
"Zelene, kau bukan salah satu dari kekasih Tony Huo, 'kan?" kembali Xie Yu Fan bertanya, kali ini tak ada keraguan dalam nadanya. Namun, dia menyadari bahwa pertanyaannya terlalu menohok dan bisa saja membuat Zelene sakit hati. Wajah Xie Yu Fan berubah pucat karena pertanyaan yang dia lontarkan sendiri. "Maaf, bukan maksudku untukโ"
Perkataan Xie Yu Fan langsung dipotong oleh Zelene. "Tidak apa-apa. Kau tenang saja karena aku bukan salah satu dari kekasih pria itu. Aku tidak ingat apa pun semalam, yang aku tahu ketika bangun tadi pagi, aku sudah berada di kamarku dengan kepala pening," Zelene berhenti berucap dan mengambil gelas di mejanya, kemudian meneguk air itu perlahan. "Maaf, tapi aku belum sempat bertanya pada CEO Huo tentang bantuannya tadi malam, dan hubungan kami hanya sebatas rekan bisnis. Maksudku, Ayahku merupakan rekan bisnisnya."
Zelene tidak berkata yang sebenarnya karena ia tidak ingin pernikahannya terungkap, namun dia melihat pria di depannya menghela napas lega dan Zelene merasa telah memberikan harapan palsu untuknya. Ia hanya berharap semoga saja Xie Yu Fan akan tetap menganggapnya sebagai teman di hari-hari yang akan datang. Bukanya Zelene merasa dirinya istimewa di hati pria itu, tetapi binar mata Xie Yu Fan ketika melihat dirinya sangatlah berbeda dari yang lain.
"Syukurlah, jika Ayahmu dan Huo Enterprise memiliki hubungan bisnis. Aku tahu kau menutupi latar belakangmu dan aku juga tidak ingin memaksamu untuk memberitahuku."
Meskipun begitu, dalam benak Xie Yu Fan seperti masih ada yang mengganjal. Xie Yu Fan mencerna perkataan Zelene dan tidak menemukan jejak kegugupan dalam nada suara wanita itu, jadi, dia pikir Zelene tidak akan membohonginya begitu saja. Dia meyakinkan dirinya agar percaya pada Zelene Liang. Sementara hatinya sedang bergejolak karena dia sendiri tidak mengetahui perasaan apa yang sedang menyeruak masuk? Apakah dirinya benar-benar akan menjadi teman Zelene untuk selamanya, atau hubungan mereka bisa berubah lebih dekat dari teman biasa?
"Terima kasih karena tidak bertanya mengenai latar belakangku, tetapi sepertinya kau sudah bisa mengira-ngira."
Pada saat itu, hidangan makan siang yang mereka pesan sudah diantar ke meja mereka dan ditata dengan rapi oleh para pelayan restoran Ho. Setelah selesai dengan pekerjaan merekaโpara pelayanan itu segera meninggalkan ruangan, dan kembali ruangan tersebut di huni oleh dua orang.
"Tidak juga. Perusahaan yang bisa melakukan kerja sama dengan Huo Enterprise, dipastikan adalah perusahaan yang berpengaruh, jadi, aku tidak berani menebak-nebak." Ucapnya dengan santai.
Keduanya mulai menyantap makan siang mereka, dan suasana dalam ruang pribadi itu agak lebih santai daripada sebelumnya.
๐๐๐
30 menit kemudian mereka keluar dari ruang pribadi dengan penyamaran mereka masing-masing. Zelene Liang memakai kacamata hitamnya lengkap dengan scarf yang masih melilit di leher hingga pada bahu putihnya. Kali ini, ia mengikat rambutnya menjadi ikatan kuncir kuda dan semakin menambah paras cantiknya.
"Cantik." Gumam Xie Yu Fan yang bisa terdengar oleh dirinya.
Meski berjalan beriringan dengan Zelene, dia sengaja merendahkan suaranya agar wanita itu tidak mendengar intonasi kagum pada gumamnya. Xie Yu Fan sesekali merilik Zelene dalam langkah mereka menuju pintu keluar dari restoran Ho. Sedang Hanna, Xu Mo dan Qing Yuan mengikuti keduanya dari belakang. Xiao Xuan dan Xiao Juan pun sudah menunggu Zelene di depan restoran Ho dengan mobil yang sudah mereka siapkan untuk mengantar Zelene kembali ke kediaman Huo.
Mata tajam Xiao Xuan menangkap adanya kilatan cahaya dari tempat tersembunyi di arah Utara mereka. Saat Zelene dan yang lainnya telah tiba di pintu masuk, Xiao Xuan cepat-cepat memberi isyarat pada Zelene agar masuk ke dalam mobil.
"Aku pamit duluan." Ucap Zelene.
Tetapi ....
Xie Yu Fan tanpa sadar menarik lengan Zelene sehingga ia menghadap ke belakang dan jarak antara mereka sangatlah sedikit. Tepat pada saat itu kilatan cahaya putih kembali menyambar dari arah Utara.
"Maaf. Aku ...," Xie Yu Fan kembali gugup.
"Tidak mengapa. Tolong lepaskan tanganku, Xie Yu Fan." Pinta Zelene dengan sopan. Ia tahu bahwa paparazi sedang mengintai mereka dan Xiao Xuan pun sudah memberinya isyarat, namun pria di depannya itu malah manarik tangannya dan membuat kesalahpahaman. Pasalnya para paparazi yang telah mengambil foto mereka tentunya akan berpikiran bahwa, hubungan mereka adalah benar sepasang kekasih.
Xie Yu Fan melepaskan cengkeramannya dari tangan Zelene. "Aku benar-benar minta maaf. Aku hanya ingin memberikan ini padamu." Dia menyerahkan sebuah kotak persegi empat berwarna hitam pada Zelene.
Pintu mobil telah terbuka sejak tadi, dan Zelene langsung masuk ke dalam mobil tanpa menoleh. Mobil itu melaju meninggalkan restoran Ho.
"Ck!" Xiao Xuan berdecak kesal. Pria itu masih berada di restoran Ho untuk mencari asal dari keliatan putih tersebut. Dia menatap ke arah Xie Yu Fan, sebelum berjalan dengan langkah kesal menuju ke arah daripada kilatan cahaya putih itu.
๐๐๐
Di dalam mobilnya, Xie Yu Fan mengembangkan senyum penuh arti. Qing Yuan meliriknya dari kaca spion dan baru kali ini dia melihat artisnya tersenyum seperti itu karena selama ini yang media tahu bahwa, Xie Yu Fan memiliki senyum ramah dan memesona. Tapi tidak dengan Qing Yuan yang mengetahui bahwa, artisnya itu memaksakan senyum di depan media ataupun orang-orang yang temuinya. Maka dari itu, Qing Yuan merasakan aura aneh sedang menyelubungi Xie Yu Fan yang biasanya tidak pernah menampakkan senyum ketika mereka hanya berdua.
"Yu Fan, apa sesuatu menarik perhatianmu belakangan ini?"
Xie Yu Fan menatap ke kaca spion dan perlahan senyumnya memudar karena pertanyaan Qing Yuan membuyarkan fantasinya.
"Kak Qing ..., kau terlalu berisik."
"Aku hanya ingin tahu saja. Apakah Zelene Liang sedang menganggu pikiranmu?" tanyanya lagi.
Wajah ramah Xie Yu Fan sudah berubah menjadi wajah datar dan ada kilatan malas di matanya. Dia menumpu sikunya ke sandaran tangan serta jemarinya bermain dengan santai pada bibirnya.
"Selama dua tahun ini, wanita yang paling dekat denganku adalah Zelene Liang, dan tiba-tiba saja Tony Huo muncul semalam. Apa menurutmu tidak aneh? Aku sangat penasaran dengan hubungan keduanya, tapi aku mencoba untuk percaya pada ucapannya. Wanita itu tidak mungkin berbohong padaku, 'kan? Tidak mungkin, 'kan?" sorot mata Xie Yu Fan menampakkan kegelisahan.
"Tenanglah Yu Fan. Aku akan menyelidikinya kalau begitu. Apa perlu aku selidiki mengenai latar belakang Zelene Liang juga?"
Qing Yuan tahu pasti kalau Xie Yu Fan saat ini sedang banyak pikiran lantaran kemunculan Tony Huo secara tiba-tiba semalam. Dia kini mengerti bahwa sebenarnya Xie Yu Fan tengah menaruh perasaan pada Zelene Liang, meskipun belum diperlihatkan dengan jelas oleh pria itu.
"Tidak perlu menyelidiki latar belakang Zelene Liang." Xie Yu Fan menarik napas, lalu menghembuskannya kembali. "Dia adalah putri dari Liang Zheng Hao."
Mobil yang dikendarai oleh Qing Yuan sempat keluar dari jalur karena mendengar nama Liang Zheng Hao diluncurkan dari bibir Xie Yu Fan. Qing Yuan berusaha kembali menstabilkan pergerakan mobilnya, dia pun menghela napas berulangkali.
"Liang Zheng Hao, katamu? Apa kau yakin?" Qing Yuan bertanya, geram.
"Hm. Zelene Liang barusan berkata kalau perusahaan Ayahnya bekerja sama dengan Huo Enterprise. Siapa lagi jika bukan Liang Zheng Hao? Huo Enterprise dan Liang Corp. telah menjalin kerja sama dalam dua tahun terakhir ini. Tidakkah menurutmu Zelene Liang juga memiliki hubungan spesial dengan Tony Huo?" sembari menaikkan sebelah alisnya, sudut bibir Xie Yu Fan terangkat menampilkan seringai tajam.
"Jadi, maksudmu kemungkinan saja ada ikatan perjodohan di antara keduanya? Lantas kau ...?" Qing Yuan menoleh ke kaca spion dan melihat pada raut muka Xie Yu Fan yang sudah berubah lagi ....
๐ Bersambung๐