
Malam itu udara di Imperial City agak dingin, apalagi udara di dalam mobil Great Wall Hover Pi Limousine—yang kendarai oleh butler Kim—yang menjemput Tony Huo beberapa menit lalu dari bandara. Suasana di dalam mobil sangat hening yang terdengar hanyalah deru mesin halus dari mobil itu. Tony Huo memandang ke arah luar jendala mobil, sementara pikirannya berkelana menjelajahi momen-momen antara Zelene dan Xie Yu Fan—pada foto yang terekam dalam ingatannya. Sedangkan Duan Che, memperhatikan Tony Huo sesekali, namun tidak menggerakkan bibirnya untuk bertanya pada atasannya.
Butler Kim juga melirik Tony Huo melalui kaca depan, ketenangan ini malah membuat butler Kim mejadi gundah dikarenakan Tony Huo kembali secara tiba-tiba, apakah ada hubungannya dengan beredarnya rumor mengenai Zelene? Butler Kim pun memberanikan dirinya untuk memcah keheningan dan berkata, "Tuan Muda, saya ingin memberitahu bahwa, Nyonya Muda sedang menghadiri pesta di sebuah Club KTV. Sepertinya, Nyonya akan pulang terlambat malam ini."
Siku kanan Tony Huo bertumpu pada sandaran tangan di kursinya, sedang jari telunjuknya memukul-mukul pelispisnya, pelan. Ia mengarahkan pandangan ke arah kaca spion depan, melirik butler Kim dengan sorot mata dalamnya. Tony Huo masih bungkam bahkan setelah mendengar keberadaan Zelene Liang. Raut mukanya seperti mengatakan bahwa ia tidak peduli, tetapi gemuruh seperti memporak-porandakan hatinya dan juga, kepalanya semakin berdenyut kencang.
Setelah beberapa saat, Tony Huo akhirnya membuka mulutnya dan berkata dengan tenang, "Biarkan saja." Ia kembali mengarahkan pandangan ke luar jendela, namun jemari kirinya terkepal erat di atas pahanya.
Mobil itu melaju dikeramaian dengan mulus tanpa kendala hingga mereka tiba di kediaman Xue Garden. Ketika mobil telah berhenti, Tony Huo langsung membukakan pintu untuk dirinya tanpa menunggu Duan Che ataupun butler Kim—yang biasanya akan membukakan pintu untuknya.
Tony Huo melangkah memasuki mansion dengan napas kasar seperti badai telah menelan habis kesabarannya. Ia tidak bisa tenang seperti sebelumnya ketika duduk di dalam mobil karena saat ini, ia tidak melihat Zelene Liang menyambut kepulangannya dan wanita itu malah berada di sebuah Club. Tubuhnya yang terasa amat lelah, ia sandarkan ke sofa sembari memijat pelipisnya. Rasa sakit kepala itu tak kunjung hilang dan malah bertambah sakit.
Kedua orang itu—yang sudah memasuki mansion melihat keadaan Tony Huo—yang kehilangan cahaya kehidupan di wajahnya. Butler Kim sangat khawatir melihat kondisi Tony Huo, ia memutuskan untuk memanggil dokter keluarga Huo.
"Tuan Muda, saya sudah menghubungi Dokter Su, dia akan segera sampai. Jadi, sebaiknya Anda beristirahat di kamar." Ucap butler Kim, berdiri di samping sofa.
"Aku hanya lelah, mengapa memanggil Dokter Su?" tanya Tony Huo, merasa tidak senang dengan keputusan yang diambil oleh butler Kim tanpa diperintahkan.
"Saya khawatir pada Anda, Tuan Muda, bagaimana jika saya menyuruh Nyonya agar pulang sekarang juga?" butler Kim sudah siap menekan nomor Zelene, akan tetapi Tony Huo menghentikannya.
Sorot mata dalam itu—memandang butler Kim lebih tidak senang lagi. Meskipun, di dalam hati Tony Huo sebenarnya menginginkan agar cepat-cepat melihat Zelene Liang dan mempertanyakan rumor mengenai hubungannya dengan pria lain.
"Kepalaku akan bertambah sakit, jika melihat wanita itu. Kalau Dokter Su sudah tiba, antarkan dia ke kamarku." Ucap Tony Huo, nadanya sedingin air es. Ia bangun dengan kasar, lantas berjalan cepat menuju kamar utama. Kamar yang sudah 2 tahun ia tinggalkan dan tempati oleh Zelene Liang sebagai pemilik barunya.
Tony Huo membuka kamar yang tidak dikunci, pandangannya diedarkan ke seluruh ruangan. Ruangan itu terlihat masih sama seperti 2 tahun yang lalu—yang berarti Zelene Liang tidak mengubah kamar itu—seperti keinginannya.
Akhirnya, setelah 2 tahun Tony Huo akan bertemu kembali dengan Zelene Liang. Bagaimana reaksi Zelene Liang jika melihatnya sudah berada di kamar mereka? Pria itu menghempaskan tubuh lelahnya ke atas ranjang dipenuhi aroma cherry milik Zelene Liang.
🍁🍁🍁
Sementara itu, di Sky Club KTV suasananya sangat meriah, meskipun yang menghadiri pesta tersebut hanya beberapa pemain dari 'Separate Lover' dikarenakan kesibukan para aktor dan aktris, jadi, tidak semua bisa hadir. Sekiranya dalam kamar VIP yang mana muat diisi oleh 20 orang. Sutradara Long sendiri sudah memilih tempat ini agar bisa beramai-ramai, namun harapannya hanya bisa dipenuhi oleh 9 orang: 4 aktor dan 5 aktris, juga agen dari Zelene, sudah berada di ruangan VIP tersebut ditambah dengan dirinya menjadi 12 orang.
Zelene duduk di sudut ruangan bersama Hanna dan Xu Mo. Seharusnya, ialah bintang utama malam ini, namun ruangan itu diramaikan oleh suara merdu dari aktris pendatang baru yang menggantikan peran Alice Pei. Sesekali aktris cantik bernama Sunny Wu, akan melirik Zelene dari tempatnya. Lirikan itu seperti memperlihatkan betapa handalnya dia dalam bernyanyi.
"Kak Liang, bagaimana kalau kau bernyanyi sekarang? Dari tadi kau hanya minum saja." Sunny Wu menghampiri Zelene dan menyodorkan microphone di tangannya kepada Zelene.
Zelene menaruh gelasnya dan menatap Sunny Wu dengan senyum cerah kemudian berkata, "Semua orang tahu bahwa suaraku sangat fals, aku tidak bisa bernyanyi semerdu dirimu, maafkan aku."
Semua orang yang berada di ruangan itu tahu bahwa Zelene bukanlah penyanyi yang baik, tapi Sunny Wu malah menyodorkan microphone dan menyuruhnya bernyanyi. Bukannya Sunny Wu tidak tahu akan hal tersebut—dia sepertinya berniat membuat Zelene merasa malu dan kalah karena suara fals-nya.
"Aku saja yang bernyanyi." Xie Yu Fan tiba-tiba meraih microphone di tangan Sunny Wu.
Gadis itu sedikit tersingahak dengan kehadiran tiba-tiba dari Xie Yu Fan. Sunny Wu melihat ke arah Xie Yu Fan dengan mata bulatnya, binar matanya menyiratkan perasaan tersembunyi kepada pria itu. Kegugupan menyerbu Sunny Wu hingga mulutnya tak bisa mengucapkan kata apa pun dan memperhatikan Xie Yu Fan lekat-lekat.
"Hei! Apa kau baik-baik saja?" tanya Xie Yu Fan, memperhatikan gadis di depannya yang tidak berkedip sama sekali.
Suara Xie Yu Fan segera menyadarkan Sunny Wu. "Aku tidak apa-apa! Aku tidak apa-apa, Kak Yu Fan," ia tersenyum hingga salah tingkah dan menghempaskan tangannya secara tidak sengaja mengenai gelas di tangan Zelene. Anggur dalam gelas itu tumpah ke gaun Zelene. Sunny Wu membelalakkan matanya dan segera meminta maaf, "aku tidak sengaja, maafkan aku, Kak Liang."
"Hei! Kau sangat ceroboh! Lihat sekarang gaun Kak Liang jadi kotor!" seru Xu Mo. Dia melotot tajam pada Sunny Wu.
"Aku tidak sengaja." Sunny Wu menundukkan kepala karena merasa bersalah.
"Tenanglah, Xu Mo, jangan membuat keributan." Tegur Hanna, memegangi lengan Xu Mo.
Mata semua orang yang berada di ruang VIP tersebut mengarah ke sudut ketika adegan itu terjadi dan memperhatikan gaun mahal milik Zelene tersiram segelas anggur.
"Dia sudah bilang tidak sengaja, jangan diperpanjang lagi. Kau bisa membersihkan gaunmu atau menyuruh asistenmu membeli yang baru."
"Tapi, apa dia akan membiarkannya begitu saja? Dia kan ...."
"Sudah, kita jangan ikut campur, nanti akan menjadi masalah untuk kita."
Gaun di atas lutut berwarna mint cream yang dipakai Zelene bercambur dengan warna merah dari anggur. Zelene segera berdiri, melihat noda anggur di bagian bawah gaunnya, noda itu layaknya darah pada wanita haid. Betapa malunya, jika orang-orang di luar sana melihat noda itu? Zelene berdecak kesal pada kecerobohan Sunny Wu.
Xie Yu Fan melihat gaun Zelene, kemudian mengambil saputangannya yang terselip pada saku jas-nya. Ia menyodorkan saputangan pada Zelene. "Pakai ini untuk membersihkan nodanya."
"Terima kasih," Zelene mengambil saputangan Xie Yu Fan tanpa rasa enggan, "aku akan ke toilet untuk membersihkan gaunku."
"Aku benar-benar tidak sengaja, Kak Liang." Sunny Wu menggigit bibir bawahnya, matanya berkaca-kaca seolah dia sudah terkena amarah Zelene.
"Sudahlah, lupakan saja. Aku bahkan tidak mengatakan apa pun, mengapa kau terlihat seperti anak tiri yang dianiaya? Apa kau pikir aku akan memakanmu?" Zelene tidak menunggu jawaban dari Sunny Wu; ia melangkahkan kaki menuju pintu keluar ditemani Hanna dan Xu Mo.
"Dia terlihat marah padaku ...."
🍁Bersambung🍁