My Arrogant Wife

My Arrogant Wife
Hiburan untukku?



Keesokan paginya; pasangan suami-istri tersebut bangun di waktu yang bersamaan dengan posisi berpelukan. Tony Huo menampakkan senyum hangat pada istrinya yang berada dalam dekapannya seraya memainkan rambut hitam wanita itu. Sedang Zelene Liang mengerjapkan matanya beberapa kali, dia memperhatikan posisi mereka yang nampak layaknya pasangan kekasih yang saling mencintai satu sama lain.


"Selamat pagi, Zele." Tony Huo berucap lembut di telinga Zelene sembari menyelipkan rambut wanita itu ke belakang telinganya.


Zelene Liang bisa merasakan kehangatan dari nada Tony Huo, namun dia menjadi bingung dengan sikap Tony Huo yang seperti ini. Beberapa hari lalu mereka bertengkar layaknya orang yang saling membenci, kini pria itu seperti seorang pemuja istri. Zelene Liang sebenarnya tidak masalah dengan sikap dingin dan tanpa perasaan dari pria itu. Malah sikapnya yang tiba-tiba hangat membuat Zelene kelabakan dalam hatinya, bagaimana dia harus menanggapi Tony Huo?


"Tony Huo," ucapnya dengan suara yang agak serak. Dia membiarkan dirinya dalam dekapan pria itu, namun Zelene Liang memiliki ekspresi serius.


"Hum?" mata hitam pria itu memperhatikan wajah Zelene Liang dan jemarinya berpindah ke alis tipis nan cantik itu, lantas ia mengelus lembut menggunakan ibu jarinya dan meluruskan alis Zelene Liang. "Jangan menekuk alismu, terlihat sangat jelek."


Zelene Liang menepis tangan Tony Huo, dia menatap serius ke mata hitam pria itu, lalu bertanya dengan nada serius, "Tony Huo, apa maksud dari perlakuan hangatmu padaku, bukankah kamu mengatakan tidak memiliki perasaan juga tidak akan memberikanku harapan? Aku juga tidak terlalu berharap padamu."


Tony Huo tertegun sejenak. Iya, dia memang mengatakan hal tersebut, namun ia sendiri yang melanggar perkataannya. Meskipun ia memiliki alasannya sendiri, ia tidak bisa mengatakannya pada Zelene Liang dan mereka telah menjadi satu. Tidak mungkin Tony Huo akan menjadi orang yang tidak bertanggung jawab, apalagi Zelene Liang merupakan istrinya dan menantu kesayangan keluarga Huo. "Hm, aku tidak memiliki perasaan padamu. Sudah kukatakan akan memberimu kompensasi dan ini merupakan salah satu bentuk dari kompensasi yang aku berikan padamu." Katanya dengan nada lembut. Ia memperhatikan dengan sungguh-sungguh dahi Zelene Liang yang berkerut.


"Huh!" Zelene Liang menghempaskan selimut, lalu bangun dan bergerak cepat turun dari ranjang, meninggalkan Tony Huo yang masih berbaring di sana. Mendengar tanggapan pria itu membuat moodnya pagi ini kurang baik. Dia segera pergi ke kamar mandi tanpa berucap sepatah kata pun.


Di dalam kamar mandi, Zelene Liang menatap wajahnya yang baru bangun tidur, nampak segar dan bercahaya. Tetapi cahaya tersebut berubah menjadi gelap dan sorot matanya mulai tajam. Nampaknya dia geram dengan tindakan yang tidak sesuai dengan perkataan dari Tony Huo.


"Aku tidak butuh kompensasi seperti ini, Tony Huo. Kapan aku bisa membalas pria itu?!"


Sementara itu, Tony Huo bangkit dari ranjangnya dan menatap ke arah kamar mandi sembari bergumam, "Akan lebih baik jika kamu tidak bertanya lagi, Zelene Liang."


🍁🍁🍁


Setelah selesai sarapan Tony Huo bersiap berangkat ke kantor, ia berjalan keluar dari mansionnya dan Zelene Liang juga ikut mengantarnya hingga ke mobil. Raut muka wanita itu menampakkan keengganan ketika berjalan berdampingan dengan Tony Huo. Sebenarnya tidak ada keinginannya untuk mengantar Tony Huo sampai ke depan mansion, akan tetapi Nan Si Yue sudah berpesan kepadanya agar mereka selalu sarapan bersama dan mengantar suaminya ketika berangkat kerja, layaknya pasangan suami-istri yang normal. Namun, sejak tadi tidak ada dari mereka yang membuka percakapan. Mereka bungkam dalam pikiran mereka masing-masing.


Hingga Tony Huo masuk ke dalam mobilnya, ia menurunkan kaca jendela pada pintu mobil tersebut dan menatap Zelene Liang, lalu berkata, "Sepertinya Xiao Xuan dan Xiao Juan memiliki sesuatu untuk dikatakan padamu." Tony Huo tersenyum penuh arti lantas meluruskan pandangannya ke depan dan kaca jendela tersebut kembali menutup.


Zelene Liang bingung. "Hei, Tony Huo, apa maksud dari senyummu itu? Mengapa tiba-tiba seperti ada kupu-kupu diperutku? Huh."


Mobil yang mengantar Tony Huo sudah melesat keluar dari kediaman Xue Garden, sedang Zelene Liang masih mematung di tempatnya.


Kedua orang yang bicarakan oleh Tony Huo barusan—mengahampiri Zelene Liang.


"Selamat pagi, Nyonya Muda." Ucap kedua saudara itu bersamaan.


Zelene Liang memperhatikan Sarah Wu yang memiliki gelagat ketakutan, lalu mengalihkan pandangannya ke kedua pengawal berbadan kekar itu. "Katakan padaku apa yang ingin kalian bicarakan?! Aku harus pergi ke kantor sebentar lagi." Zelene Liang mengambil langkahnya memasuki mansion diiringi oleh ketiga orang tersebut.


Dia duduk dengan elegan di ruang tamu, sembari menunggu laporan yang akan disampaikan oleh kedua saudara itu.


"Nyonya, pelayan ini telah menguntit Tuan Muda. Sebenarnya kami ingin memberitahukan hal ini kepada Anda kemarin, tetapi Anda sedang kurang sehat. Maka kami menunggu hingga pagi ini." Terang Xiao Xuan sembari melirik ekspresi Zelene Liang yang agaknya terkejut.


Benar saja kupu-kupu yang dirasakan terbang dalam perutnya ternyata adalah Sarah Wu. "Dia menguntit Tony Huo? Untuk apa memberitahuku, bukankah Tony Huo bisa mengatasinya sendiri?" Zelene Liang memalingkan wajah sesaat, kemudian kembali menatap ke arah tiga orang yang berdiri di hadapannya. "Hah! Apa-apaan semua ini?!"


"Nyonya, Tuan Muda ingin agar Anda yang memutuskan hukuman untuk pelayan ini karena beliau juga menginginkan supaya Anda memiliki hiburan. Begitu yang dikatakan oleh Tuan Muda." Jelas Xiao Juan kepada Zelene Liang.


"Hiburan untukku?"


Hiburan macam apa yang mengakibatkan kupu-kupu terbang diperut Zelene Liang? Pria itu dikuntit oleh seorang wanita, bukankah merupakan hal biasa? Siapa yang tidak akan kepincut oleh ketampanan yang dimiliki oleh Tony Huo, bahkan sekarang pelayan di kediamannya sudah berani menguntit tuannya sendiri? Pantas saja selama beberapa hari ini, Sarah Wu bagaikan orang yang memiliki dendam kesumat dengannya. Wanita itu cemburu pada Zelene Liang yang merupakan—menantu sah dari keluarga Huo.


"Jadi, Nyonya silahkan putuskan yang harus dilakukan pada pelayan ini."


Sarah Wu menggigit bibir bawahnya, sejak tadi dia tidak berkata sepatah kata pun untuk membela dirinya. Ada ketakutan juga benci yang dirasakannya saat ini. Jika dia tidak memberikan pembelaan diri, maka dia pasti akan dipecat oleh Zelene Liang atau bahkan lebih buruk lagi dan misi yang diberikan kepadanya akan gagal. Itu sama saja mengundang maut pada dirinya sendiri, jikalau tuannya yang masih dalam persembunyian itu sampai mengetahui hal konyol yang dilakukannya. Sarah Wu bimbang haruskah dia memohon pada Zelene Liang atau tetap mempertahankan egonya.


"Begitu rupanya. Apakah ada yang ingin kau katakan padaku, Sarah Wu?" Zelene Liang bertanya dengan nada datar seperti tidak ada hiburan yang dirasakannya.


Hiburan macam apa? Sama sekali tidak menyenangkan! Dia hanya pelayan yang mencoba untuk merayu tuannya. Dalam drama-drama yang pernah aku perankan juga ada hal seperti ini. Sudah basi dan tidak menarik lagi! Zelene membatin sembari menatap malas pada Sarah Wu.


Sarah Wu menundukkan kepalanya dan mengedipkan matanya dengan intens seperti orang kebingungan. Dia memejamkan mata dan menguatkan tekad membunuh egonya sendiri demi keamanan dirinya di kediaman ini juga dari kecaman tuannya.


Seketika dia menjatuhkan lututnya ke lantai dan dalam posisi bersimpuh. Kedua tangannya membuat kepalan, perlahan dia mulai mengangkat kepala dan matanya bertemu dengan iris Zelene Liang.  "Nyonya ... saya—" ucapannya terpotong.


🍁 Bersambung🍁