My Hidden Love

My Hidden Love
Stage 33 Gagal Move On



Aku punya seribu alasan untuk membencimu


Tapi aku tidak punya satu alasanpun untuk meninggalkanmu


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Selamat pagi. Mari kita bercerita tentang hari ini. Mengawali pagi dengan secangkir kopi dan sedikit lagu linkin park untuk menemani. Agar sepanjang hari terngiang semangat ini.


Setelah penat sepanjang hari, akhirnya tibalah hari Minggu sebagai hari yang sangat dinanti-nanti. Krisna menikmati pagi ini dengan duduk di teras ditemani secangkir kopi dan sedikit lagu linkin. Minggu ini membuat dirinya semakin rapuh dan hari ini dia akan meluapkan semuanya. Pernah berharap, namun di balas tak dianggap. Pernah mencintai namun tak dihargai. Berkali-kali dia ungkapkan kata itu. Namun tak kunjung sadar dan meninggalkan semuanya. Justru membuat dirinya semakin menjadi. Membuat Raka yang selalu menemaninya menjadi sangat frustasi. Lagi-lagi harus menghadapi gadis keras kepala hanya untuk belas kasihan agar cinta.


Bersepakat menikmati Minggu bersama, Raka dan Krisna bermaksud menghabiskan hari ini untuk bersenang-senang. Sepertinya dunia berpihak kepada mereka berdua. Karena hari ini langit terlihat sangat cerah. Krisna kembali meneguk kopinya. Sudah hampir habis. Namun dia masih menikmatinya. Krisna justru menyukai ampas yang tersisa dari kopi pahitnya. Kebiasaan ketika dia benar-benar frustasi. Secangkir kopi, atau terkadang secangkir coklat panas dengan selalu ditemani musik sebagai pelengkapnya.


"Every night in my dreams


I see you


I feel you.


That is how i know you go on"


Ketika lagu linkin berganti lagu "Cellin Dion ~ My Heart Will Go On" Krisna menghentikan aktivitasnya. Mendengarkan dengan seksama lagu itu untuk resapinya. Krisna paling suka mendengarkan lagu mellow, karena menurutnya lagu mellow bisa membuat hati tenang. Meskipun terkadang membuatnya terlarut dalan kesedihan.


"Far across the distance


And spaces between us


You have come to show you go on


Near, far, wherever you are


I believe that the heart does go on


Once more you open the door


And you're here in my heart


And my heart will go on and on


Love can touch us one time


And last for a lifetime


And never let go till we're gone


Love was when i loved you


One true time i hold to


In my life we'll always go on


Near, far, wherever you are


I believe that the heart does go on


Once more you open the door


And you're here in my heart


And my heart will go on and on


You're here, there's nothing i fear,


And i know that my heart will go on


We'll stay forever this way


You are save in my heart


And my heart will go on and on"


Krisna menghayati hingga lagu itu berakhir. Tak terasa bulir bening mulai menetes. Dia terlalu rapuh untuk masalah hati. Padahal sebisa mungkin dia menutupinya. Menunjukkan sisi tomboynya ternyata tidak membuat sang hati tegar dan kini Krisna memilih menikmati semua rasa yang tak pasti.


"Aku wes kadung jeru


Karo koe sing ngapusi aku


Krisna tertawa ketika mendengar lagu lokal terselip di album lagu Bahasa Inggrisnya. Krisna benci ketika mencampur adukkan perasaan ke dalam kehidupannya. Terutama benci ketika dia harus merasakan sakit untuk ke sekian kalinya. Ingin rasanya menjadi seoseorang yang tidak punya hati. Agar dia tidak merasakan lara lagi. Setiap luka dia berkata, semoga ini terakhir kalinya. Namun selalu saja luka itu datang tiba-tiba. Tanpa permisi sebelumnya dan tanpa bicara akan maksud dan tujuannya. Selalu berpikir hidup butuh luka untuk selingan, karena terlalu monoton jika bahagia tanpa dusta. Namun itu hanya prinsip untuk mengubur dalam rasa perihnya. Nyatanya, sehebat apapun kita menolaknya, luka, dusta dan kecewa tetaplah ada. Karena ternyata mereka adalah alasan untuk bertahan atau saling meninggalkan. Ketiga rasa itu adalah bumbu di dalamnya. Jika kita tidak bisa menakar racikannya, kita tidak akan pernah menemukan rasa yang pas. Begitu sulit. Dan itu teramat rumit.


"Drret... drret. drret," suara getaran yang tercipta dari aplikasi berwarna hijau dalam ponselnya membuyarkan Krisna.


Segera Krisna mengambil ponsel dan membukanya. Pesan dari Raka. Dan rupanya sudah ada panggilan masuk dua kali. Tanpa disadari karena sejak tadi Krisna menikmati kesedihannya.


From : Raka


"Ping"


From : Raka


"Kris?"


From : Raka


"Krisna, kita jadi kan?"


Ternyata Raka telah mengirim pesan tiga kali. Ah rasanya menyedihkan sekali terlalu hanyut dalam kesedihan hingga melupakan ponsel di dekatnya. Harusnya Krisna merasaka ponsel itu bergetar. Namun nyatanya tidak. Seserius itukah Krisna mencerna perasaannya. Walau akhirnya tidak menemukan jawaban.


From : Krisna


"Iya ka, jadi kok. Maaf aku tidak tahu kalau kamu mengirim pesan"


From : Raka


"Serius mikirin aku kah?"


From : Krisna


"Hahaha iya, aku harap kamu tidak malu jalan sama aku"


From : Raka


"Hei, kenapa aku malu? Kamu sudah sering mempermalukanku"


From : Krisna


"Hahaha wkwk"


Krisna mengakhiri percakapannya dengan gelak tawanya sendiri.


Merasa beruntung selalu ada orang yang tidak pernah malu ketika bersama dirinya. Dan selalu beruntung bisa selalu dekat dengan orang yang benar-benar peduli tanpa memandang status sosialnya. Yang notabenenya Krisna adalah gadis desa yang mulai mencari jati dirinya dengan memulai kehidupan di kota. Tidak sabar ingin segerera menikmati holiday hari ini.


Tanpa disadari, seseorang mengamati Krisna dari depan gerbang kostnya. Melihat Krisna menangis ketika mendengar lagu "Cellin~My heart Will go on" lalu tiba-tiba tertawa mendengar lagi lokal terselip di dalam album lagu inggrisnya. Orang itu semakin penasaran. Ingin mengamati lebih lama agar mengetahui semuanya. Tiba-tiba Krisna memegang ponselnya, membuka, seperti serius sedang membaca pesan lalu kembali tertawa.


"Ah benar-benar membuatku penasaran," pikir orang itu.


Segera membuka gerbang lalu menghampiri Krisna di depan teras. Menengok kanan kiri memastikan kost itu memang sepi. Pasalnya ini hari Minggu. Kebanyakan penghuni kost mudik di Sabtu malam dan kembali Senin pagi.


"Sayang sendirian di kost?," orang itu mulai bertanya. Ya, dia adalah Poda sang pacar dalam keabadian yang bersemayam indah di hati Krisna.


"Seperti yang kamu lihat," jawab Krisna datar.


"Hari ini mau kemana?," tanya Poda.


"Mau jalan-jalan," jawab Krisna.


"Sama aku?," ujar Poda dengan senyum bahagianya.


"Bukan," jawab Krisna masih menjawab dengan ekspresi datar.


"Lalu?," tanya Poda penasaran. Kini dia mulai menautkan kedua alisnya. Tidak biasanya melihat Krisna bahagia bukan karena dirinya.


"Sendiri, aku tidak akan mengganggu hari liburmu! Jadi tolong nikmatilah hari Minggumu dan aku akan menikmati hari Mingguku," Krisna menjawab dengan senyum kemenangan.


"Aku tidak pernah merasa terganggu akan kehadiranmu bahkan aku selalu menunggu hari Minggu untuk bisa sepuasnya bersamamu," lirih Poda.


"Bersamaku? Untuk sepuasnya kau menikmati harimu di sepanjang ranjang hah?," Krisna berkata dengan kesal seraya berlalu.


"Bagaimana dengan Raka jika orang ini tiba-tiba datang mengacaukan semuanya? Ah Raka, aku tidak menginginkannya tapi aku tidak bisa menolaknya! Kepada Tuhan yang pandai membolak-balikkan hati, tolong jatuhkan hatiku kepada satu orang saja! Aku tidak mau mereka terluka karnaku", ucap Krisna dalam hati.