My Hidden Love

My Hidden Love
Stage 26 Tentang Hati yang Tak kan Mengerti



Bukan sekedar kata


Tapi hati yang bicara


Kamu hadir tanpa kuminta


Kamu ada tanpa sengaja


Jika waktu tak berpihak kepadaku


Setidaknya waktu berpihak kepadamu


Senantiasa menemanimu


Menunjukkan arah untukmu


Untuk melihatmu


Jika aku disini mengharapkanmu


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"senja kini berganti malam


menutup hari yg lelah


dimanakah engkau berada


aku tak tahu dimana


pernah kita lalui semua


jerit tangis canda tawa


kini hanya untaian kata


hanya itulah yg aku punya


tidurlah selamat malam


lupakan sajalah aku


mimpilah dalam tidurmu


bersama bintang"


Awalnya Krisna mengira ia sedang memutar musik. Namun setelah ingat semalam ia tertidur setelah membuka sosmed, ia segera membuka mata.


"Seperti nada dering panggilan masuk," gumam Krisna.


Dia melihat jam dinding, masih menunjukan pukul 04.05 WIB.


"Siapa yang menghubungiku jam segini?," pikir Krisna.


Krisna segera mencari ponsel. Tidak ada di sampingnya di bawah bantal juga tidak ada. Mengingat kembali dimana dia menaruh ponselnya semalam.


"Senja kini berganti malam


Menutup hari yang lelah


Dimanakah engkau berada"


Suara ponsel berdering lagi. Kali ini Krisna berhasil menemukannya. Ternyata ponsel itu jatuh dilantai. Mungkin semalam Krisna tidak sengaja menjatuhkan ketika tidur.


"Halo, sayang kok lama angkatnya?," itulah kata pertama yang diucapkan dari suara seberang yakni Poda.


"Iya, aku tadi masih tidur," ucap Krisna.


"Aku mengganggu tidurmu?," tanya Poda.


"Sebenarnya iya, kenapa?," jawab Krisna.


"Kenapa apanya?," ucap Poda.


"Kenapa kamu menghubungiku jam segini? Menyebalkan," gerutu Krisna.


"Aku pengen kerja, kamu bisa bantu aku?," pinta Poda.


"Nanti coba aku cari info loker," ucap Krisna.


"Oke, terima kasih sayang selamat tidur kembali! Mmuuaacchhh," begitu cara Poda mengakhiri sambungannya.


"Dasar menyebalkan mengganggu tidurku hanya untuk mengatakan ingin bekerja? iiihhhh bod*h!," umpat Krisna dengan kesal setelah usai menutup ponselnya.


Kemudian ia melanjutkan tidur hingga pagi. Bangun pukul 05.30 bergegas mandi dan sarapan. Lalu berangkat ke kantor yang membutuhkan waktu satu jam.


Sesampainya di kantor, Krisna mendekati Raka. Tidak sopan jika membutuhkan namun berbicara berjauhan. Begitu prinsip Krisna.


Krisna menghampiri Raka di tempat duduknya saat ia sedang memainkan ponsel.


"Ka, boleh aku bertanya," tutur Krisna.


"Tanya apa kris tumben banget," lirih Raka


"Disini kalau pacaran boleh kerja bareng kan?," tanya Krisna


"Boleh, kenapa? Kamu mau pacaran sama aku?," ucap Raka penuh percaya diri.


"Tidak, Poda baru cari kerja kira-kira di sini ada lowogan kerja tidak?," jelas Krisna.


"Lagi-lagi Krisna memikirkan Poda padahal aku seneng, Aku kira Krisna akan pacaran sama aku, ternyata dia cari kerja untuk Poda. Poda mau kerja di sini? Berarti aku tidak punya kesempatan untuk berdua dengan Krisna lagi," Raka berkata dalam hati.


"Temanku ada yang bekerja di perusahaan rival kita, kalau kamu mau aku bisa memberi nomornya ke kamu," ucap Raka.


"Mau banget Raka," Krisna menjawab dengan senyum terindahnya


"Namanya Dani, dia sebagai HRD disana nanti bilang kamu temennya Raka," jelas Raka.


"Oke, terima kasih Raka, hehehe," jawab Krisna cengengesan.


Setelah mendapat nomor Dani dari Raka, Krisna segera menghubungi Dani dan menanyakan tentang lowker serta mendefinisikan sedikit pengalaman Poda, tanpa sengaja foto profil Dani kepencet, Krisna lalu melihatnya, merasa tidak asing dengan wajahnya Krisna kemudian menanyakan kepada Raka siapa Dani sebenarnya.


"Ka, Dani sebenernya siapa? Aku merasa tidak asing dengan wajahnya," tanya Krisna.


"Eh, kayaknya dia seumuranmu, dia lulusan SMK N * Peng*si* nama lengkapnya Dani Pradinta, apa kamu mengenalnya?," kali ini Raka bertanya kepada Krisna.


"Kayaknya iya deh ka kalau nggak salah Dani pernah deketin aku tapi aku hanya menganggapnya teman," jelas Krisna.


"Bukankah Dani sosok yang baik?," tanya Raka.


"Iya, tapi aku sudah punya pacar," jawab Krisna.


"Siapa?," tanya Raka lagi.


"Poda," jawab Krisna.


"Lima tahun Raka, jangan bilang kamu lupa? Aku sudah pernah bilang sama kamu," jawab Krisna dengan wajah cemberutnya.


"Eh iya, aku lupa," sesal Raka.


"Lagi-lagi Poda, setampan apa dia? Kurang ajar iya, tapi kenapa Krisna betah banget pelihara dia di hatinya, hemssss," batin Raka dengan geram.


"Drtt..drtt.drtt," ponsel Krisna bergetar. Krisna segera membukanya.


From : Dani


"Kebetulan saat ini perusahaan kami membuka lowongan, jika berminat bisa langsung datang ke kantor"


From : Krisna


"Baik pak, apakah untuk besok pagi bisa?"


From : Dani


"Bisa, jangan panggil bapak"


From : Krisna


"Baik terima kasih atas infonya mas"


From : Dani


"Maaf melenceng dari pekerjaan, jika boleh tahu nama lengkap anda siapa? Karena saya seperti pernah mengenal anda"


From : Krisna


"Nama saya Krisna, saya dari Kul*n Pro*o lulusan SMK N 1 Peng*si* tahun 2015"


From : Dani


"Oh, kamu Krisna senang bertemu denganmu lagi kris"


From : Krisna


"Iya dan, kirain tadi aku yang salah orang eh malah kamu tanya duluan"


From : Dani


"Iya, aku tidak mungkin melupakan orang yang pernah menemaniku, kamu masih sama Poda?"


From : Krisna


"Haha bisa aja, iya masih"


From : Dani


"Nggak mau ganti wkwk"


Kemudian Krisna dan Dani meneruskan chatting mereka membahas apapun dan Krisna menjawab semua pertanyaan Dani.


From : Dani


"Kris, besok Poda ke sini jam 9 aja, langsung ketemu aku! Bilang ke security sudah janjian sama Dani HRD"


From : Krisna


"Oke dan terima kasih"


Begitu akhir chat mereka.


"Sayang, besok datang ke PT. *rin* M*l****ya jam 09.00 ketemu Dani HRD. Bilang sama security kalau udah janjian," Krisna mengirim pesan untuk Poda setelah mengakhiri chat dengan Dani.


From : Poda


"Kamu kenal sama Dani?"


From : Krisna


"Iya, dia temenku, aku dapet nomornya dari Raka"


From : Poda


"Temenmu? Kamu saja kerja di situ belum lama atau malah kamu selingkuh sama Raka?"


From : Krisna


"Bukan, cukup ya kamu bilang aku selingkuh! Katanya mau kerja, di cariin kerja balasan kamu seperti itu! Sekarang cukup! Kamu mau atau tidak?"


From : Poda


"Aku mau kerja, tapi aku tidak mau kamu selingkuh"


From : Krisna


"Aku tidak selingkuh"


From : Poda


"Buktinya apa?"


Krisna semakin geram. Kabar bahagia bukan disambut bahagia malah berprasangka buruk. Akhirnya Krisna melakukan video call untuk membuktikan perkataan Poda.


From : Krisna


"Angkat, aku akan melakukan VC!"


From : Poda


"Y"


Sementara itu, di ruangan Raka, Krisna meminta Raka menemaninya video call dan meyakinkan Poda jika Krisna tidak selingkuh. Meminta Raka berkata jika mereka di kantor hanya membahas soal pekerjaan. Tidak lebih. Krisna juga meminta Raka berkata jika mereka makan siang berdua, ya karena mereka mendapat jatah dari kantor untuk mengurus pekerjaan lapangan berdua".


"Segitu setia nya kamu kris? Sampai kita makan siang bareng aja kamu bilang Poda, Tapi sayang Poda tidak mempedulikanmu, Sekali ini saja tolong buka mata dan hatimu! Lihatlah aku disini menunggu untukmu, aku datang dengan menawarkan cinta agar kamu tidak menderita," gumam Raka dalam hati.


"Kenapa harus aku?," tanya Raka.


"Karena cuma kamu laki-laki yang selalu bersamaku disini," jawab Krisna.


"Iya kris kamu tenang aja," ucap Raka.


"Kamu yakin ka?," tanya Krisna.


"Iya," jawab Raka datar.


"Akhirnya, makasih Tak," ucap Krisna seraya melepas nafas lega.


"Aku mencintaimu, namun kamu tidak pernah mengerti tentang perasaan ini," lirih Raka.