My Hidden Love

My Hidden Love
Stage 31 Menahan



Tidak ada yang lebih bahagia


Ketika dua orang sama-sama terlena


Menikmati malam bersama


Dan menyisahkan tanda di dalamnya


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Selama Poda tidak memberi kabar, Krisna tetap mencari kost untuk mereka berdua hingga Krisna mendapatkan yang sesuai keinginannya. Setelah mendapat kost itu, dia segera membuat kesepakatan dengan pemilik kost. Krisna menerangkan bahwa Krisna dan Poda sudah melangsungkan pertunangan. Mereka akan melakukan pernikahan sebentar lagi. Saat ini mereka sama-sama bekerja yang jauh dari rumah. Maka mereka memutuskan mencari tempat tinggal di dekat kantor.


Krisna dan Poda diperbolehkan selalu bertemu di kost manapun selagi tidak melebihi pukul 21.00 WIB. Saat Pagi, Poda boleh berkunjung ke tempat Krisna pukul 06.00 atau bahkan lebih pagi. Jarak kost mereka hanya 10 meter dan dapat di tempuh dengan jalan kaki.


Awalnya Poda pagi datang pukul 06.00 WIB hanya untuk sarapan dlan ketika malam tiba, Poda makan malam di kost Krisna hingga pukul 21.00 WIB seperti kesepakatan semula. Mereka berdua begitu menghargai peraturan ada. Namun tiba-tiba ada hal tak terduga yang terjadi. Penghuni kost lain membawa pasangannya masuk kamar. Padahal peraturan semula hanya di depan pintu dan kamar dalam keadaan terbuka.


"Brem.. Bremmm... Brem"... Suara KLX menderu. Padahal saat itu sudah menunjukkan pukul 21.30 WIB. Karena penghuni kost di sini adalah perempuan semua, Krisna akhirnya keluar untuk melihat siapa yang datang, dan kenapa sampai selarut ini. Ternyata itu adalah tamu penghuni sebelah kamar Krisna.


Bisa dikatakan Krisna termasuk kategori kepo akut. Setelah tamu laki-laki masuk ke kamar sebelah, Krisna segera keluar kamar. Setelah tadi tau bahwa yang datang adalah tamu laki-laki, dia kembali masuk ke kamar. Krisna mengamati KLX di depannya. Meneliti sandal yang ada dan memperkirakan usia penghuni kamar sebelahnya. Sepertinya penghuni kamar itu berusia di bawah Krisna.


"Tapi mengapa dia berani sekali membawa laki-laki masuk ke dalam kamarnya? Apakah tidak takut ada yang melihat?," gumam Krisna.


Satu jam berlalu, sang laki-laki tidak juga keluar. Akhirnya dengan penuh kesengajaan, Krisna menguping apa yang mereka lakukan. Krisna melewati depan kamar saat akan menuju kamar mandi. Namun dia mendengar suara yang serasa tidak asing di telinganya. Tidak begitu jelas hanya seperti berbisik.


Kemudian Krisna menempelkan kupingnya dan mendengarkan baik-baik suara apa yang sebenarnya didengar. Kini Krisna menempelkan kuping lebih tajam mencari dimana titik yang dapat untuk mendengarkan suara itu dengan jelas.


"Hm, pantas saja aku seperti mengenal suara itu, ternyata mereka sedang melakukan ritual malam," gumam Krisna dalam hati


Setelah mendengar suara dari dalam Krisna segera masuk ke kamarnya. Tidak mau ada yang mengetahui jika dia menguping.


"Mungkin mereka baru sekali ini atau memang setiap malam begini? Yang jelas saat ini mereka melakukannya, jika malam ini tidak ada yang tahu besok aku akan membawa Poda kesini! Eh, sadar kris! Sadar! Bukankah kamu sepakat untuk menghentikan ini!," teriak Krisna dalam hati seolah mengingatkan seraya memukul kepalanya sendiri.


Tepat setelah Krisna menutup pintu kamarnya, terdengar suara orang berjalan. Mungkin ada yang menuju kamar mandi. Kamar mandi disana memang berada di luar. Kemudian Krisna seperti mendengar pintu kamar mandi ditutup disusul suara pintu terbuka. Sepertinya seseorang keluar lagi dari kamar sebelah. Lalu mendengar suara kran di putar dan suara kucuran shower.


"Mungkinkah mereka mandi berdua?," lirih Krisna.


Berjalan menuju kamar mandi untuk melangsungkan acara mandi paginya, namun terhenti karena kembali mendengar suara seperti di kamar sebelahnya tadi.


"Sial! Mereka melakukannya lagi," umpat Krisna setelah mendengar suara di dalamnya.


Sepertinya kost disini bebas nyatanya mereka dengan terang-terangan bercinta di sini. Penghuni lainpun nampak tidak keberatan. Mereka bebas melakukan apapun tanpa ada yang tahu, dan tanpa ada yang melarangnya. Krisna akhirnya mengirim pesan kepada Poda untuk memberitahukan hal ini.


From : Krisna


"Sayang, seperinya kost di sini bebas"


From : Poda


"Bebas?"


From : Krisna


From : Poda


"Tidak ada yang menegur selain kamu?"


From : Krisna


"Tidak, justru mereka seperti melihat hal yang sudah biasa"


From : Poda


"Kenapa? Kamu merindukanku?"


From : Krisna


"Tidak! Ini masih pagi, aku tidak mau kesiangan, ingat kita sudah bersepakat menghentikan semuanya!"


From : Poda


"Sesekali kesiangan tidak apa-apa kan? Beserta emoticon love and kiss"


From : Krisna


"Terserah, aku malas berdebat denganmu"


Tidak ada balasan dari Poda lagi. Mungkin dia sibuk. Lima menit kemudian tiba-tiba ada suara motor datang.


"Seperti motor Poda," lirih Krisna.


"Sudah lama menungguku? Sudah tidak sabar ya?," goda Poda.


Jiwa lelaki Poda sudah berkecambuk ketika Krisna mengatakan semalam ada sesuatu di kamar sebelah. Bukannya Poda menggila karena kata-katanya, tapi karena Poda sudah sangat lama tidak melakukannya. Bahkan ketika bertemu Resta, Poda memutuskan untuk pulang. Tidak mau semakin jauh dengan Resta. Karena ia tidak mau wanita itu menuntut apapun darinya.


Poda segera masuk kamar. Melihat Krisna sedang menyisir rambut, Poda segera menarik Krisna dalam pelukannya. Memojokkan Krisna disudut kamar. Tangannya mengunci agar Krisna tidak bisa berpaling. Menatap matanya yang teduh. Krisna tidak terlihat buas meski sebenarnya Krisna jauh lebih buas dari Poda. Namun dia mampu menjaganya. Sekarang tidak akan ada lagi kebiasaan itu. Mereka sama-sama berjuang melupakan masa kelamnya.


Mengamati ujung rambut hingga ujung kaki. Matanya rertuju pada paha yang masih mengenakan hotpants. Poda merasakan Krisna semakin cantik setelah dia mengabaikannya selama ini. Terakhir kali melihat ketika Poda dan Krisna makan siang. Disitu Krisna terlihat sedikit hitam dan dekil. Namun kali ini Krisna kembali terlihat putih, cantik dan menggoda.


"Apa mungkin Krisna punya laki-laki lain sehingga dia menjadi cantik seperti ini?," gumam Poda dalam hati.


Krisna hanya diam di depan Poda. Tidak seperti biasanya yang selalu mencium Poda. Mungkin Krisna menginginkan sesuatu yang berkesan.


Mengamati dengan jelas leher jenjang Krisna. Poda menghembuskan nafas pelan di lehernya. Berniat akan menciumnya namun Krisna menahan agar Poda tidak melakukannya. Bahkan wanita itu sedikit berteriak.


"Hentikan! Ingat kita bersepakat akan mengakhirinya! Bagaimana mungkin kamu lupa akan komitmenmu ha?," teriak Krisna.


Tidak menyangka laki-laki yang disayanginya akan melakukan hal buruk lagi. Dulu mereka pernah bersama dalam balutan cinta namun setelah kesepakatan itu dibuat, Krisna berjanji kepada dirinya sendiri jika dia harus bisa melawan hawa murka itu.


"Mungkin Poda tidak bisa menahannya atau memang dia tidak berniat menghentikannya? Dasar laki-laki!," batin Krisna.