
Ketika Xiao Xuan dan Xiao Juan mendengar suara tembakan dari dalam kamar mandi yang mana Maureen Lee sedang berada di dalamnya. Mereka bergegas masuk tidak peduli bahwa itu adalah kamar mandi wanita.
Mata mereka terbelalak mendapati Maureen Lee telah tersungkur di lantai bersimbah darah mengucur dari keningnya.
Keduanya segera menghampiri tubuh Maureen Lee yang sudah mendingin. Darah dari kepalanya sudah menggenang di lantai dan tubuh Maureen Lee sudah kaku.
Xiao Juan memeriksa denyut nadi pada leher Maureen Lee, dia menggelengkan kepalanya. “Dia sudah meninggal. Pelaku sangat ahli dalam menembak sehingga gadis ini meninggal di tempat.”
Xiao Xuan memeriksa setiap bilik dari kamar mandi, namun tidak mendapatkan jejak apa pun yang tertinggal dari si pelaku yang menembak Maureen Lee. Pengawal elit seperti mereka kali ini benar-benar kecolongan.
“Pelaku merupakan profesional. Siapa kiranya yang memiliki dendam pada gadis ini?” Xiao Xuan bertanya lirih. Disamping itu dia juga menyalahkan dirinya atas keteledoran ini sehingga menyebabkan Maureen Lee meninggalkan, padahal Zelene Liang masih belum memutuskan hukuman yang akan diberikan pada Maureen Lee, tapi seseorang telah memberikan ganjaran yang sangat sadis pada gadis itu.
Sangat disayangkan Maureen Lee telah dibunuh di belakang mereka. Sekarang mereka harus memberitahukan hal ini pada keluarga Huo dan membawa mayat Maureen Lee keluar dari kamar mandi.
“Aku akan memanggil petugas.” Ujar Xiao Xuan.
Pria itu keluar dari kamar mandi, sementara Xiao Juan mengambil smartphone membuat sebuah panggilan.
“Asisten Duan, ada masalah di kamar mandi, Nona Lee telah tiada ....”
🍁🍁🍁
Syok! Duan Che tercengang mendengar ucapan Xiao Juan melalui telepon. Dia mematung setelah Xiao Juan memberitahu keadaan di dalam kamar mandi sebelum dan sesudah kejadian.
Dengan cepat Duan Che menyadarkan dirinya dan memberitahu Tony Huo masalah tersebut. Sama halnya dengan Duan Che, Tony Huo kaget hingga mengerutkan kening. Sedang Zelene Liang hanya diam membisu, hanyut dalam lamunannya mengira-ngira pembunuh dari Maureen Lee.
“Zele, kamu takut?” Tony Huo bertanya seraya menggenggam kedua tangan Zelene Liang dengan telapak tangan besarnya. “Kita pulang saja dan biarkan asisten Duan mengurus semuanya. Duan Che, bereskan masalah ini dan jangan sampai media tahu.”
“Baik, Tuan.” Duan Che bergerak cepat masuk ke dalam rumah sakit bersama beberapa pengawal.
“Apa yang kamu pikirkan sampai seperti itu?” Tony Huo mengelus alis Zelene Liang yang nampak kusut. Ia memijatnya perlahan. Mengalihkan pandangannya pada sopir, lantas berkata, “kita pulang ke mansion.” titahnya.
“Baik, Tuan Muda.”
Mobil segera melaju meninggalkan rumah sakit.
“Harusakah kita kembali ke rumah sakit dan melihat keadaan Maureen Lee?”
Pikiran Zelene Liang sedikit kacau akibat kematian gadis itu. Dia hanya ingin menakuti dan memberikan pelajaran yang sepantasnya untuk Maureen Lee, namun seseorang telah mengambil nyawanya dengan cara yang cukup kejam.
“Tidak. Kita harus pulang dan memberikan penjelasan pada Chairman Lee. Dia pasti akan meminta penjelasan dari kita.” Berucap lembut seraya merapikan alis Zelene Liang yang masih berkerut. Tony Huo memindai wajah istrinya, tadinya wajah itu penuh dengan kemenangan. Saat ini dari pancaran mata Zelene Liang menampakkan sorot kebingungan yang cukup jelas.
“Siapa yang tega membunuh Maureen Lee?” masih memikirkan kiranya pembunuh Maureen Lee, meski gadis itu cukup licik. Namun tidak pantas untuk mendapatkan ganjaran yang kejam seperti itu, bahkan semarah apa pun dia pada Maureen Lee—tidak akan sampai menyakiti gadis itu hingga menghilangkan nyawanya.
“Keluarga Lee juga memiliki saingan bisnis yang cukup kuat. Tapi sampai membunuh cucu keluarga Lee, sangat tidak mungkin jika hanya masalah bisnis semata.” Tony Huo ikut berpikir. “Kamu tidak berpikir kalau pelakunya adalah aku, ‘kan?”
Manik mata berwarna hitam milik Zelene Liang perlahan di arahkan pada Tony Huo. Dia menatap pria di depannya dengan saksama dan mulai berpikir. Sesaat kemudian, Zelene Liang terkekeh pelan, “Sesayang itukah kamu padaku sampai tega membunuh seorang gadis demi membalaskan rasa sakit yang di derita oleh istrimu, Tony Huo? Jika memang kamu pelakunya, aku akan sangat marah padamu.” Memukul dada Tony Huo menggunakan kepalan tangan rampingnya.
“Tenang saja, aku akan menemukan pelakunya, dan ... Chairman Lee ...,” Tony Huo mengehela napasnya.
Hal ini baru diketahui oleh beberapa orang yang masih berada di rumah sakit, sementara kedua orang tuanya telah pulang lebih dulu, jadi mereka belum tahu mengenai kematian Maureen Lee.
Sementara itu di waktu yang sama, Xie Yu Fan masih berada di rumah sakit dan mendapati sesuatu yang cukup aneh. Duan Che dan beberapa pengawal yang masih di rumah sakit dan Maureen Lee yang tidak kunjung keluar membangkitkan rasa ingin tahu pria tersebut karena pada saat dia berpapasan dengan Duan Che beberapa saat lalu, wajah batu Duan Che nampak panik.
“Apa yang sedang terjadi di sini?” gumamnya.
🍁Bersambung🍁