My Arrogant Wife

My Arrogant Wife
Teriak saja



Zelene Liang dan Xie Yu Fan berserta agen mereka—telah tiba di gedung Huo Enterprise. Mereka berjalan beriringan menuju kantor HRD—yang menangani perihal kontrak kerja sama. Setelah memasuki gedung, mereka di sambut oleh kepala divisi HRD.


"Selamat siang, Nona Liang juga Tuan Xie. Terima kasih telah menerima tawaran kami. Perkenalkan, saya Manajer Ning Xia. Panggil saja Manajer Ning." Ucap wanita berusia 40 tahunan itu kepada Zelene Liang dan Xie Yu Fan ketika bergantian menjabat tangan keduanya artis tersebut.


"Selamat siang, senang bertemu dengan Anda, Manajer Ning." Zelene memberikan senyum profesionalnya.


Begitu pula dengan Xie Yu Fan tersenyum hangat seperti biasa. Dia tetap memperhatikan Zelene sesekali dan bibirnya bergerak-gerak seperti ada yang ingin dia ucapkan pada wanita yang berdiri di sebelahnya. Namun untuk saat ini dia hanya bisa menundanya sampai meeting mereka selesai.


"Mari akan saya antarkan ke kantor Pak CEO." Ajak Manajer Ning. Wanita itu menuntun jalan menuju ke lift pribadi milik Tony Huo.


Setelah memasuki lift; Zelene agak gelisah karena mereka akan menuju ke kantor Tony Huo dan bukannya ke kantor HRD. Entah mengapa Zelene merasa gelisah dalam hatinya, walaupun mereka bertengkar semalam dan pagi tadi juga tidak saling menyapa karena Zelene bangun terlambat, sedang Tony Huo sudah berangkat ke kantor saat Zelene bangun dari tidurnya yang melelahkan.


Bahkan hanya tidur di kamar berbeda saja sudah membuat Zelene merasa tidak nyaman, dan semua itu merupakan ulah pria yang akan ia temui siang ini. Harusnya ia tidak merasa gelisah, bukan? Melainkan, marah dan kesal pada pria itu.


"Manajer Ning, mengapa kita ke kantor CEO dan bukannya ke divisi HRD?" Zelene bertanya karena penasaran. Bukankah cukup divisi HRD yang menangani perihal kontrak kerja?


"Begini, Nona Liang, Pak CEO sendiri yang ingin bertemu dengan kalian berdua. Oleh karenanya, saya mengantar kalian ke sana. Kalian tentu sudah tahu, kan, CEO kami sangat profesional dan beliau baru tiba kemarin di Imperial City, namun sudah bekerja kembali. Beliau tidak suka membuang-buang waktu, kemungkinan penandatanganan tidak akan lama." Jelas Manajer Ning dengan senyum mengembang di wajahnya. Dari sudut pengelihatannya jelas terlihat bahwa kedua artis di sebelahnya memiliki chemistry sebagai kekasih.


"Begitu rupanya, terima kasih atas penjelasan Anda."


"Jangan sungkan untuk bertanya, Nona Liang, dan Tuan Xie."


Xie Yu Fan dan Zelene Liang mengangguk.


Xie Yu Fan menatap Zelene yang berdiri di sebelahnya dan akhirnya memberanikan dirinya untuk bertanya dengan nada rendah. "Apa kau sudah membuka kotaknya?"


Zelene Liang balas menatap pada pria berambut coklat itu dan teringat dengan kotak hitam berisi sebuah kalung—yang diberikan oleh Xie Yu Fan padanya kemarin. Kotak itu telah ia buka dan ditaruh dalam laci nakas di kamarnya. Ia ingin mengembalikan kotak tersebut, namun ia lupa mengambilnya.


"Aku belum membukanya, dan lagi aku akan mengembalikannya padamu."


Kening Xie Yu Fan berkerut mendengar ucapan Zelene yang ingin mengembalikan hadiahnya. Ada ekspresi kecewa di wajahnya dan perasaan aneh yang tidak bisa dilukiskan dalam hatinya.


"Mengapa? Itu hadiah untukmu, mengapa tidak mau menerima hadiah dari seorang teman?" Xie Yu Fan menghela napas, "kau tidak menganggapku sebagai temanmu lagi?"


"Bukan begitu, hanya saja aku tidak bisa menerimanya. Besok akan aku kembalikan di kantor." Kata Zelene dengan tegas, meski merasa tidak enak hati karena tidak bisa menerima hadiah dari pria itu.


"Kalau kau tidak ingin menerimanya, buang saja." Ucap Xie Yu Fan datar.


Zelene Liang merasa canggung lantaran ingin mengembalikan hadiah, namun Xie Yu Fan malah menyuruhnya untuk membuang benda tersebut. Zelene diam dan tidak berkata apa pun sampai pintu lift terbuka di lantai 8.


Mereka keluar dari lift dan langsung melangkah ke kantor CEO—dipimpin oleh manajer Ning.


Wanita itu mengetuk pintu kantor Tony Huo, "Pak CEO, duta perhiasan Huo Jewelry—sudah tiba."


"Masuklah." Nada dingin terdengar dari dalam ruangan.


Seketika, senyum manajer Ning berubah menjadi senyum getir. Sejak rapat tadi pagi, Tony Huo sangat ingin mengganti Xie Yu Fan sebagai model pria, dan kini suara dinginnya agak menusuk, meski hanya mengucapkan kata 'masuk'. Manajer Ning membuka pintu kantor dan mempersilahkan kedua artis itu agar masuk ke dalam ruangan bernuansa grayscale tersebut.


Tony Huo memperhatikan pasangan yang masuk ke dalam ruangannya dan ada rasa tercekik di dadanya. Ia sendiri tidak mengetahui rasa apa yang tengah membelitnya. Wajah cantik Zelene Liang terlihat lesu, ada lingkaran hitam di bawah matanya.


Ketiga orang itu menundukkan kepala, memberikan salam pada Tony Huo—sedang pria itu sendiri hanya memberi anggukan dan kembali menatap dokumen di atas mejanya.


Zelene Liang mengamati pria di balik meja, yang berstatus sebagai suaminya. Pria itu fokus pada dokumennya, dan tanpa sengaja tatapan mereka bertemu. Sedikit kehangatan nampak di wajah Tony Huo, setelah melihat istrinya yang tengah mengamatinya. Sebenernya, Tony Huo sudah merasakan tatapan Zelene, dan ia sangat menikmatinya sampai ia tidak tahan dan mengangkat kepalanya.


Senyum Tony Huo terpasang di bibir tipisnya, kala ia bangkit dari kursinya menuju sofa. Tatapan Zelene Liang masih saja mengikuti langkahnya, dan Tony Huo ingin sekali tertawa lantaran melihat Zelene Liang tidak sadar bahwa dirinya juga ditatap oleh manajer Ning dan Xie Yu Fan.


"Pfffttt." Karena sudah tidak bisa menahan tawanya. Ia akhirnya tertawa rendah sembari menutupi bibirnya. Tony Huo mengambil tempat duduk di seberang Zelene. "Nona Liang." Panggilnya.


Ketika itu, Zelene tersadar bahwa sedari tadi, ia telah memfokuskan tatapanannya pada Tony Huo. "Maaf," Zelene merasa agak canggung dan ia mengedarkan pandangannya pada orang di dalam ruangan tersebut.


Sepertinya aku sudah gila karena tidak sadar telah menatap pria itu. Duh! Kenapa juga aku sampai lupa dan bisa berpaling saat aku sudah menatapnya? Ada apa denganku? Ugh, harusnya aku kesal padanya. Batin Zelene, menggerutu.


"Aku harus ke kamar mandi sebentar." Ujar Zelene. Dia beranjak dari sofa dan mengalihkan pandangannya agar tidak merasa canggung.


Apa-apaan ini, kenapa dia malah menatapku?


"Saya akan mengantarkan Anda, Nona Liang." Manajer Ning juga bangkit dari kursinya.


"Terima kasih."


🍁🍁🍁


Zelene Liang masih berada dalam kamar mandi, sedangkan manajer Ning sudah kembali ke kantor Tony Huo karena Zelene ingin sendiri. Ia memperhatikan wajahnya pada cermin besar di hadapannya.


"Hei! Seharusnya aku masih kesal perihal semalam. Ada apa denganku? Mengapa kesalku hilang saat melihat wajahnya?" gerutu Zelene. Ia bertanya pada pantulan dirinya di cermin. "Ah!!! Aku ingin berteriak!" serunya.


"Teriak saja."


Zelene membatu saat mendenger suara orang yang berbicara di belakangnya. Bukan apa-apa, suara itu tidaklah menyeramkan, namun orang yang memiliki suara itu tidak lain merupakan seorang lelaki bertubuh jangkung dengan hidung mancung. Zelene sedang berada di kamar mandi wanita dan tidak mungkin seorang pria bisa masuk ke dalam. Namun saat ini pria yang berdiri di belakangnya sudah tidak asing baginya.


"Tony Huo! Sedang apa kamu di sini?" Zelene membalikkan tubuhnya dan menatap pria itu dengan penuh tanya.


"Ini kantorku, aku bisa berada di mana saja." Sahutnya datar. Ia berjalan ke arah wastafel lantas mencuci kedua tangannya.


"Tapi, sekarang kita berada di kamar mandi wanita. Apa kamu tidak sadar?" Zelene melipat tangannya ke depan.


Tony Huo mengambil sebuah tisu, kemudian mengelap tangganya dengan perlahan. Tisu tersebut ia lemparkan ke tempat sampah di sebelahnya. Ia menatap pada wajah cantik istrinya dan berkata, "Barusan aku berjabat tangan dengan Xie Yu Fan. Sekarang tanganku sudah bersih."


"Apa maksudmu? Hanya berjabat tangan dan kamu membasuh tanganmu setelahnya?"


"Kamu sudah sering berjabat tangan dengannya?"


"Bahkan lebih dari sekadar berjabat tangan saat kami beradu akting. Aku tidak paranoid seperti dirimu." Ejek Zelene.


Lebih dari sekadar berjabat tangan. Ucapan Zelene membuat ubun-ubun Tony Huo seperti mengeluarkan asap karena api dalam kepalanya telah disulut.


"Zelene Liang!" dengan marah, ia meraih pinggang Zelene dan mendekatkan wajahnya ke wajah Zelene.


🍁 Bersambung🍁