My Arrogant Wife

My Arrogant Wife
Apa hebatnya gadis manja itu?!



Silahkan Follow IG author : red_maple0


"Kak Tony, akan pergi kemana?" Maureen Lee menghampiri Tony Huo ketika ia berdiri di depan lift pribadinya diikuti oleh Duan Che berdiri di belakangnya.


Tony Huo melirik gadis itu lantas mengelih pada arloji di pergelangan tangannya. "Jangan panggil aku seperti itu di kantor, sekretaris Lee."


"Ah, maafkan aku, Kak—" gadis itu menundukkan kepalanya. "Maksudku CEO Huo, Anda akan pergi ke mana?"


Sejak Tony Huo keluar dari kantornya, Maureen Lee bergegas merapikan busana dan menghampirinya. Tony Huo tidak mengatakan apa pun pada sekretarisnya jadi Maureen Lee berinisiatif bertanya karena ia memiliki ekspresi serius saat keluar dari kantornya barusan. Bahkan sekretaris Yun yang ingin menyapa malah diabaikan oleh Tony Huo.


"Kami akan pergi ke lokasi syuting iklan." Sahut Duan Che mewakili Tony Huo karena sedari tadi Duan Che tahu kalau Tony Huo tidak akan menjawab pertanyaan gadis itu.


"Kalau begitu aku harus ikut karena aku adalah sekretaris Anda sekarang."


"Terserah." Ucapnya singkat lantas memasuki lift lebih dulu diikuti oleh Duan Che dan Maureen Lee yang tersenyum senang karena Tony Huo mengijinkan untuk mengikutinya.


Yun Ruo Xi melihat dari kejauhan, wanita itu sama sekali tidak diberitahu kalau mereka akan pergi ke lokasi syuting padahal dia adalah sekretarisnya. Wanita itu merasa sangat kesal karena Maureen Lee—sekretaris magang yang sengaja masuk melalui koneksi dari Chairman Huo. Mengepalkan tangannya dengan erat dia kembali duduk di kursinya.


"Apa hebatnya gadis manja itu?! Hmph! Dia hanya belum tahu siapa saingannya." Yun Ruo Xi bergumam seraya tersenyum miring.


"Kenapa kau selalu bergumam sekretaris Yun? Mungkinkah karena CEO Huo telah mengabaikanmu dan memilih gadis bau kencur itu?" Linda Ye bertanya sinis seraya melirik ke arah lift yang sudah menutup. Dia tersenyum miring, kemudian menatap Yun Ruo Xi dengan penuh rasa kasihan. "Sangat disayangkan, bukan?"


Yun Ruo Xi tertawa kecut, "Bukankah kau sama saja? Bahkan lebih buruknya lagi, CEO Huo sama sekali tidak memperhatikanmu." Senyum Yun Ruo Xi lebih miring lagi.


Linda Ye merasa sangat terhina, dia menghentakkan kaki, kembali ke mejanya dengan wajah kesal sembari mendelik pada Yun Ruo Xi ketika dia berjalan.


Duk! "Ahk—" karena matanya fokus medelik pada Yun Ruo Xi, Linda Ye tidak sadar kalau ada orang di depannya. "Apakah kau but—"


"Linda Ye!" pekik orang itu. Pria berkacamata dengan penampilan rapi berjas hitam membelalakkan mata pada Linda Ye. "Kau buta? Tidak bisa melihatku? Bereskan semua dokumen yang berserakan di lantai sekarang juga!" perintahnya dengan tegas.


Mulut Linda Ye masih menganga karena tidak sadar telah berteriak pada pria berkacamata yang tidak lain memiliki jabatan sebagai direktur. Wanita bertubuh seksi itu masih terdiam karena belum bisa sadar dari keterkejutannya.


"Di, Direktur Mo ...," gumamnya ketika dia sadar kalau pria di hadapannya itu adalah salah satu dari direktur muda di Huo Enterprise juga salah satu dari teman Tony Huo. "Ma, maafkan saya, Direktur Mo!" Linda Ye segera merapikan berkas-berkas yang berserakan di lantai.


Sementara itu, Yun Ruo Xi tak bisa menahan tawanya melihat keangkuhan Linda Ye telah terbenam oleh direktur Mo. Selain Tony Huo, Mo Jian merupakan kandidat suami idaman yang paling diminati oleh para staf wanita di Huo Enterprise, kecuali Yun Ruo Xi—wanita itu sama sekali tidak berminat pada ketampanan Mo Jian.


"Apa yang kau tertawakan?" Mo Jian melirik ke arah Yun Ruo Xi ketika dia mendengar tawa halus dari wanita itu.


🍁🍁🍁


Tony Huo masuk ke dalam mobilnya setelah Duan Che membukakan pintu untuknya. Ia mengabaikan Maureen Lee dari dalam lift tadi, sebenarnya ia tidak ingin mengajak gadis itu, namun akan sangat merepotkan jika Maureen Lee mengadu pada Chairman Lee dan membuat masalah untuknya.


Hanya 3 bulan dan gadis itu akan berhenti magang, namun Tony Huo tidak berpikir demikian karena dari gelagat Maureen Lee—gadis itu tidak seperti Yun Ruo Xi yang mudah dihadapi. Menurutnya meskipun Maureen Lee lebih muda dari Zelene Liang, namun pemikirannya cukup untuk bersaing dengan para wanita yang pernah mengejarnya dulu atau bahkan lebih mengerikan lagi.


"Sekretaris Lee, silahkan duduk di kursi depan. Jangan hanya bengong jika kau ingin ikut." Duan Che membuka pintu kursi kemudi untuk dirinya. "Tapi aku sarankan untuk tidak membuat masalah di sana." Nada Duan Che mengandung peringatan untuk Maureen Lee.


Maureen Lee tersenyum canggung karena Duan Che yang merupakan seorang asisten bisa memberinya sebuah peringatan. Sempat mengepalkan tangan sejenak, namun sesaat kemudian dia berkata dengan tenang. "Masalah apa yang bisa aku sebabkan? Aku akan berhati-hati lagi, terima kasih atas saranmu, asisten Duan. Aku akan mengingatnya.


Maureen Lee berjalan ke arah kursi depan. Tapi harga dirinya seperti hancur karena orang tuanya saja tidak pernah berkata dengan nada memperingati seperti itu. Gadis anggun itu dibesarkan dengan kasih sayang yang menjadikannya merasa tidak dihargai oleh Duan Che. Maureen Lee akan mengingat hal ini baik-baik.


Mobil segera melaju meninggalkan tempat parkir Huo Enterprise. Tony Huo di kursi belakang sibuk dengan tablet PC di tangannya. Sementara Maureen Lee sesekali mengamatinya dari kaca spion.


Duan Che tahu persis kalau saat ini Maureen Lee sedang tertarik pada atasannya. Siapa yang tidak akan tertarik pada pria setampan dan sekaya Tony Huo? Apalagi Maureen Lee juga bukan dari keluarga sembarangan. Jika saja Tony Huo belum menikah pastinya keluarga Lee akan segera mengajukan perjodohan.


"Apakah kita juga akan makan siang di luar nanti?"


"Sepertinya begitu, sekretaris Lee."


Maureen Lee tersenyum bahagia karena membayangkan akan makan siang bersama Tony Huo. Dia memikirkan beberapa nama hotel yang memiliki restoran terbaik di Imperial City. "CEO Huo, bagaimana kalau aku merekomendasikan restoran yang bagus?" Maureen Lee menengok ke kursi belakang dengan wajah sumringah.


Tony Huo sama sekali tidak menoleh dan masih sibuk dengan pekerjaannya. Beberapa saat kemudian ia menjawab, "Kita makan siang di lokasi syuting saja. Pesankan makan siang dari hotel kita untuk para kru juga untuk para artis."


"Baik, Tuan. Akan saya pesankan ketika kita sampai di lokasi syuting."


Maureen Lee sangat kecewa dengan tanggapan Tony Huo. Wajah sumringah gadis itu berubah menjadi kesal padahal dia ingin sekali makan siang berdua saja dengan Tony Huo. Apalagi dia baru ingat kalau bintang iklan tersebut adalah Zelene Liang yang hubungannya dengan Tony Huo masih tidak diketahui oleh Maureen Lee. Dia juga berharap agar dapat mengetahui hubungan keduanya dengan ikut pergi ke lokasi syuting.


Setelah mengemudi selama setengah jam akhirnya mereka sampai di lokasi syuting; Luxury Villa.


"Kita sudah sampai, Tuan."


🍁Bersambung🍁