
"Zelene Liang cepatlah!" Tony Huo melirik pada arloji yang melingkari pergelangan tangan kanannya. Pagi ini, ia ingin berangkat kerja bersama Zelene Liang.
Awalnya Zelene Liang menolak tawaran Tony Huo karena takut hubungan mereka akan ketahuan, jika sampai ada reporter yang melihat mereka. Atau para karyawan LC Entertainment tidak akan diam dan hanya melihat. Mereka pasti akan bergosip, apalagi pria yang mengantar Zelene Liang—merupakan pewaris kerajaan bisnis di Imperial City.
Zelene Liang melangkah cepat keluar dari pintu mansion, tidak lupa mengecek barang bawaannya di dalam tas selempang branded milik salah satu rumah fashion ternama. Karena terlalu cepat dalam langkahnya dia tidak sengaja menjatuhkan sebuah kotak hitam berukuran kecil.
Mata Zelene terbelalak lantaran kotak tersebut jatuh di samping kaki Tony Huo. Kotak yang berisi sebuah liontin berlian itu, merupakan pemberian dari Xie Yu Fan untuk Zelene Liang beberapa hari yang lalu di depan restoran ketika mereka makan siang bersama.
Sebelum Zelene Liang dapat mengambil benda hitam di atas lantai tersebut. Sebuah tangan besar mendahuluinya. Kontak hitam telah berada di tangan Tony Huo dan tanpa meminta ijin, pria itu membuka penutup kotak.
Dilihatnya sebuah liontin berlian dengan nyaman tinggal dalam kotak tersebut. Tony Huo mengalihkan tatapannya pada Zelene Liang dan mulai bertanya, "Ini punyamu?"
"Tentu saja punyaku, jika bukan tidak mungkin ada dalam tasku. Kembalikan!" Zelene Liang menengadahkan tangan kanannya.
Tatapan Tony Huo menunjukkan ketidakpercayaan pada ucapan Zelene Liang. Ia tidak perlu melihat liontin itu secara teliti karena ia sudah tahu merk juga perusahaan yang memproduksi kalung di dalam kotak tersebut.
"Zelene Liang, apakah kamu tahu perusahaan mana yang memproduksi liontin ini?" tanya Tony Huo menilik ke dalam mata hitam Zelene Liang.
"Entahlah, itu pemberian dari Kak Hanna, mengapa aku harus bertanya tentang merk padanya? Cepat kembalikan, kita sudah terlambat."
Dengan beraninya Zelene Liang berbohong pada Tony Huo. Dia tidak tahu perusahaan mana yang memproduksi liontin tersebut karena dia hanya melihat sekilas pada liontin pemberian dari Xie Yu Fan, dan tidak mungkin juga dia mengatakan bahwa itu pemberian dari seorang pria.
"Hoho, kamu pikir aku akan percaya begitu saja? Liontin ini diproduksi oleh Huo's Jewelry beberapa bulan yang lalu. Masih merupakan merk baru yang hangat dikalangan kelas atas dan hanya diproduksi sebanyak 50 buah dan semuanya laku terjual bulan lalu. Harganya juga cukup fantastis. Jadi, dalam rangka apa Hanna Gu memberikanmu liontin berlian edisi terbatas?" Tony Huo mengeluarkan kalung itu dari tempatnya dan menunjukkan ukurin 'Huo' dalam huruf alphabet pada Zelene Liang.
Jantung Zelene Liang seakan merosot ke perutnya. Dia sama sekali tidak menyadari kalau kalung itu ternyata adalah salah satu perhiasan edisi terbatas dari Huo's Jewelry. Perusahaan yang dikelola sendiri oleh Tony Huo. Zelene Liang bungkam dan tidak menemukan alasan untuk dikatakan pada Tony Huo.
"Jawab aku!" pinta Tony Huo dengan tegas. Ia menaruh liontin itu kembali ke dalam kotak dan segera menutup kotak tersebut, lantas menaruhnya dalam saku jasnya. Ia melangkah menuju mobil, dan menghempaskan dirinya ke kursi penumpang.
"Tony Huo kembalikan liontin itu padaku!" Zelene Liang bergegas masuk ke dalam mobil menyusul Tony Huo. Dia duduk di sebelah pria itu, namun nampak dari pengelihatannya Tony Huo memiliki wajah masam. "Mengapa kamu mengambil benda yang bukan milikmu?" dia menengadah telapak tangannya, meminta Tony Huo mengembalikan benda itu padanya.
Mobil melaju meninggalkan kediaman Xue Garden.
Hari ini, Zelene Liang berniat mengembalikan liontin pada Xie Yu Fan saat tiba di kantor nanti karena dia lupa membawa benda itu kemarin. Namun, saat ini dia mungkin harus memenangkan Tony Huo terlebih dulu.
"Ah, begini ...," ucapannya terhenti karena Zelene Liang tidak mampu menemukan alasan untuk melanjutkan kebohongannya. Dia membalikkan wajahnya ke arah jendela mobil seraya menggigit kuku ibu jarinya dan mencoba memikirkan kebohongan yang harus dia berikan pada pria di sebelahnya.
Tony Huo menghela napas gusar. Ia merogoh saku jasnya dan melemparkan kotak itu pada Zelene Liang dengan cuma-cuma, tetapi nampak dari ekspresinya ia sungguh tidak rela.
Mereka tidak lagi bicara satu sama lain karena Tony Huo terus saja menatap keluar jendela sembari menempatkan sikunya pada sandaran kursi. Sedang, Zelene Liang sesekali meliriknya, namun tidak mengucapkan apa pun.
🍁🍁🍁
"Turunkan aku di depan sana!" Zelene Liang meminta pada Duan Che agar menurunkannya jauh dari gedung LC Entertainment. Namun, Duan Che melirik Tony Huo dari kaca spion depan.
Bukannya Duan Che tidak ingin menuruti perintah Zelene Liang, namun tempat pemberhentian yang diminta oleh Zelene Liang terlalu jauh dari gedung LC Entertainment.
"Langsung saja ke parkir bawah tanah." Ujar Tony Huo tanpa melihat Duan Che. Ia masih memandang ke luar jendela dengan wajah kesal yang disamarkan.
"Baik, Tuan." Duan Che memperhatikan pasangan tersebut melalui kaca spion dan menggelengkan kepala. Dia tahu sebentar lagi atasannya pasti akan meluapkan kekesalannya setelah Zelene Liang turun dari mobil.
Hanya butuh waktu dua menit sampai mobil tersebut berhenti di parkir bawah tanah LC Entertainment.
Kebetulan sekali tidak ada siapa pun di sana, jadi Zelene bergegas turun dari mobil tanpa berucap apa pun pada Tony Huo, dia bahkan tidak menoleh ke arah pria itu setelah memasuki lift.
Benar saja, setelah Zelene Liang menghilang dalam lift, Tony Huo memukul kursi depan, membuat Duan Che tersentak dan hampir menginjak rem mendadak. Tetapi dengan segera Duan Che memperbaiki laju kemudinya.
Mobil hitam yang dikendarai Duan Che melaju menembus jalanan, meninggalkan gedung LC Entertainment. Duan Che sesekali melirik Tony Huo—wajah pria itu menghitam lantaran rasa kesal melingkupi hatinya.
"Beraninya dia berbohong padaku! Cari tahu siapa yang membeli liontin edisi terbatas bulan lalu."
"Baik, Tuan. Siang ini akan saya bawakan dokumennya." Ucap Duan Che mempercepat laju mobilnya.
🍁🍁🍁
Sementara itu, di parkir bawah tanah LC Entertainment. Seorang pria tinggi berambut coklat keluar dari mobil van bersama satu orang pria lainnya.
"Yu Fan, bukankah itu mobil Tony Huo?" Qing Yuan bertanya sembari menatap Xie Yu Fan.
Mereka datang lebih awal dari Zelene Liang dan ketika akan turun dari mobil, Xie Yu Fan melihat sebuah mobil Rolls Royce Phantom hitam memasuki parkiran. Maka dari itu, Xie Yu Fan memutuskan untuk tetap berada di dalam mobil dan akhirnya mendapati, Zelene Liang keluar dari mobil tersebut.
"Aku rasa begitu, siapa lagi yang mengantar Zelene Liang jika bukan Tony Huo? Hmph!" Xie Yu Fan mengarahkan pandangannya ke lift dan mulai melangkah. "Ayo, Kak Qing, aku ingin bertemu dengan Zelene Liang."
🍁 Bersambung🍁