
Tetaplah tersenyum meski tidak ada yang melihatmu, lalu percayalah jika esok kan ada seseorang yang tersenyum untukmu. Dan bisa jadi dialah pasangan masa depanmu. Jodoh yang selama ini menanti waktu untuk menghampirimu
~Krisna Yosepha~
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Selesai makan siang Raka dan Krisna segera kembali ke kantor. Siang itu pekerjaan keduanya sudah menanti. Laporan keuangan dari divisi lain juga menumpuk di meja keduanya.
Kebiasaan yang terjadi tanpa sengaja, ketika Krisna sibuk dia akan lupa dengan ponselnya. Mungkin terlalu sering diabaikan Poda, hingga Krisna lupa jika saat ini keduanya sudah baikan.
"Ddrrttt ddrrttt" suara getaran ponsel ketiga kali menyadarkan wanita yang tengah sibuk menyelesaikan laporan. Segera mengambil ponselnya, lalu melihat apa yang membuat benda kecil itu bergetar.
Tersenyum ketika mendapati nama Poda sebagai pengirim pesan. Sejak tadi laki-laki itu terlihat lebih perhatian dari biasanya. Tanpa disadari, hal kecil itulah yang selama ini diharapkan Krisna.
From : Poda
"Selamat siang malaikat cintaku, jangan lupa makan dan jangan lupa mengingat manisnya wajahku karena aku percaya di luar sana banyak yang lebih tampan dariku! Hm, aku mencintaimu muuach"
Seulas senyum tercipta ketika membaca pesan singkat Poda. Meski sebenarnya sedikit kaku, tapi Krisna menghargai rayuan Poda. Yakin jika selama ini laki-laki menyebalkan itu tidak pernah memujinya sedikitpun.
Berbeda dengan Raka yang setiap saat selalu menggodanya. Baru sekarang ini Poda berani menggunakan kata-kata gombalnya. Krisna membaca sekali lagi dan membalas quotes cinta dari pasangannya.
From : Krisna
"Aku sudah makan, kamu juga jangan lupa makan! Tenang saja karena aku tidak pernah sedetikpun memikirkan laki-laki lain kecuali kamu sayang, hanya saja waktu selalu menempatkan ku bersama pria lain😔"
Saling membalas pesan, seperti masuk dalam dunia yang hanya milik mereka berdua. Krisna tersenyum, lalu tertawa kemudian diam. Benar saja terkadang ponsel membuat siapapun menjadi sedikit kurang sehat.
Raka yang menyadari wanita di sebelahnya tertawa segera melirik. Memastikan jika wanita itu masih normal. Melihat Krisna menggenggam ponsel seraya cekikikan, Raka hanya menggelengkan kepala.
"Bahagia boleh, asal jangan bahagia di atas penderitaan orang lain," gumam Raka.
"Eh, hei laki-laki tampan kenapa kamu menggerutu?," tukas Krisna dengan menyipitkan mata.
"Aku tidak akan menggerutu jika kamu menyadari saat ini masih jam kerja," ketus Raka.
"Oh, oke baiklah," lirih Krisna.
Dia segera mengakhiri chatt dengan Poda. Di saat Raka terlihat murka, Krisna tidak bisa berbuat apa-apa. Bagaimanapun dia tetap akan menghargai jika Raka adalah senior di kantor dan Krisna juga tidak mau hal buruk terjadi padanya.
Ketika cinta tiba tanpa dipinta, dia juga tidak bisa di paksa. Hadir dengan sendirinya dan mengalir begitu saja. Berhembus seperti angin namun tidak membuat jiwa menjadi dingin. Hakikat cinta adalah menghangatkan, meski tidak selamanya kehangatannya mampu dirasakan.
Cinta adalah ketika kita saling mengikhlaskan, bahkan ketika kita melihat orang yang kita sayang tertawa bukan karena kita. Cinta adalah ketika kita saling membahagiakan, meski sebenarnya kita sedang membahagiakan jodoh orang lain. Tidak, jangan pernah berpikir jika saat ini kita sedang bersama pasangan yang sedang dipinjamkan Tuhan untuk kita. Namun berpikirlah jika saat ini kita bersama makhluk ciptaan Tuhan bernama masa depan.
"Aku menggenggammu, namun itu terlalu erat. Lalu aku memutuskan untuk melepasmu, tapi ternyata semua teramat berat. Sedikitpun aku tidak pernah memaksamu. Namun aku percaya jika kelak kita kan bertemu di satu masa mengarungi mahligai rindu. Aku yakin saat ini bahagiamu bukan bahagiaku, tapi aku selalu berdoa dengan caraku agar nantinya bahagiamu dan bahagiaku menjadi bahagia kita. Kita, dua insan yang berbeda namun aku tak pernah lelah berdoa. Semoga Tuhan menyatukan kita," batin Raka.
"Jika saat ini aku bahagia, akankah itu berlaku untuk selamanya? Aku tidak tahu bagaimana bahtera hidupku, yang aku tahu jika selama ini aku selalu mengharapkanmu. Meski berharap itu sakit, tapi aku yakin jika takdirku tak kan sesakit kemarin. Ketika aku mencintai laki-laki tidak punya hati yang selalu menyakiti! Ah terserah, aku percaya rencana Tuhan pasti lebih indah," lirih Krisna.
"Wanita itu akan memulai sesi galaunya," dengus Raka membuat Krisna membalikkan badan.
"Ehem, apa kamu tidak bisa sedikit saja bersikap baik kepadaku?," tukas Krisna.
Jarang sekali Krisna mendengar suara lirih, tapi ketika suara itu tentang keburukan dirinya Krisna langsung dengan cepat mendengarnya. Ibarat syaraf sensorik dan motorik yang tidak bisa berjalan seirama, namun kali ini keduanya saling merespon dengan cepat.
Jangan benci terlalu dalam karena tidak ada yang tahu jika benci bisa jadi cinta. Kembali lagi, jangan cinta terlalu dalam karena cinta bisa menjadi benci. Jangan pernah menganggap remeh hal kecil yang terjadi pada kita.
Karena sejatinya tidak ada dua insan berbeda jenis yang menjalin hubungan dengan baik. Lambat laun, salah satu atau keduanya bisa diam-diam memendam rasa. Tidak bisa dipungkiri, perihal rasa tidak ada yang tahu bagaimana akhir dari segalanya.
Jam menunjukkan pukul 15.00 WIB, tepat ketika Krisna selesai dengan tugasnya. Dia segera berpamitan kepada Raka untuk pulang. Karena dia seharian berada di kantor, maka pulang tepat waktu adalah hal yang sangat diharapkan Krisna.
"Raka, aku pulang dulu ya," ucap Krisna.
"Poda sudah menjemputmu?," tanya Raka.
"Astaga! Aku bahkan lupa belum menghubunginya," lirih Krisna.
Hari ini Krisna dan Poda menghabiskan waktu saling berkomunikasi, namun Krisna lupa jika tadi pagi diantar Poda. Segera Krisna membuka ponsel dan menghubungi Poda, tapi nomornya tidak bisa di hubungi.
"Sial! Jangan bilang dia seperti dulu lagi yang melupakanku hanya karena wanita lain," sinis Krisna.
Wanita itu lalu berjalan turun dan menuju pos satpam. Tempat yang menurutnya nyaman untuk menunggu jemputan. Setelah melakukan absen fingerprint Krisna segera duduk di kursi satpam.
Kembali menghubungi nomor Poda, namun masih belum aktif. Sebenarnya Poda sudah berada di luar gerbang, tapi karena ponselnya mati dia tidak bisa menghubungi Krisna. Hanya bisa menunggu dan berharap semoga wanita yang menghiasi hatinya segera keluar.
Berkali-kali mencoba mengirim pesan, tapi tidak juga terkirim. Akhirnya wanita itu keluar gerbang meninggalkan kantornya. Karena rasa haus dan lapar yang tak bisa ditahan, dia pergi tanpa melihat sekeliling. hanya fokus melihat warung makan depan kantor yang terlihat menggiurkan.
Tanpa sadar jika saat itu ada seseorang yang berteriak memanggil namanya. Namun Krisna tidak mendengar suara itu. Ketika Poda melajukan motornya dan berhenti tepat di hadapan Krisna ketika dia akan menyebrang, wanita itu baru terkejut.