My Arrogant Wife

My Arrogant Wife
Nikmati hukumanmu!



Tony Huo sama sekali tidak bisa fokus pada pekerjaannya. Ia masih memikirkan ketika dikatai bodoh oleh Zelene Liang tadi pagi. Ia benar-benar tidak tahu di mana letak kesalahannya ketika berucap tadi pagi.


Apa yang salah dengan bertanya kapan perut Zelene Liang akan membesar dan mengandung bayi mereka?


Bolpoin di tangan Tony Huo terlempar ke depan. Ia melonggarkan dasinya berkali-kali sejak tadi karena sama sekali tidak bisa fokus. Belum lagi ia khawatir akan keselamatan Zelene Liang yang ia tinggalkan di Xue Garden.


“Apakah aku harus pulang? Mungkin ide yang bagus, tapi aku sudah jarang ke kantor dan pekerjaanku sangat banyak.” Ia menghela napas berulangkali. Tubuhnya memang berada di di dalam kantor tersebut. Akan tetapi hati dan pikirannya berada di kediaman Xue Garden.


Melirik pada arloji berwarna hitam yang melingkari pergelangan tangan kanannya. Menunjukkan pukul setengah 12 siang dan sebentar lagi Zelene Liang harus minum obatnya.


“Apa yang sedang dia lakukan saat ini? Aku sangat penasaran.”


Rasa penasarannya teramat kuat sehingga ia memutuskan untuk mengambil smartphone dan menelepon Zelene Liang.


Beberapa detik setelah panggilan itu tersambung, masih belum ada yang mengangkat panggilannya membuat Tony Huo mengerutkan dahi, sampai-sampai menggigit ibu jarinya.


“Kenapa tidak diangkat juga? Dia masih marah padaku?”


Sampai akhir panggilan tersebut tidak diangkat oleh Zelene Liang. Tony Huo menjadi khawatir sejenak dan memutuskan untuk menelepon kediaman Xue Garden. Mencari tahu apa yang sedang dilakukan istrinya dari pelayan.


Tak berapa lama panggilan tersebut telah diangkat dan suara butler Kim menyapa di seberang sana. “Dengan kediaman Huo, ada yang bisa saya bantu?”


“Butler Kim, ini aku.”


“Tuan Muda, apakah Anda butuh sesuatu?”


Tony Huo merasa lega karena butler Kim mengangkat panggilan dengan cepat dan terdengar dari nadanya. Nampak santai. Jadi, Zelene Liang pasti baik-baik saja di bawah perlindungan dari pengawal keluarga Huo dengan ketelatenan mereka. Ia mengeluarkan napas lega karena pikiran negatif hampir menguasainya.


Hal ini pula menguatkan pendapatnya kalau Zelene Liang masih marah padanya lantaran pertanyaannya tadi pagi.


“Apa yang sedang dilakukan oleh Nyonya Muda?”


“Nyonya Muda dan Nyonya Huo sedang berada di taman saat ini. Apa perlu saya bawa teleponnya kepada Nyonya Muda?” tawar butler Kim yang sedang menunggu persetujuan.


Merasa lega karena Nan Si Yue saat ini sedang bersama dengan Zelene Liang. Jadi, Tony Huo tidak perlu pulang ke mansion untuk memastikan keadaannya.


“Saya sudah memeriksa seluruh kamera keamanan dan tidak menemukan orang yang mencurigakan, Tuan Muda.” Butler Kim menjawab yang dia ketahui karena sejak semalam dia mengumpulkan anak buahnya sampai-sampai menyuruh mereka begadang menonton kamera keamanan. Namun, tidak ada yang mencurigakan.


“Mungkin aku hanya salah lihat. Jangan lupa untuk mengingatkan Ibu memberi obat pada Zelene tepat waktu.” Tony Huo berpesan pada butler Kim agar Nan Si Yue merawat Zelene Liang mewakili dirinya.


“Baik, Tuan Muda.”


“Itu saja, akan kumatikan teleponnya.”


Setelahnya panggilan ditutup oleh Tony Huo. Akhirnya, hembusan napas lega dikeluarkan oleh Tony Huo yang sedang mengkhawatirkan istrinya.


🍁🍁🍁


“Rin Kazuo, bagaimana pendapatmu setelah gadis itu menghilang dari muka bumi? Dia sungguh malang karena kehilangan nyawa tanpa tahu kesalahannya.” Wanita berambut perak sebahu, tersenyum miring seraya membawa gelas bir ke mulutnya. Dia meneguk bir dalam gelas tersebut dalam sekali teguk.


Rin Kazuo menatap datar ke arah wanita berambut perak sebahu itu. Nampak dari kedua bola mata Rin Kazuo, wanita itu sangat menawan dengan bibir merah yang tebal.


Bibir Rin Kazuo membekap bibir merah itu tanpa pemberitahuan dan memberikan ciuman kasar padanya.


Setelah puas mempermainkan bibir merah itu, Rin Kazuo memberikan jarak antara wajah mereka. “Dasar tidak berguna!” jemarinya mencubit dengan kasar dagu wanita yang sedang menatap ke arahnya, “siapa yang menyuruhmu melenyapkan sampah tidak berguna? Apa untungnya bagi kita melenyapkan gadis itu? Kamu ingin mengadu domba keluarga Huo dan keluarga Lee? Keluarga Lee tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kekuatan keluarga Huo di Imperial City. Dasar bodoh!” lantas melepaskan jemarinya dengan kasar pula.


“Maaf, harusnya kubunuh Zelene Liang ketika ada kesempatan.”


“Sudah terlambat.”


Rin Kazuo menjambak rambut belakang wanita berambut perak itu dan menyeretnya menuju ke ranjang. Lantas melemparkannya ke atas ranjang tersebut.


“Nikmati hukumanmu!”


🍁 Bersambung🍁