My Hidden Love

My Hidden Love
Stage 64 Gila



Tajuk rindu


Aku menyapamu ditengah sendunya harapanku


Tersisih oleh jalan yang berliku


Rinduku kini telah menusuk hati


Merutuki sang mentari


Kenapa membiarkanku seorang diri


Senjamu di ujung sana


Aku bertanya apakah dia kan menyapa


Jika nanti lara tak lagi bersama


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Di luar sepi, pulanglah jika itu maumu namun aku akan mengantarmu," ujar Poda.


"Tidak! Aku bisa pulang sendiri, aku tidak mau penghuni di sini curiga," tolak Krisna halus.


"Tidak apa-apa, disini hal seperti itu biasa," ucap Poda.


"Baiklah, aku menurut apa katamu," ujar Krisna.


Poda mengambil jaket yang ada di gantungan, lalu bergegas menempelkan di tubuh Krisna. Meskipun dia jahat namun sebenarnya hatinya lembut.


Krisna merapikan pakaiannya, menurunkan celananya agar terlihat panjang walau sebenarnya celana hotpant tetaplah pendek. Membenarkan jaketnya lalu segera keluar kamar.


"Hm dingin banget, apalagi habis hujan seperti ini," gumam Krisna.


"Masih dingin? Mau kupeluk?," tawar Poda.


"Tidak, cukup jaket saja yang menghangatkan ku," ujar Krisna yang berjalan meninggalkan Poda.


Poda sendiri, dia mengganti celana pendeknya dengan celana panjang. Malam itu dia merasa begitu kedinginan tidak seperti biasanya. Bahkan ketika malam dia hujan-hujananpun tidak seperti sekarang.


Sampai di depan pintu, Poda sudah tidak mendapati Krisna disana. Menuju parkiran matic kesayangannya, melihat wanita itu duduk melamun di atas kolam. Sesekali tersenyum ketika ada ikan yang menampakkan dirinya.


"Hei, kenapa melamun? Ayo aku antar pulang," ucap Poda membuyarkan Krisna.


"Eh, ayo," ujar Krisna.


Mereka berdua menaiki matic kesayangan Poda menuju kost Krisna. Disana sudah sepi apalagi ini sudah malam dan habis hujan. Jangan ditanya lagi bagaimana keadaan penghuni kost lain. Bemar-benar seperti ambang prostit*si.


" Bagaimana jika kamu pindah ke tempat lain? Tempat ini sepertinya tidak layak untukmu," usul Poda.


"Biarkan mereka melakukan sesukanya selagi tidak mengganggu kehidupanku," tolak Krisna.


"Sejak kapan laki-laki ini bisa berpikir sehat? Tidak seperti biasanya atau jangan-jangan tertukar dengan panjaga kamarnya?," pikir Krisna was-was.


Poda sadar diri akan kebiasaan buruknya, oleh karena itu dia segera berpamitan pulang. Tidak baik berdua malam-malam, apalagi dalam suasana senyaman saat ini.


"Aku pulang dulu," lirih Poda setelah melihat Krisna turun dari maticnya.


"Baiklah, hati-hati di jalan," ucap Krisna.


"Tuh kan bener, dia sekarang agak sehat," batin Krisna.


"Aku tidak mau hal buruk kembali ku lakukan, aku akan belajar menghargai komitmenku seperti yang pernah kamu ajarkan, perihal kelak aku kembali tergoda setidaknya aku telah mencoba," batin Poda.


Setelah Poda kembali, Krisna segera keluar menutup gerbang depan karena tadi Poda mengantarnya sampai depan kamar. Lalu berjalan masuk ke kamar dan menutup pintunya. Merebahkan tubuhnya di kasur kesayangan.


"Semoga mimpi indah," ucap Krisna pada dirinya sendiri seraya tersenyum.


Satu menit lamanya, mata itu tidak juga merasakan kantuk. Krisna kembali membukanya. Mengamati sekeliling kamar, masih sama seperti sebelumnya.


Mencoba memejamkan mata kembali namun sia-sia. Sepertinya rasa kantuk itu telah pergi. Mungkin malam ini adalah jatah untuk Krisna begadang. Seperti ada yang hilang, lalu mencarinya. Dia lupa akan ponsel yang dari tadi ditinggalkan di kamar.


From : Raka


"Sudah makan?"


From : Raka


"Sudah tidur?"


Krisna tersenyum mendapat perhatian seperti itu. Poda bahkan tidak pernah memberinya. Justru selama ini laki-laki lain yang selalu begitu namun Krisna dengan bangganya tetap tidak pernah memperdulikannya. Dia hanya menginginkan Poda.


Melihat jam yang tertera pada pesan itu, sudah tadi sore sementara sekarang sudah larut. Krisna tetap membalas pesan itu. Tidak akan membiarkan Raka merasa cemas.


"Uhuy, akhirnya ada yang perhatian," gumam Krisna dengan melakukan gerakan ala ibu-ibu senam yang menggoyangkan pantatnya kekanan dan kekiri.


Malam itu Krisna mendadak menjadi gila. Semoga besok pagi ketika bangun dia menjadi sehat kembali. Benar-benar memalukkan jika tidak bisa waras kembali.


From : Krisna


"Aku sudah makan, sudah tidur juga, dan sekarang baru saja terbangun dari mimpi indahku"


Jiwa yang suka menggombal muncul dengan sendirinya ketika Krisna ada yang perhatian seperti itu. Wajarlah bagi mereka yang kurang kasih sayang bisa juga mendadak seperti itu. Author rasa bukan hanya Krisna saja.


"Drttt.. drrttt.. drrtttt" ponsel Krisna bergetar tanda ada pesan masuk.


From : Raka


"Hei, kenapa terbangun? Apa kamu merindukanku?"


From : Krisna


"Tidak, hanya saja aku merasa seperti kamu yang merindukanku"


From : Raka


"Dasar, kini temanku kembali memunculkan sifat aslinya yaitu gila 🤣🤣🤣"


From : Krisna


"Hm biarlah, setidaknya kamu juga gila, sudah malam tidur sana tidak baik laki-laki perjaka jam segini belum tidur"


From : Raka


"Malam ini aku sedang menunggu malaikat cintaku meski dari tempat yang berbeda"


From : Krisna


"Siapa dia? Kenapa kamu tidak menemaninya?"


From : Raka


"Kamu, sudah malam tidur sana, tidak baik pacar orang merindukan orang lain"


"Sial! Aku baru saja merindukanmu, kenapa kamu seperti ini? Membuat moodku rusak," gerutu Krisna.


Jangan memberikan harapan jika kamu tidak sanggup memenuhinya. Jangan memberikan cinta jika kamu akan mendua. Cinta hadir dengan sendirinya, dia tidak pernah terpaksa. Cinta tahu dimana dia akan kembali. Kemanapun dia pergi cinta tidak akan pernah tertukar karena cinta hanya punya satu rumah untuk kembali. Meski dia punya seribu tempat untuk berteduh, percayalah dia hanya berteduh ketika hujan karena tidak tau cara pulangnya dan ketika hujan itu reda, cinta akan pulang ke tempat yang ditujunya.


From : Raka


"Kenapa tidak membalas pesanku? Kamu takut hatimu tergoda akan sosok sempurnaku kan? Baiklah, aku tidak pernah memaksa, aku hanya akan menunggumu, good night have a nice dream"


Krisna membaca pesan dari Raka lalu dia tersenyum. Begitu bodo* dia tidak bisa membedakan mana yang tulus dan mana yang modus. Selama ini Poda memang selalu berubah-ubah, namun dia juga tidak tahu siapa Raka dan bagaimana perilaku Raka yang sebenarnya.


From : Krisna


"Selamat malam juga, semoga kamu juga mimpi indah, jangan pernah bertanya akan sesuatu yang kamu sendiri mengetahuinya"


Setelah itu Krisna mematikan paket databya agar tidak melihat balasan Raja lagi. Dia tidak mau larut dalam suasana yang buruk. Sebenarnya ini moment indah namun karena Krisna sudah bersama Poda, jadilah moment ini adalah moment berdosa untuk Krisna.


Sedangkan di seberang sana, Raka terawa sendiri. Betapa bahagianya mendapat balasan selamat malam dari wanita yang di sayanginya. Meski dia tidak tahu seperti apa hati wanita itu sebenarnya.