My Hidden Love

My Hidden Love
Akhir



Aku membutuhkanmu seperti saat ini


selalu mencari cara agar kita tetap bersama


meski nantinya,


jarak hanya mampu tertepis sekian ribu detik lamanya


Aku tak mengapa


lebih dari bahagia ketika bersanding berdua menemani dalam untaian luka


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sedetik kemudian Krisna berubah pikiran. Dia sadar apa yang dilakukan dengan Terry salah. Bagaimanapun dia tetap harus menghormati pernikahannya. Ya, meskipun sama sekali tidak menginginkannya.


~Ketika kamu memilih untuk mendua, tidak seharusnya kamu berprinsip cinta pertama baik-baik saja. Kamu tidak boleh egois. Kamu harus memilih salah satunya. Jika kamu tetap mempertahankan dua-duanya, lalu apakah sanggup suatu hari nanti kamu merasakan pembalasannya? Ketika kamu memilih berselingkuh, maka konsekuensi dari hubungan itu adalah terungkap. Jika kamu tidak bisa menjadikan seseorang prioristasmu, setidaknya jangan jadikan dia sebagai formalitasmu~


"Drrtt ddrrttt drrtt" ponsel Krisna kembali bergetar.


Bahkan belum ada lima menit wanita itu mendengar getaran terakhir. Satu pesan muncul dan nama Terry terpampang sebagai pengirimnya.


From : Terry


"Maaf, aku hanya bercanda. Aku tidak mungkin bisa melupakanmu jika terus berada di dekatmu"


From : Krisna


"Apa maksudmu?"


From : Terry


"Jika suatu saat semua orang mengetahui tentang hubungan kita, siapa yang akan kamu pilih? Aku atau dia dan Anggar?"


Mendadak Krisna merasa kepalanya pening. Bukan karena fertigo si sakit kepala datang, melainkan kebenaran yang harus dia ungkapkan.


From : Krisna


"Aku mencintaimu, tapi meninggalkan Anggar adalah ketidakmungkinan untukku"


From : Terry


"Noted. Aku sudah memikirkannya"


Wanita itu sadar jika letak kesalahannya ada pada dirinya. Tidak seharusnya dia bermain api jika tidak ingin terbakar, tapi mengingat hidup juga butuh kebahagiaan maka dia akan dibenarkan.


Hari berlangsung begitu membosankan. Dia hanya berkutat dengan laptop dan semua laporan yang ada. Jika akhir-akhir ini dia tidak berpikir tentang Poda, maka saat ini dia berpikir tentang Terry.


"Tidak biasanya laki-laki itu tidak memberi kabar," gumam Krisna.


Siang berganti sore, sore berganti malam hingga pagi kembali menyambutnya dengan sorot mentarinya. Ada hal yang mengganjal dalam benaknya, tapi wanita itu tidak bisa mendeskripsikannya.


Ada sesuatu yang berbeda dari hidupnya, tapi dia tidak bisa menyadarinya. Saat dimana wanita itu terbiasa menderita, lalu datanglah Terry yang bersedia menerima keluh kesahnya.


"Tapi sekarang, ah tidak. Tidak mungkin dia pergi secepat ini. Tapi kenapa tidak memberi tahu ku? Bahkan tidak mengucapkan apapun kepadaku," gumam Krisna.


"Bodoh! Tentu saja dia pergi setelah aku mengatakan tidak akan memilihnya. Aku tidak mungkin meniggalkan seseorang, karena suatu saat seseorang akan berganti meninggalkanku," ucap Krisna pada dirinya sendiri.


Seakan bermonolog tidak cukup untuk berbagi, wanita itu memilih meratapi kesepiannya seorang diri. Mungkin takdir sedang menguji sampai batas mana kamu menggunakan hatimu.


Hidup adalah pilihan dimana satu adalah keputusan, dan dua tiga atau seterusnya adalah pilihan. Tidak butuh keraguan dalam setiap tindakan karena semua perbuatan akan berakhir dengan pembalasan berupa imbalan.


~Tentangmu, perlahan aku menyadari adanya rasa yang tak biasa. Dari ketidakpedulianmu membangkitkan rasa ketidakberdayaanku. Aku terluka setiap memandang tawa yang tercipta. Mungkin, saatnya aku mengakui jika jauh dalam lubuk hati aku mulai mencintai. Cassanova dalam angan yang permai. Namun kini terpaksa aku mengakhiri. Jika pergimu awal bahagiamu, maka aku akan melepaskanmu. Terima kasih telah menjadi sandaran dalam hidupku. Meski tidak selamanya bersamaku~


Terry pergi menjauh, bukan berarti dia mengeluh. Hanya saja laki-laki tidak ingin menyakiti. Dia cukup sadar jika hadirnya hanya menjadi penyambar. Sekalipun cintanya tulus, laki-laki itu bukan tidak memilih untuk berjuang. Dia ingin sesuatu yang dimilikinya adalah murni untuknya. Bukan untuk berbagi dengan sesamanya.


Meski awalnya menjadi yang kedua bisa membuatmu bahagia, percayalah jika menjadi yang pertama sungguh sempurna. Sederhana, tapi mampu membuatmu tertawa.


Cinta tidak bisa memilih kepada siapa dia berlabuh. Bukan tentang seseorang yang salah mengartikan sebuah kasih sayang, tapi tentang hati yang selalu sulit dimengerti.


Terlalu egois untuk sebuah rasa, juga terlalu bengis untuk penjahat rasa.


Krisna hidup dalam bayang kesalahan. Bagaimanapun Terry telah berjasa di masa perjuangannya. Meski saat ini laki-laki itu seperti ini.


Poda masih sama dengan sebelumnya. Laki-laki itu masih saja arogan dan keras kepala. Tidak pernah sekalipun peduli, apalagi jika ada sesuatu yang tidak ingin dimengerti.


Beruntung, wanita yang kini menjadi mama muda masih punya Anggar sebagai tempat bersandar. Bayi mungil yang kini mulai mengenali perubahan wajah mamanya mungkin mulai mengerti dengan beban wanita yang telah melahirkannya.


Setiap Krisna merasa hatinya kalut, Anggar selalu berhasil membuatnya salut. Seolah bayi itu tau apa yang harus dilakukan untuk menghibur sang mama.


Perihal Terry, laki-laki itu telah menjauh dari kehidupannya. Mungkin ada benarnya kita harus mengikhlaskan ketika sadar sulit untuk disatukan. Sementara Poda, dia masih berstatus suami Krisna. Hanya saja semua perbuatannya seperti lajang berusia 20 tahunan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=