My Arrogant Wife

My Arrogant Wife
Di mana cucuku?



Beberapa hari kemudian, Bandara Imperial City. Seorang lelaki berusia 75 tahunan dengan wibawa pemimpin yang nampak jelas, berjalan keluar dari bandara tersebut diiringi oleh beberapa pengawal berpakaian hitam dan juga seorang wanita—yang kemungkinan adalah sekretaris dari si lelaki.


Ah Mo memberikan bow pada lelaki itu ketika dia melihatnya keluar dari pintu bandara.


“Tuan Besar, selamat datang di Imperial City.”


Lelaki tua itu mengedarkan pandangannya, tapi tidak melihat orang yang diharapkannya.


“Di mana cucuku?” nada dingin menyapa telinga Ah Mo.


“Nona, ke-tujuh saat ini …,” Ah Mo diam untuk sesaat karena dia tidak memberitahu keadaan Zelene Liang yang sedang memakai kursi roda, meski hanya beberapa bulan karena dia yakin kalau lelaki itu akan langsung naik pitam.


“Mengapa berhenti berucap?” tanyanya lagi dengan nada lebih dingin dari sebelumnya. Lelaki itu sudah tidak sabar ingin melihat Zelene Liang yang sudah tidak dia temui selama beberapa tahun terakhir.


“Saya akan antarkan Anda ke mansion dulu, dan memberikan kabar kedatangan Anda pada Nona ke-tujuh.” Sahut Ah Mo, mengalihkan pertanyaan lelaki tua itu.


“Aku, Zhuo Xi Ming—kepala keluarga Zhuo. Kau berani tidak menjawab pertanyaanku dan mengalihkannya?”


Ah Mo berkeringat dingin, dia menunduk dalam-dalam karena takut akan kemurkaan Zhuo Xi Ming. Jika, Ah Mo memberitahu keadaan Zelene Liang, mungkin saja Zhuo Xi Ming akan langsung menuju kediaman Huo.


“Nona ke-tujuh saat ini sedang sakit karena cedera yang di alaminya beberapa Minggu yang lalu. Jadi, Nona tidak bisa datang untuk menjemput Anda.” Akhirnya, semua terlepas. Meskipun, Ah Mo merasa takut akan apa yang terjadi setelah ini.


“Jadi—”


“Ayah!” seru Zhuo Ning yang baru turun dari mobil. Lantas berlari ke sisi Zhuo Xi Ming.


“Nyonya,” sapa Ah Mo yang masih berkeringat dingin, dan dibalas dengan anggukan oleh Zhuo Ning.


“Hmph!” Zhuo Xi Ming melengos dan tidak peduli dengan kehadiran Zhuo Ning, yang dia ingin lihat saat ini adalah Zelene Liang—cucu tercintanya. “Di mana cucuku? Di mana kau menyembunyikannya? Ah Mo mengatakan kalau dia cedera saat ini, apa kau tidak menjaganya dengan baik?” Zhuo Xi Ming melemparkan pertanyaan-pertanyaan itu pada Zhuo Ning, meski dia tidak melihat ke arah putrinya.


“Ayah, kita ke mansion saja dulu. Akan aku ceritakan pada Ayah sesampainya di sana.”


🍁🍁🍁


Sesampainya di mansion yang telah di siapkan oleh Ah Mo. Zhuo Ning menceritakan semuanya pada Zhuo Xi Ming mulai dari pernikahan Zelene Liang yang masih dirahasiakan dari publik.


“Ayah, aku tidak memberitahukan hal ini karena takut Ayah akan marah dan mengambil Zelene dari kami." Ujar Zhuo Ning dengan nada sendu.


“Jika aku tahu kalau cucuku akan dijadikan alat pertukaran bisnis oleh Liang Zheng Hao, aku tidak akan membiarkan pria tidak tahu diri itu membawa kalian ke kota ini.” Ucapnya keki. Zhuo Xi Ming merasa dikhianati oleh putri dan menantunya saat ini, perasaannya cukup terluka.


Dia telah membiarkan Liang Zheng Hao membawa putri dan cucunya ke Imperial City, tapi pernikahan Zelene Liang sengaja dirahasiakan, bahkan darinya.


“Ayah, jangan menyalahkan Zheng Hao. Aku sendiri yang menyuruhnya untuk merahasiakan ini dari Ayah. Aku … ingin memberitahu Ayah pada waktu yang tepat saja dan … Zelene juga sangat bahagia dengan pernikahannya saat ini. Kumohon, Ayah, jangan mengganggu mereka.” Zhuo Ning memelas, dan tatapan sendunya hanya dilihat malas oleh Zhuo Xi Ming.


“Atur pertemuan dengan pria bermarga Huo itu untukku! Segera!” perintahnya, lantang dan tegas.


Zhuo Ning bergidik mendengar suara lantang Zhuo Xi Ming. Namun, apa yang dapat dia lakukan kalau Zhuo Xi Ming sudah memutuskan?


“Baik, Tuan Besar.” Ah Mo berucap tanpa ragu, setelah dia melirik pada Zhuo Ning yang memberikan tatapan persetujuan.


“Sekarang kau pergilah! Aku tidak ingin melihatmu dulu.” Ujar Zhuo Xi Ming dengan nada paling dingin pada Zhuo Ning.


🍁🍁🍁


“Kakek sudah ada di Imperial City saat ini?” jantung Zelene Liang hampir meloncat dari tempatnya ketika mendengar kabar itu dari Zhuo Ning.


“Iya, Lene, Kakekmu juga ingin bertemu dengan Tony Huo. Kita tidak bisa menghentikannya. Kau tahu itu, Kakekmu sangat keras kepala.”


“Baiklah, Ibu istirahat saja. Aku akan memberitahu Tony Huo nanti setelah dia pulang dari kantor.” Zelene Liang mematikan panggilannya dan setelahnya dia menekan nomor telepon Ah Mo.


“Ah Mo, aku ingin bertemu Kakek.”


“Akan saya sampaikan pesan Nona ke-tujuh pada Tuan Besar.”


Zelene Liang menghela napas gusar. Untuk apa Zhuo Xi Ming ingin bertemu Tony Huo secepat ini?


🍁Bersambung🍁