My Hidden Love

My Hidden Love
Stage 54 Panggilan



Teruntuk hati yang sedang diuji


Biarkan dia menikmati laranya sendiri


Tertawa dalam balutan rasa


Tersenyum dalam indahnya cinta


Meski terkadang rasa kecewa menghampirinya


Jangan pernah lelah untuk mengerti


Karena cinta ada untuk saling melengkapi


Jangan pernah berhenti berharap


Jika sebenarnya hidupmu masih merasa belum lengkap


Karena hadirnya cinta sebaai pelengkap dunia


Maka biarkan alam menjadi penyaksi rasa


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Tidak," jawab Krisna.


"Tolong untuk saat ini saja, biarkan aku tahu semuanya," lirih Raka.


"Tahu tentang apa?," tanya Krisna penasaran. Pasalnya dia sering menceritakan tentang kehidupan dirinya dan Poda. Lalu apa yang Raka ingin tahu.


"Tentang siapa orang yang kamu sayangi," jawab Raka.


"Astaga, bukankah kamu sudah tahu kenapa menyanyakan itu?," ucap Krisna.


"Tolonglah, biarkan aku mengetahuinya sekarang, aku tahu kamu pasti mengerti dengan apa maksud pembicaraanku," lirih Raka. Dia terlihat hampir putus asa.


"Aku akan menjawabnya, tapi apa yang kamu tanyakan?," tanya Krisna.


"Aku tahu kamu tidak mencintai dia, tapi kenapa kamu mempertahankannya?," jawab Raka datar.


"Aku mencintainya Raka, bahkan melebihi aku mencintai diriku sendiri," ucap Krisna.


"Aku tahu kamu berbohong, tapi kenapa kamu menyanyikan lagu ini? Apa itu lagu yang kamu persembahkan untukku?," tanya Raka yang mulai terlihat binar bahagianya.


"Tidak, aku hanya ingin mendengarkan untuk saat ini," jawab Krisna.


"Baiklah, tanpa kamu menjawab aku sudah tahu jawabannya," ucap Raka frustasi.


"Kenapa kamu menanyakan sesuatu yang kamu sendiri sudah tahu jawabannya?," tanya Krisna.


"Karena aku ingin mendengar langsung darimu, ternyata begitu sulit memahami," lirih Raka.


"Hei, lihatlah kamu terlalu sempurna hanya untuk seseorang sepertiku," ujar Krisna. Dia tidak ingin Raka terlalu berharap. Padahal jelas terlihat perbedaan mencolok diantara mereka.


"Tapi aku mencintaimu," ucap Raka.


"Putar lagu itu, aku ingin menikmatinya," pinta Krisna. Dia tidak mau mendengar lebih banyak tentang ucapan Raka.


"Hm," jawab Raka acuh.


Hening sesaat ketika Raka diam mencari judul lagu tersebut. Setelah menemukan yang dicari, lalu menyentuh icon play pada touch screen monitor.


"Ku mencintaimu lebih dari apa pun


Meskipun tiada satu orang pun yang tahu


Ku mencintaimu sedalam-dalam hatiku


Meskipun engkau hanya kekasih gelapku


Ku tahu ku takkan selalu ada untukmu


Di saat engkau merindukan diriku


Ku tahu ku takkan bisa memberikanmu waktu


Yang panjang dalam hidupku


Yakinlah bahwa engkau adalah cintaku


Dan hanya padamu ku berikan sisa cintaku


Yang panjang dalam hidupku


Haa, hidupku, haa..


Ku mencintaimu lebih dari apa pun


Meskipun tiada satu orang pun yang tahu


Ku mencintaimu sedalam-dalam hatiku


Meskipun engkau hanya kekasih gelapku,


Oh


Oh, ku mencintaimu lebih dari apa pun


Meskipun tiada satu orang pun yang tahu


Ku mencintaimu sedalam-dalam hatiku


Meskipun engkau hanya kekasih gelapku


Ku mencintaimu lebih dari apa pun


Meskipun tiada satu orang pun yang tahu


Ku mencintaimu sedalam-dalam hatiku


Meskipun engkau hanya kekasih gelapku


Kekasih gelapku,


Oh"


Krisna menyanyikan lagu tersebut dengan penuh penghayatan. Terkadang memejamkan mata menikmati suasana yang tercipta. Sedangkan Raka hanya melihat wanita di sebelahnya. Berpikir betapa bahagianya laki-laki yang kini menjadi simpanannya.


"Sepertinya Krisna sangat menikmati lagu itu, apakah dia bernyanyi untukku? Hmmm semoga saja," gumam Raka.


"Drrttt...drrttt...drrttt" tiba-tiba ponsel Krisna berdering.


Krisna tidak mendengar getaran dari ponselnya. Namun Raka yang mendengar langsung melirik benda pilih itu. Melihat sekilas membaca nama yang terpampang disana.


"Shit! Panggilan dari Poda pasti Krisna akan langsung mengangkatnya," umpat Raka dalam hati.


Raka berpikir bagaimana agar Krisna tetap tidak mengetahui panggilan itu. Tidak mungkin dia langsung mengambil ponsel itu. Namun jika tidak mengalihkan perhatian Krisna, pasti akan sadar jika ponselnya berdering. Krisna memilih lagu "Utopia~Serpihan Hati", sepertinya sangat menikmati lagu mellow. Hingga detik ini ponsel itu masih berkedip-kedip menandakan ada panggilan masuk. Namun Krisna belum menyentuhnya.


"Bagaimana jika tiba-tiba dia mencari ponselnya?," pikir Raka.


Raka memikirkan bagaimana caranya. Sedangkan Krisna sibuk menikmati nyanyian itu. Akhirnya terbesit ide jahil di benak Raka.


"Jika nanti Poda marah, biarkan aku yang menghadapinya, jika Poda menginginkan menjauh, sudah pasti itu yang kuharapkan," gumam Raka dalam hati.


Melihat Krisna masih bernyanyi, Raka mengambil ponsel yang tergeletak di meja. Berlaku selayaknya Raka mengambil ponselnya karena kebetulan ponsel mereka berdekatan. Raka melihat ada lima panggilan tak terjawab, namun tanpa ada satupun pesan masuk


"Sial! Mengapa laki-laki bresngs*k ini melakukan panggilan hingga lima kali, pasti ada sesuatu yang tidak beres," gumam Raka.


Baru saja ponsel itu dipegang Raka, di layar kembali memperlihatkan adanya panggilan masuk.


"Shit!," umpat Raka.


"Jangan pernah hadir jika ku tidak sanggup untuk membuatnya tertawa. Bahkan hanya untuk membuatnya tersenyumpun kamu tidak mampu. Dasar brengs*k! Sekali lagi kamu membuatnya bersedih, aku akan merebutnya dari kamu," ancam Raka. Namun dia hanya berbicara sendiri dengan ponsel tersebut. Dengan panggilan masuk masih ada tanpa diangkat. Lebih tepatnya Raja menggerutu dengan ancaman.


Setelah panggilan itu mati, dan jumlah panggilan tak terjawab menunjukkan angka enam, Raka segera mematikan ponsel Krisna. Membiarkan agar seolah-olah ponsel tersebut mati karena dayanya habis.


"******! Dasar laki-laki brengsek!," umpat Raka dalam hati. Ini merupakan umpatan ketiga yang dilontarkan Raka. Tentunya tanpa sepengetahuan Krisna.


Bagaimanapun Raka bersikap baik terhadap Krisna, dia tetaplah laki-laki. Sosok yang ketika marah bisa saja melakukan apapun. Namun terkadang Raka memilih diam selagi itu tidak menyulitkan hidupnya. Dia tidak menyukai perkelahian, namun perihal perasaan dia tidak pernah mengalah. Dia akan melakukan cara apapun agar bisa mendapatkan orangbyang dicintainya. Maka beruntung saat ini Krisna bersama Raka. Meskipun mereka hanya sebatas tanpa sepasaan namun Raka dengan siaga akan menjaga Krisna dari buaya darat itu.


"Aku akan bersamamu, meski sebenarnya aku tahu jika yang kamu inginkan bukan aku, meski rasa yang kupunya ini tidak sempurna, namun aku yakin jika aku mampu menjaganya, jika tentang rasa yang mengabdi dalam jiwaku bukanlah sebuah rasa cinta yang menginginkanmu seutuhnya, setidaknya aku percaya aku mampu menjagamu seutuhnya, aku tidak akan membiarkan seseorang menyentuhmu, bahkan sekalipun itu aku, tidak akan membiarkan orang yang ku sayang terjerumus dalam murkanya hawa nafsuku, mungkin rasa ini ada ketika aku mengenalmu! Mengenal cinta tulus darimu, dan belajar menghargai seseorang yang tidak bisa menghargai, meski tidak dipungkiri kamu bisa saja disebut bodoh namun sebenarnya kamu hanya menjaga apa yang kamu punya, berharap semua menjadi sempurna seperti harapanmu yang semestinya," lirih Raka dalam hati.


Tepat ketika Raka berhenti berkata dalam hati, saat itu juga Krisna menatapnya dengan sendu. Raka melihat wajah itu berlinang air mata. Raka sendiri tidak mengetahui apa yang membuat Krisna seperti itu. Sedari tadi dia hanya melihat jika wanita itu sangat menghayati yang dinyanyikan.


"Astaga, bodoh! Kenapa kamu terlalu menghayati jika akhirnya seperti ini?," gerutu Raka.


Namun Krisna hanya tersenyum. Tanpa perlu mengatakan apaoun, dia yakin Raka pasti tahu apa maksud senyumannya. Raka kemudian membawa Krisna dalam pelukannya.