
Jika kamu mencintai seseorang, hargailah dia sebagaimana kamu ingin dihargai
Sekalipun itu hanya sebuah senyuman untuknya
Karena asal kamu tahu,
Dia sudah rela melakukan apapun untuk mendapatkan perhatianmu
Dan lagi,
Apabila kamu mencintai seseorang yang berjuang untukmu namun kamu pura-pura tidak mencintainya,
Jangan pernah menyesal jika nantinya ada orang lain yang tulus mencintainya
Karena pada hakikatnya dicintai itu lebih indah daripada mencintai
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Aku tidak mau memperjelas sesuatu yang tidak penting untukku," tukas Poda.
"Maksudmu?," tanya Krisna.
"Jangan banyak bicara, nanti kamu akan mengerti," jawab Poda seraya berlalu.
Laki-laki itu meninggalkan Krisna tanpa perasaan. Bagaimana tidak jika dinya dia bersikap manis namun tiba-tiba pergi tanpa mengucapkan apa-apa.
"Arrgghhh! Dasar Krisna bodo*, kenapa juga tadi kamu memujinya berlebihan! Lihat sekarang dia meninggalkanmu!," gerutu Krisna seraya mengacak rambutnya frustasi.
Di sisi lain, di depan podium yang tersedia untuk menampilkan band lokal musik mulai mengalun. Lembut nan indah terdengar menggetarkan jiwa. Krisna yang sedari tadi menggerutu mendadak diam mendengarkan intro yang mulai terdengar.
"Setidaknya lagu ini mampu membuatku sedikit baik daripada memikirkan laki-laki gila seperti Poda," gumam Krisna.
"Berawal di hidup yang membawaku ke dalam kehancuran, menikmati masa kelam yang tanpa sadar membuatku semakin terjatuh ke lubang gelap. Aku tidak pernah menyangka jika akhirnya Tuhan mengirimkan sosok sempurna untukku," ucap laki-laki yang suaranya terdengar namun tidak nampak di atas podium.
"Cieee, cieee, so swettt, prok prok prok," Seru semua pengunjung yang berada di sana.
Berbeda dengan Krisna yang masih setia mendengarkan tanpa memperdulikan suara siapa yang baru saja mengucapkan kata-kata indah itu.
"So sweet juga kalau punya pacar berani kaya gitu," pikir Krisna.
"Sebenarnya tidak begitu sempurna, namun menurutku tetap saja cantik. Perihal cinta jangan pernah ditanya karena hingga saat ini aku masih mencintainya. Aku tidak akan melanjutkan sedikit petuahku jika orang yang saya maksud tidak melihat ke depan," ucap laki-laki itu.
"Oke, mungkin belum saatnya, baiklah akan ku lanjutkan. Tuhan menghadirkan wanita yang saat ini masih menemani hidupku, dia masih setia berada di sampingku. Dengan kasih sayang yang lembut, dia rela meninggalkan impiannya hanya demi seorang sepertiku. Rela meninggalkan kota tujuan hidupnya demi menjagaku di saat aku kecelakaan dan terluka parah. Dengan kesabaran yang tiada terkira, wanita itu mampu menghadapi egoku, bahkan tidak sedikit berani mengalah karena keangkuhanku yang semakin menjadi. Aku bukanlah sosok laki-laki sempurna, aku jauh dari kata istimewa, karena aku hanya dekat dengan gumpalan dosa, gemerlap malam dan pekatnya ribuan nista. Baiklah, sepertinya percuma saja aku berbicara disini tanpa mendapat perhatiannya. Saya akan menghentikan ini karena dia tidak juga melihat ketulusanku," ujar laki-laki yang sedari tadi mengucapkan kata-katanya.
"Ehem, jika memang wanita yang dituju tidak memperdulikannya, dan kalian semua juga pasti penasaran untuk siapa mas yang ada disini mempersembahkan keromantisannya. Semua pengunjung di harap melihat ke podium semua, semoga saja malam ini kita bisa melihat cinta sejati yang bersatu di sini. Semoga kita semua menjadi saksi akan sempurnanya cinta mereka," tukas pemilik band yang sebenarnya malam ini mendapat jadwal tampil.
"Baiklah, ayo kita semua melihat ke depan, ayo aku juga penasaran, ayo semua jangan sampai malam ini dia gagal," ucap beberapa pengunjung.
Krisna terpaksa mengikuti arahan itu. Sebenarnya dia suka namun mengingat Poda tiba-tiba meninggalkan dia membuat hati wanita itu sedikit gemas.
"Terima kasih semuanya, aku tahu kamu masih tidak menyadari kehadiranku di sini karena kamu masih setia mengucapkan sumpah serapah untukku yang tiba-tiba meninggalkanmu," ucap pemilik suara yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Seventeen dengan judul "Menemukanmu".
"Sial! Kenapa dia seperti menyindirku!," gumam Krisna.
Masih dengan menatap podium yang kosong namun dengan hati bertanya-tanya. Semua pengunjung juga nampak terhibur. Tidak sedikit juga yang ikut bernyanyi dengan suara lirih.
Perlahan sang pemilik suara menampakkan diri dengan melangkah cool ala laki-laki tampan nan mapan. Meski dengan penampilan sederhana dan mengenakan kaos putih polos, namun banyak pengunjung yang berteriak histeris.
"Dasar alay, baru juga liat tampilannya bukan lihat wajahnya," gerutu Krisna.
"Eh, kok mirip Poda?, gumam Krisna dengan memincingkan matanya.
Perlahan laki-laki itu mengangkat wajahnya lalu tersenyum. Masih terus menyanyikan lagu hingga selesai. Juga setelah tepukan tangan yang diberikan palanggan disana berhenti, barulah Poda mengucapkan kata-kata.
Laki-laki itu menatap lurus ke arah Krisna, membuat yang lain juga ikut melihat kemana arah penyanyi itu melihat.
"******!," umpat Krisna seraya susah payah menelan ludahnya.
"Teruntuk kamu wanita yang telah berada di sisiku selama ini, maaf atas kepergianku yang membuatmu selalu menggerutu bahkan tanpa berhenti kamu masih melakukannya hingga sekarang," lirih Poda namun terdengar karena dia menggunakan mikrofon.
"Sial!," gerutu Krisna.
"Aku mencintaimu atas dasar tulus dari hatiku. Berawal dari tulus kasihmu perlahan membuat kerasnya hatiku memudar. Berawal dari lembutnya sikapmu membuat kerasnya jiwaku sedikit berkurang. Aku tidak bisa merangkai kata-kata indah seperti ketika kamu mengungkapkan cintamu lewat sebuah puisi. Aku juga tidak tahu untuk siapa tulisanmu itu ku persembahkan, yang kutahu hanyalah ketika kamu tidak memiliki laki-laki lain selain aku. Maaf jika aku selalu membuatmu kecewa, itu karena aku belum menyadari jika kamu tulus menyayangiku. Aku tidak pernah merasakan kasih sayang seorang wanita, yang ku tahu mereka selalu bersamaku karena mencari kelemahanku. Namun kamu dengan tanpa menyesal justru membuat kelemahanku menjadi keistimewaan ku. Jika lemahku bisa menjadi istimewaku, jika lukaku bisa menjadi bahagiaku, maka bisakah kamu yang selama ini menemaniku menjadi selamanya menua bersamaku?," ucap Poda.
Sontak saja membuat suasana di sana menjadi lebih riuh. Banyak yang bertepuk tangan bersorak serta ada juga wanita yang memasang tampang iri kepada Krisna.
"Aku tidak memaksamu, karena kamu tidak pernah bisa diperlakukan manis seperti ini. Kamu hanya bisa diperlakukan manis ketika kita hanya berdua terlebih jika kita berada di ranjang yang sama. Eh, em maaf maksud saya besok ketika kamu menemaniku menua bersama, kita akan sering menghabiskan waktu di ranjang berdua," jelas Poda.
Terlanjur keceplosan justru membuat Poda mempermalukan dirinya sendiri, tapi bukan Poda jika dia berhenti berbicara. Dia adalah laki-laki yang tidak mengenal kata malu.
"Lanjutkan kata-katamu atau kamu akan malu di sini!," teriak Poda dalam hati.