My Arrogant Wife

My Arrogant Wife
Musuh yang sedang bersembunyi, tidak perlu dicari



Zelene mengerucutkan bibirnya, memandangi para reporter yang masih bungkam dalam kekagetan. "Bolehkah aku tahu, scandal apa yang sedang kalian perbincangkan?" Zelene menaikkan kedua alisnya, memberitahu mereka bahwa, ia sangat penasaran.


Beberapa dari mereka gelagapan, memikirkan kata-kata yang ingin mereka ucapkan, namun masih tertahan di ujung lidah mereka.


Perlahan mereka pulih dari kekagetan, dan mulai berbisik, heran.


"Apa sebenarnya yang terjadi? Apakah kita terlambat?” tanya salah satu reporter wanita, dia cukup tinggi dibandingkan dengan reporter wanita lainnya.


"Tidak mungkin kita terlambat, waktunya sangat pas!" teriaknya reporter lainnya.


Hanna memperhatikan reporter yang berteriak tepat di hadapannya. "Wah, wah, aku yakin pasti kalian mendapatkan berita besar. Lebih baik kalian bergegas, jika tidak kalian hanya akan membuang waktu saja."


Mereka tersentak dengan ucapan Hanna, ke mana mereka harus bergegas? Sedangkan tokoh utama dalam berita besar yang dimaksud ada di depan mata mereka. Apakah mereka harus ke atap gedung sekarang, hanya untuk mendapati sepasang burung pipit berkicau?


"Sepertinya, kami mendapatkan informasi yang salah." Celetuk salah satu reporter, ia mengalihkan padangan, tidak berani melihat pada Zelene yang berdiri dengan meninggikan dagunya.


"Kau ... bukankah kau adalah reporter Bai dari CMS News?" tanya Hanna mengenali salah satu dari gerombolan reporter.


"I-Iya, aku Bai Chun dari CMS News. Tidak kusangka kau mengenaliku, Manajer Hanna." Bai Chun tersenyum jengah seraya menggaruk kepalanya, jadi ia menjawab Hanna dengan sedikit basa-basi, "aku harus pergi, ada berita lain yang harus aku liput."


"Hei, kau! Kalau begitu, aku juga harus pergi." Reporter itu mengikuti Bai Chun di belakangnya dengan wajah kesal.


Para reporter meninggalkan hotel membawa kamera mereka, tanpa mendapatkan sebuah foto maupun video yang telah mereka harapkan.


"Sial! Apa-apaan ini? Harusnya aku tidak ikut kemari!"


"Siapa yang memberikanmu informasi itu?"


"Anonim. Tapi, aku tahu itu suara seorang wanita, beraninya dia mempermainkanku?!"


"Kau saja yang terlalu bodoh, mempercayai panggilan palsu! Cepat cari tahu, dan buat orang itu menyesal!"


"Kau juga bodoh karena ikut bersamaku kemari, tadi kau senang dan berapi-api, sekarang kau ingin menyalahkan aku?"


Kini mereka berdebat seperti sedang ditipu ratusan juta karena sebuah panggilan telepon dari anonim.


Sementara itu, dalang yang merencanakan kedatangan para reporter yaitu, Alice Pei dan Xiao Ying menyaksikan dari kejauhan.


"Apa yang dilakukan wanita itu di lobi? Bukankah seharusnya dia berada di atap gedung?" Alice menggertakkan gigi, ia mengepalkan jemarinya hingga kuku panjang menusuk telapak tangannya.


"Sepertinya rencana kita gagal, Kak." Lirih Xiao Ying, menundukkan kepala. Benar saja rencana mereka gagal, kini mereka harus menghadapi kemarahan Direktur Ming jika pria itu mengetahui kebenarannya nanti. Tentu saja yang akan disalahkan adalah Xiao Ying; Alice Pei pasti akan menganggapnya tidak becus dan melemparnya ke dalam masalah sendirian.


Alice Pei memberengut, kesal. Ia mencubit lengan atas Xiao Ying menggunakan seluruh tenaganya. "Dasar tidak berguna! Buat janji dengan Direktur Ming nanti malam!"


🍁🍁🍁


"Sebelumnya aku juga tidak mengerti, mengapa wanita itu mengirim sepucuk kertas lecek padaku?! Sekarang aku yakin, jika Zelene Liang yang kau maksud adalah si aktris cantik. Maka, sudah pasti pertemuan ini merupakan jebakan untuk menjatuhkan reputasimu dan Zelene Liang." Xu Mo menghela napas, memasang wajah kecewa, "tapi, pesan dikirim pada orang yang salah. Sebenarnya aku senang ketika mengetahui kau ingin bertemu denganku ... tetapi ...."


Tidak apa-apa kan, jika aku berbohong sedikit? Makan umpannya, ayolah!


Pria berambut hijau tua itu tidak percaya bahwa, ia memiliki seorang  penggemar seperti wanita dengan penampilan aneh di hadapannya. "Apa benar yang kau katakan?" Nada suaranya dipenuhi keraguan, ia belum sepenuhnya mempercayai Xu Mo, "Jangan membodohiku! Aku bisa menuntutmu.  Katakan siapa kau sebenarnya?!"


"Aku sudah mengatakan barusan, bahwa aku adalah Zelene Laing. Tetapi, Zelene Liang yang kau maksud ..., aku yakin kau pasti sudah mengetahui latar belakangnya, 'kan?"


Direktur Ming tersentak, bagaimana wanita buruk rupa itu bisa berkata tentang latar belakang Zelene Liang?! Keluarga Liang adalah salah satu keluarga terkaya di Negara C. Dan hanya orang-orang tertentu yang mengetahui latar belakangnya tidak terkecuali Direktur Ming yang memiliki radar informasi di mana-mana, tentunya mengetahui siapa Zelene Liang.


Pria itu kembali tersentak untuk kedua kalinya. Apa yang aku harapkan? Harusnya aku tidak datang ke sini. Kemungkinan wanita ini bekerja di bawah Zelene Liang, dari awal dia sudah mengetahui bahwa pertemuan ini merupakan jebakan. Hpmh! Cukup cerdik, dia mirip seperti Ayahnya, Liang Zheng Hao.


Direktur Ming sedang berpikir, ia tidak bisa menyinggung keluarga Liang. Karirnya bisa saja hancur jika Liang Zheng Hao mengetahui mengetahui hal ini. "Baiklah, aku pasti akan menemukan orang di balik semua ini. Tetapi, rahasiakan hal ini dari Presdir Liang, apa kau mengerti?!"


Xu Mo mengangguk. "Agaknya, kau telah menyadari keadaan saat ini. Itu tergantung keputusan Nona Liang, jika ia berbaik hati, maka karirmu akan tetap aman. Setelah menemukannya, kau putuskanlah sendiri!" Xu Mo tidak menunggu lagi dan beranjak pergi meninggalkan pria yang terpaku di tempatnya.


Fiuh..., benar-benar melelahkan. Untung saja, Kak Liang mengajariku berakting. Aktingku tadi pasti cukup bagus, 'kan? Xu Mo bangga dengan hasil kerjanya, ia akan menyombongkan diri sebentar lagi.


Sebuah jaket besar sudah di persiapkan di balik pintu atap gedung, Xu Mo meraih jaket tersebut; menutupi wajahnya dengan cepat ia berlari menuruni tangga menuju lift.


🍁🍁🍁


Mobil Van hitam di tempat parkir bawah tanah terparkir rapi, kedua orang di dalamnya sedang menunggu kedatangan Xu Mo.


Hanna menghirup dan mengeluarkan napas gusar karena Xu Mo belum juga kembali, ia merasa takut jika Direktur Ming melakukan sesuatu yang tidak pantas pada Xu Mo. Seharusnya ia tetap di sana dan menemani Xu Mo; tangan Hanna tidak bisa diam karena perasaan khawatir, ia membuka pintu mobil ingin kembali ke atap gedung.


"Aku akan mengecek keadaan Xu Mo, kau tetaplah di sini, Lene."


"Tidak perlu, Kak, dia sudah datang." Zelene menoleh ke arah lift, matanya menemukan sosok aneh Xu Mo, berlari secepatnya menuju mobil mereka.


Pintu terbuka untuk Xu Mo yang napasnya tidak teratur akibat berlari terlalu cepat.


"Bagaimana?" tanya Hanna, langsung.


"Ha ..., biarkan aku bernapas dulu." Ia terengah-engah, "hahahaha~" kemudian, tertawa terbahak-bahak


Zelene, "...."


Hanna, "...."


Xu Mo melepas jaketnya, lalu bersandar pada sandaran kursi di sebelah Zelene. "Aku sangat puas!" pekiknya, "Aku sangat puas melihat ekspresi direktur Ming. Dia belum pernah melihat dandanan yang sangat jelek dan aneh, dia sangat mual ketika melihatku. Hahahaha." Ia benar-benar puas dengan hasil kerja, demikian pula dengan aktingnya.


"Lalu bagaimana? Apa yang di katakan direktur Ming?" Hanna sangat ingin tahu bagaimana cara Xu Mo mengalahkan Direktur Ming; terlihat dari penampilan yang masih utuh dan tawa kemenangannya, sudah jelas bahwa Direktur Ming kalah telak.


Sebelum menjawab pertanyaan Hanna; Xu Mo menenggak air mineral setengah botol, ia mengeluarkan napas lega. "Seperti yang Kak Liang duga, seseorang sudah merencanakannya. Direktur Ming juga mendapatkan surat yang sama. Awalnya, dia sempat tidak percaya, aku hanya menggertaknya sedikit dengan latar belakang Kak Liang." Xu Mo kagum akan dirinya sendiri.


Zelene tersenyum senang, misi Xu Mo berhasil dan ia juga keluar dengan selamat. "Kamu memang paling bisa di andalkan! Terima kasih, Xu Mo." Zelene mencubit pipi Xu Mo, gemas.


Semua misi yang Zelene berikan pada Xu Mo dimasa lalu, pasti berhasil Xu Mo kerjakan dengan baik. Maka dari itu, Zelene memiliki keyakinan pada Xu Mo menghadapi pria mesum seperti Direktur Ming.


"Apa kita tidak akan mencari dalang dibalik semua ini?" tanya Hanna.


"Tidak perlu dicari, Direktur Ming pasti akan menemukannya.


Kalaupun tidak, dia akan datang lagi padaku." Siapa pun dalangnya kemungkinan Zelene sudah bisa mengira, meski ia memiliki banyak haters di kalangan aktris, tetapi yang paling berani bertindak secara terang-terangan atau pun bertindak diam-diam tidak lain adalah Alice Pei.


Ia akan membiarkan hal ini dulu karena musuh yang sedang bersembunyi, memang tidak perlu dicari; mereka akan datang mengantarkan diri mereka sendiri.


"Baiklah, aku akan mentraktir kalian makan siang. Makanlah sepuas kalian!"


🍁Bersambung🍁