My Hidden Love

My Hidden Love
Stage 72 Tentang Cinta



Cinta adalah rasa yang tidak bisa dipaksa


Karena dia lahir dengan tulus dari hatinya


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah Krisna sampai di depan mobil, dengan terpaksa dia menunggu Raka karena tidak bisa masuk ke dalam. Jangankan untuk masuk sendiri, jika bukan Raka yang mengajarkan cara membuka mobil, wanita itu tidak bisa membuka.


Krisna merasa beruntung mendapatkan Raka sebagai job partnernya. Bahkan jika bukan Raka yang selalu bersamanya, mungkin Krisna akan selalu dicaci karena kekampungannya.


Berada di usia muda dengan penampilan seadanya dan bekerja di salah satu kantor yang bergerak di bidang distribusi. Mendapat bagian penting di sana, namun masih dengan sifat asli keluguannya.


"Kenapa diam?," tanya Raka melihat Krisna hanya berdiri di depan mobil.


"Aku tidak bisa masuk," jawab Krisna.


"Baiklah," ujar Raka seraya membuka kunci mobil.


Di dalam mobil keduanya hanya diam. Saling tatap tanpa ada satupun yang memulai pembicaraan. Sesekali Krisna melirik ke arah jendela, namun ketika berbalik masih saja Raka melihatnya. Masih dengan senyum menawannya.


Dekat bukan berarti memiliki, dan jauh bukan berarti tidak berarti. Seperti dua sosok yang saat ini duduk bersebelahan. Mereka hanya bisa saling menjaga namun tidak untuk saling memiliki. Jurang terlalu dalam berada diantara keduanya.


Bersama rasa yang kian lama semakin tumbuh membuat Raka semakin hari menjadi semakin gencar dengan obsesinya. Berusaha sekuat tenaga, mengerahkan segala kepintarannya untuk mencari perhatian kecil Krisna.


Tidak untuk rasa, namun tidak jika tidak berusaha. Raka laki-laki yang pantang menyerah. Perihal dia tidak mau merusak hubungan Krisna dan Poda benar adanya. Namun siapa sangka jika kemudian Krisna akan berakhir ke pelukan Raka.


Semua tidak ada yang tahu kecuali takdir yang telah ada jauh sebelum manusia lahir. Tentang sepak terjang suatu kenyataan. Tentang lika-liku manis pahit kehidupan. Tuhan sudah menggariskan takdir, jodoh dan kehidupan seseorang.


"Kali kedua wanita ini diam di sebelahku, apa dia tidak berniat mengajakku bicara? Apa aku harus memulainya seperti tadi? Sebenarnya dia kenapa? Tidak biasanya diam seperti ini," pikir Raka.


Raka melirik ke arah Krisna, melihat sekali lagi wanita itu. Berharap dia akan mengajak bicara karena diabaikan lebih sakit daripada ditinggalkan. Mengumpulkan niat, menyiapkan hati yang tegar, lalu menghirup nafas dalam-dalam sebelum akhirnya menatap Krisna.


Untuk Raka, hanya sekedar melihat saja butuh keberanian yang besar. Apalagi untuk menyatakan perasaanya yang pernah dua kali dinyatakan gagal. Sungguh hal sangat memalukan bagi seorang laki-laki tampan sepertinya.


Ketika Raka membalikkan badannya, Krisnapun melakukan hal yang sama. Hingga akhirnya mata mereka bertemu di pupil yang sangat kecil. Saling menyiratkan kerinduan akan renyahnya canda tawa di sana.


"Em, eh kita mau kemana? Apa kamu benar-benar tidak berniat mengajakku makan?," ucap Krisna.


Raka tersenyum melihat Krisna. Terlebih ketika kedua bola matanya menatap hal yang sama meski melalui kornea yang ada.


"Kita mau makan, aku sudah bilang dari tadi jika aku tidak akan mengajakmu makan disini! Aku tahu kamu pasti suka mie ayam atau bakso kan?," tukas Raka.


"Haha benar, oke ayo kita kesana," ucap Krisna.


Tanpa Krisna sadari, dia sudah merubah sosok Raka yang dulu hidup dengan royal hanya untuk hal tidak penting, kini menjadi sosok yang lebih hemat. Bisa jadi Raka sekarang menjadi sedikit pelit namun terlalu boros untuk Krisna. Meski sebenarnya Krisna sendiri selalu menolak.


Terkadang cinta mampu merubah seseorang. Mengubah kerasnya batu menjadi selembut sutra, juga membuat lembutnya hati menjadi sekeras batu. Tidak semua cinta itu indah, karena cinta tergantung bagaimana kita menyikapinya.


Jika kita menikmatinya, cinta akan terasa indah ketika bersama. Jika kita tidak mengerti bagaimana cara berbagi hati, kita tidak pernah tahu bagaimana cara dia berbagi kebahagiaan. Tidak selamanya dua insan yang selalu bersama berada dalam zona sempurna.


Ketika terbakar api cemburu, semua yang berawal manis tidak akan pernah terlukis. Bahkan rasa yang selalu ada tidak pernah mampu membuat tertawa. Percayalah, akan cinta yang sempurna adalah cinta yang selalu mengerti kekurangannya. Tentang cinta yang memiliki komitmen untuk saling menjaga.


Keduanya meninggalkan parkiran dengan diiringi lagu dari band Drive yang brrjudul "bersama bintang".


"Seperti nada dering ponselku," gumam Krisna.


"Aku tidak bertanya padamu," tukas Raka.


"Ih menyebalkan!," umpat Krisna dalam hati.


Raka menambah suhu AC agar lebih dingin. Menurutnya, setelah mereka berada di bawah terik dan berpadu bersama hawa panas, ini adalah saat dimana Raka mengembalikkan udara di tubuhnya agar kembali dingin. Entahlah, terkadang laki-laki itu mempunyai persepsi yang sedikit aneh.


Melajukan mobilnya dengan sedikit cepat karena menyadari Krisna pasti sudah kelaparan. Raka sudah sangat menghafat tentang Krisna yang mempunyai sakit magh dan tentang perut yang tidak mau diberi makan telat sedikitpun.


Juga perihal nafsu makan yang menurut Raka dengan porsi cukup banyak. Wanita pertama yang dia temukan tanpa malu menunjukkan sisi asli diringa. Wanita yang tanpa sengaja hadir ditengah rapuhnya seorang Raka.


Laki-laki yang kurang beruntung dalam urusan asmara. Meski sebenarnya semua bisa saja dimilikinya. Sangat beruntung ketika Tuhan mempertemukan dia dengan wanita yang kini berada di sampingnya.


Selalu saja kata-kata itu yang terlontar. Orang lain saja bosan mendengarnya namun tidak untuk Raka. Dia justru berkali-kali bersyukur karena kehadiran Krisna mampu membuatnya merubah hidup yang dulu membelenggu erat.


Erat akan cinta yang telah membuatnya buta. Tanpa bisa membedakan mana yang terbaik untuknya dan mana yang buruk untuk dia. Terlalu percaya hingga akhirnya tidak menyadari jika sebenarnya sang kekasih sedang berdusta.


Perjalanan Raka sudah dipastikan menuju tempat kesayangan Krisna. Mie ayam yang terkenal dengan full topping ayam. Menu yang selalu membuat Krisna merasa ingin lagi dan lagi namun malu ketika Raka menyadari keinginannya.


Setelah tiba di tempat tujuan, keduanya segera turun dari mobil dan memilih lesehan yang berada di pojok paling belakang. Dengan kipas angin tepat di hadapan mereka.


Air putih dengan sedikit es batu menjadi minuman yang disukai Krisna. Raka pernah menanyakan mengapa dia menyukai minuman itu. Namun jawaban Krisna jauh dari bayangannya.


Wanita itu menjawab karena dia dulu menyukai kopi dan teh manis, namun karena setelah itu dia menjadi sakit infeksi saluran kencing, dia menjadi menyukai air putih.


"Bilang aja irit," batin Raka ketika mendengar jawaban Krisna.


Sedangkan yang dilakukan Raka tetap tersenyum seraya menganggukkan kepala. Pura-pura setuju dengan jawaban Krisna.