalkan kamar.
Selepas kepergian Poda, Krisna tersenyum karena perlakuan laki-laki itu. Ternyata Poda bisa bersikap manis seperti dulu, meskipun selama ini dia selalu menyakiti Krisna.
Di tempat lain, di kamar kost Poda tersenyum seorang diri. Jujur saja hari itu adalah hari bahagianya. Hanya hal kecil yang dilakukan mampu membuat wanita kesayangannya tersenyum sepanjang sore.
"Akhirnya bisa melihat senyum manismu lagi," gumam Poda.
Laki-laki itu kembali memikirkan Krisna karena bayangan wanita menggemaskan tidak bisa hempas begitu saja. Semenjak hubungan keduanya membaik, Poda tidak pernah berhenti tersenyum. Hingga tanpa di sadari, ketika di kantor ada orang lain yang memergoki Poda tersenyum dalam lamunannya.
Tentu saja saat itu Poda malu bukan main, tapi biarlah karena otaknya telah tercuci oleh bayangan Krisna. Sebenarnya dia sedikit kaku jika menyangkut perasaannya. Bagaimana mungkin laki-laki yang terkenal angkuh dan egois itu tersenyum. Sangat sulit untuk menerima kenyataan. Namun sudahlah Poda mengikhlaskan semua gengsi yang ada untuk merasakan indahnya cinta.
Malam itu dua insan dalam tempat yang berbeda, namun dengan rasa yang sama. Gelisah akan malam yang membuat tidurnya tidak nyenyak. Serta harapan agar hari segera esok karena mereka tak sabar ingin segera bertemu.
Tanpa sadar, dua sejoli itu terlelap tidur karena lelah berpikir tentang pasangannya. Hingga pagi menjelang dan keduanya kembali bertemu. Poda tiba di kost Krisna pukul 05.30 sudah lengkap dengan pakaian kantor serta tercium aroma maskulin. Pertanda Poda sudah mandi dan siap berangkat kerja.
"Setan apa yang merasukimu? Apa tidak salah? Ini bahkan masih setengah enam sayang," gumam Krisna.
"Tidak, aku sudah sangat merindukanmu," ucap Poda jujur seraya mendekat.
Krisna tersenyum, ternyata bukan hanya dia yang merindukan Poda. Beruntung rasa rindunya terbalaskan. Karena saat itu Krisna sedang menyiapkan makanan, Poda segera membantunya. Melepas sepatu lalu menyiapkan meja seperti biasa.
"Nasi goreng dengan telur mata sapi di atasnya, hm pasti enak," gumam Poda.
"Tentu saja apalagi dibuat dengan penuh cinta," sambung Krisna.
Keduanya lalu tertawa, tapi mendadak Poda mencubit hidung Krisna membuat wanita itu mengerucutkan bibir. Tidak untuk Poda, laki-laki itu selalu tersenyum ketika melihat Krisna kesal.
Melakukan morning kiss kedua, tanpa malu Poda menggoda Krisna lagi. Kebiasaan Poda akhir-akhir ini karena menurut Poda tentu menyenangkan. Pasti juga Krisna menikmati godaannya terlebih jika saat itu adalah malam. Bisa dipastikan dunia keduanya runtuh seketika.
Selesai sarapan Poda menyalakan TV sedangkan Krisna membereskan piring. Sekelebat bayangan masa lalu terngiang begitu saja. Dengan sangat jelas Poda melakukan itu semua, bahkan dia sangat menikmatinya.
Di tempat yang sama bahkan di waktu yang juga bersamaan Poda dan Krisna selalu melakukan hal gila setiap pagi. Rutinitas keduanya sebelum berangkat kerja. Tidak hanya pagi, namun terkadang sepanjang malam.
"Arrgghhh! Kenapa bayangan itu muncul!," ucap Poda kesal seraya mengacak rambutnya.
Tepat ketika Krisna di depan pintu, dia melihat Poda mengacak rambutnya. Saat itu juga rambut yang tadinya sudah tersisir rapi menjadi berantakan. Tentu saja Krisna tergoda akan itu.
"Apa yang ka..," ucap Krisna terpotong karena Poda dengan cepat menarik Krisna dalam pelukannya.
"Kenapa?," lirih Krisna.
"Aku merindukanmu," bisik Poda di telinga Krisna.
Wajah wanita itu memerah seketika. Mendadak panas setelah mendengar bisikan setan laki-lakinya. Krisna masih berusaha mengatur dirinya agar tidak lepas kontrol.
Masih memeluk Krisna dengan erat, tanpa sengaja Krisna justru memegang leher Poda dengan kedua tangannya dan menatap laki-laki di depannya. Tentu saja dia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.
Merasa mendapat lampu hijau, Poda segera mendekatkan wajah mereka. Menepis jarak yang ada hingga bibir keduanya saling bersentuhan. Poda diam membiarkan bibirnya menyentuh bibir Krisna.
Entah apa yang merasuki Krisna, tiba-tiba manita itu memejamkan mata. Seperti berharap Poda melakukan yang lebih dari itu. Segera Poda menggigit kecil bibir di depannya lalu melu*at lembut.
"Hentikan sayang, ku mohon!," lirih Krisna dalam hati.
Perlahan Poda ikut memejamkan mata menikmati ciuman yang diawalinya. Seperti ingin melepaskan, tapi tidak ingin mengakhirinya. Cukup Poda merasa kalut dalam bisikan setan.
Krisna melepas tangannya dan menangkup wajah Poda. Membuka mata dan melihat Poda juga membuka matanya. Poda melepas bibirnya lalu memeluk Krisna. Membisikkan sesuatu tepat di telinga wanita itu.
"Maaf," sesal Poda seraya mengusap kepala Krisna.
"Aku sangat mencintaimu, tapi tidak bermaksud melakukan itu lagi! Aku masih ingat dengan janjiku, maafkan aku," tambah Poda dengan suara rendahnya.
"Sial! Kenapa malah Mendes*h bodoh! Hentikan suara serakmu itu!," gerutu Krisna dalam hati.
Ingin sekali Krisna memaki Poda karena apa yang dilakukan hampir membuat semuanya berantakan. Pertahanan diri yang selama ini di bangun Krisna hampir saja roboh. Jika semua sudah terjadi mungkin saja Krisna akan menikmati, tapi beruntung Poda lekas menyudahi.
"Maafkan aku juga," bisik Krisna tepat di kuping Poda.
Wanita itu sedikit berjinjit ketika membisikkan sesuatu karena Poda lebih tinggi darinya. Poda kesal karena wanita itu seperti berniat menggodanya akhirnya dengan rasa kesal Poda melepas pelukannya.
"Sayang, jangan menggodaku!," ucap Poda parau.
"Hei, bisakah kamu hentikan suaramu yang seksi itu? Aku tidak kuat menahannya haha," tukas Krisna dengan seringai tawanya.
"Dasar menyebalkan!," ketus Poda.
"Lagian mana bisa kamu menolak pesonaku yang masih muda dan menggoda ini," pancing Poda.
"Hei sadarlah kamu bahkan suka menjadi om om tua masih saja mengaku muda!," gerutu Krisna kesal karena Poda yang tidak menyadari usianya.
"Oke, terserah apa katamu! Kalau begitu aku tua, tapi menggoda kan?," pancing Poda lagi.
"Hei pergi sana!," usir Krisna cepat.