My Arrogant Wife

My Arrogant Wife
Baiklah aku akan melakukannya, hanya sekali saja



Jangan lupa follow IG author ya : red_maple0


“Siapa yang datang?” Derrick Qi bertanya pada salah seorang kru karena nampaknya seseorang dengan jabatan tinggi telah datang ke lokasi syuting.


“CEO Huo sudah berada di dalam villa. Beliau datang untuk melihat-lihat.” Jawab salah seorang kru sembari menunduk.


“Oh, tumben sekali orang itu mampir. Biarkan saja.” Derrick Qi acuh tak acuh mendengar kedatangan Tony Huo—yang tidak lain merupakan sepupunya sendiri. Namun tidak ada yang mengetahui kalau sebenarnya mereka adalah sepupu, hanya keluarga besar dan beberapa orang tertentu yang tahu. Mereka sangat jarang bertemu, dan hanya akan berkumpul jika ada pertemuan keluarga besar saja.


Derrick Qi sendiri merupakan putra dari Deny Qi—sutradara ternama yang saat ini telah pensiun dan ibunya merupakan model termahal di masanya—yaitu saudari perempuan dari Nan Si Yue.


“Apa semua sudah siap? Kita akan syuting dalam 10 menit.” Derrick Qi melihat sekeliling, tapi tidak menemukan para artis berada di lokasi, yaitu taman belakang dari villa tersebut. “Di mana mereka?”


“Mereka masih berada di ruang rias, Sutradara Qi. Saya akan panggilkan mereka sekarang juga.”


Kru tersebut berjalan cepat menuju ruang rias, namun di tengah perjalanan dia bertemu dengan Tony Huo, dia menghentikan langkahnya, memperhatikan pria bertubuh tinggi itu, lantas menyapanya.


“Selamat pagi, CEO Huo. Jika Anda mencari Sutradara Qi, beliau ada di taman belakang. Sebentar lagi syuting akan segera dimulai.” Dia menyapa sekaligus memberitahunya sebelum Tony Huo bertanya.


“Aku akan ke sana. Kau terlihat terburu-buru?”


Tony Huo mengedarkan pandangannya, sedari tadi ia tidak menemukan Zelene Liang maupun Xie Yu Fan sejak ia memasuki villa.


“Saya harus ke ruang rias menemui para artis karena Sutradara Qi memanggil mereka. Kalau begitu saya permisi, CEO Huo.”


Kru itu melangkah meninggalkan Tony Huo dan langsung menuju ke arah ruang rias. Sementara Maureen Lee yang berdiri dibelakangnya, masih mengepalkan jemari tangannya. Gadis itu memiliki ide-ide tersembunyi di kepalanya, lantas senyum dingin terukir di bibir gadis itu.


Dia melangkah ke depan dan berdiri di samping Tony Huo, kemudian berkata, “CEO Huo, aku akan pergi ke kamar kecil sebentar.” Lantas Maureen Lee mengambil langkahnya menuju ke sebuah koridor.


Gadis itu bertanya pada salah seorang kru mngenai letak kamar kecil dari villa tersebut. Setelah mengetahui letaknya, Maureen Lee langsung menunju ke kamar kecil wanita. Gadis itu masuk ke salah satu bilik, mengambil smartphone miliknya dan menekan sebuah nomor telepon.


“Song Xi ...,” panggilnya.


“Nona Lee, ada apa tiba-tiba memanggilku?” Song Xi di seberang telepon bertanya pada Maureen Lee karena gadis itu tiba-tiba saja menelepon dia setelah lama tidak pernah memberi kabar.


“Aku sedang berada di lokasi syuting saat ini. Apakah kau juga ada di sini?” dia tersenyum membayangkan rencana yang telah ada di kepalanya. Jika Song Xi mau melaksanakan tugas ini, maka Zelene Liang pasti tidak akan dapat menjalankan syuting iklan dengan sempurna dan wanita itu akan dicap sebagai aktris yang tidak profesional oleh Derrick Qi.


“Iya, aku sedang mengurus sepatu untuk Zelene Liang. Kalau tidak ada yang penting aku harus kembali bekerja Nona Lee.” Ujar Song Xi yang agaknya sangat sibuk saat ini. Dia juga tidak tahu alasan apa yang dimiliki oleh Maureen Lee menghubunginya tiba-tiba, namun gadis itu mengatakan bahwa dia berada di lokasi syuting membuat Song Xi sedikit terkejut. “Aku akan menemuimu setelah membawakan sepatu untuk Zelene Liang.”


“Song Xi, apakah kita masih berteman?” tanya Maureen Lee.


“Apa maksudmu, Nona Lee? Tentu saja.”


“Katakan saja, selagi aku bisa, pasti akan aku lakukan.”


Maureen Lee meminta Song Xi melakukan sesuatu yang cukup mengejutkan. Song Xi sempat diam untuk beberapa saat dan tidak ingin melakukan permintaan Maureen Lee, namun karena rasa pertemanan dan Maureen Lee sendiri dari keluarga terpandang mau berteman dengan Song Xi dari keluarga kelas bawah sudah cukup meyakinkan Song Xi kalau gadis itu tidak memilih-milih berteman dengan siapa saja. Tapi permintaan Maureen Lee, akan membahayakan dirinya begitu juga dengan Zelene Liang.


“Song Xi apakah kau tidak ingin mengabulkan permintaan kecilku? Jika nanti aku bisa menikah dengan CEO Huo—”


“Baiklah aku akan melakukannya, hanya sekali saja.” Song Xi menerima permintaan Maureen Lee karena membawa nama Tony Huo. Jadi Song Xi agak takut jika menolak permintaan gadis itu. Bagaimana jika dia benar-benar akan bertunangan dengan Tony Huo? Secara saat ini Maureen Lee telah diterima sebagai sekretaris Tony Huo juga akan berada di samping pria itu.


🍁🍁🍁


“Wow, kamu sangat cantik Lene, mataku tak bisa berhenti memandangmu. Andai saja aku adalah seorang pria, maka aku akan datang melamarmu malam ini juga.” Su Jian Yi terkekeh ketika menggoda Zelene Liang. Dia tidak berbohong karena Zelene Liang memang sangat cantik.


“Kak Jian Yi bisa saja.” Zelene Liang melihat penampilan dirinya di cermin dan mengembangkan seulas senyum cerah.


Dia telah selesai dirias oleh Su Jian Yi. Wanita itu tampil sangat anggun. Rambut lurus miliknya berubah menjadi ikal berjuntai dengan big wave. Zelene Liang mengenakan long dress lapis tutu tile berwarna peach dengan motif daun soleiroli, semakin menambah kecantikannya. Yang kurang hanya sepatu saja karena mereka belum membawakan sepatu untuknya. Sementara kru tadi sudah tiba di ruang rias mencarinya.


“Nona Liang, syuting akan segera dimulai. Anda diminta bergegas oleh Sutradara Qi.”


Zelene Liang mengangguk dan berdiri dari duduknya, namun dia lupa kalau belum memakai sepatu, jadi dia kembali duduk. “Terima kasih, aku sedang menunggu sepatu yang disiapkan untukku. Aku akan segera ke sana.” Ucapnya.


“Baiklah, saya akan memberitahu Sutradara Qi.”


“Mengapa kru yang membawakan sepatu sangat lama? Apakah ada masalah dengan sepatunya?” Hanna Gu bertanya-tanya sembari menengok keluar pintu dan beberapa detik kemudian, seseorang datang dari arah barat membawa kotak sepatu di tangannya.


Orang itu berhenti di depan pintu setelah melihat wajah tidak senang Hanna Gu. “Maafkan saya, manajer Gu.” Dia terlihat sedikit gugup ketika ingin masuk ke dalam ruangan karena Hanna Gu masih berdiri di ambang pintu.


“Sini berikan padaku. Kami sudah menunggumu sejak tadi. Kau boleh pergi sekarang.” Ujarnya.


Dia menundukkan kepala seraya meminta maaf, “Maafkan saya, manajer Gu, Nona Liang.”


“Tidak apa-apa, pergilah.” Ujar Zelene Liang.


Pintu ruangan kembali ditutup oleh Hanna Gu, dia membawakan sepatu tersebut untuk Zelene Liang.


Zelene Liang memakai sepatu hak tinggi berukuran 10 cm berwarna putih semakin menambah anggun penampilannya. Kini dia telah siap untuk keluar.


“Ayo, jangan sampai Sutradara Qi mengkritik kita.”


🍁Bersambung🍁