
Yuk Follow IG author, baru bikin sih hehe : red_maple0
Keesokan paginya, di lokasi syuting iklan. Zelene Liang dan agennya sudah berada di sana. Kemarin dia tertidur nyenyak dari siang hingga sore sampai dia terbangun dan mendapati dirinya memeluk leher Tony Huo. Dia cukup kaget akan hal tersebut, namun tidak berlangsung lama karena karena Tony Huo masih bersikap dingin padanya.
Zelene Liang tidak ingin memikirkan hal itu lagi dan akan fokus dengan syuting kali ini. Sepertinya dia juga lupa menyampaikan pesan ibunya pada Tony Huo—mengajaknya makan malam di kediaman Liang bersama dengannya.
Aku akan mengajaknya setelah syuting saja. Pria itu sungguh sangat menyebalkan! Kuharap dia tidak akan datang kemari kalau tidak moodku pasti akan berantakan karena wajah dinginnya.
"Kak Hanna, ayo kita sapa Sutradara Qi terlebih dulu." Ajak Zelene Liang setelah berjalan beberapa saat dari mobilnya.
"Hati-hati, Derrick Qi adalah orang yang cukup berbahaya." Hanna memberikan nada peringatan dibarengi dengan tatapan no peringatan pula. Dia nampak serius ketika menyebut nama Derrick Qi—sutradara dari iklan kali ini.
"Kenapa Kak Hanna? Apakah Sutradara Qi adalah mantan pembunuh atau orang jahat semacamnya? Aku membaca latar belakangnya tapi tidak menemukan hal aneh seperti itu." Ucap Xu Mo merasa kebingungan.
"Bukan begitu. Derrick Qi merupakan orang yang menyukai kesempurnaan. Aku takut dia akan menyusahkan Zelene karena ini kali pertama kalian bekerja sama. Tapi aku yakin dengan kemampuanmu, tetap saja jangan buat dia kesal."
"Kak Hanna, kan, tahu bagaimana karakterku, jika dia tidak membuat masalah denganku, maka aku tidak mencari masalah dengannya. Tenang saja aku tidak akan membiarkannya memberikan komplain padaku." Ujar Zelene Liang dengan penuh percaya diri. Dia sangat yakin kalau dia bisa menghadapi Derrick Qi dan tidak akan membiarkan pria itu sampai memberikan komplain padanya.
"Selamat siang, Sutradara Qi. Aku Zelene Liang senang bisa bekerja sama dengan Anda." Zelene Liang mengulurkan tangan kanannya.
Derrick Qi menatap malas pada Zelene Liang dan menjabat tangannya selama beberapa detik saja.
"Mengapa kau masih di sini? Cepat pergi ke ruang rias syuting akan segera di mulai."
Zelene Liang mematung sejenak. Seperti yang dikatakan oleh Hanna Gu, Derrick Qi memang orang yang susah dihadapi. Pria itu tidak suka basa-basi dan tidak sehangat sutradara Long.
"Baiklah, kami akan pergi sekarang." Zelene Liang berbalik menuju ke arah ruang rias. Lokasi syuting saat ini berada di sebuah villa di perbukitan yang dinamai Luxury Villa, salah satu villa milik keluarga Huo—yang tidak lain juga menjadi villa milik Zelene Liang sendiri. Namun wanita itu baru pertama kalinya datang ke villa tersebut. Dia cukup kagum dengan pemandangan dan udara segar di sana.
"Sudah kukatakan dia orang yang cukup berbahaya dan dijukuki sebagai 'Perfect Director' baru-baru ini seorang aktris berinisial Y dibuat menangis olehnya." Terang Hanna Gu. Sebenarnya dia merasa khawatir pada Zelene Liang karena selama ini dia bekerja sama dengan sutradara yang cukup bisa diajak bersosialisasi dan tidak menuntut kesempurnaan dari para artisnya.
"Dia cukup sadis membuat para aktris sampai menangis." Menggelengkan kepalanya. Zelene Liang seperti merasa tertantang akan kesempurnaan yang dituntut oleh Derrick Qi. Sembari berjalan menuju ruang rias dan melihat ke sekeliling villa, dia mengingat wajah Derrick Qi tadi, seperti agak mirip dengan seseorang dari mimik wajah dinginnya.
"Dia mirip dengan siapa, ya?" gumamnya. "Ah, aku baru ingat ... dia sangat mirip dengan Tony Huo. Mungkinkah ...?"
"Ada apa?" tanya Hanna Gu.
🍁🍁🍁
Sementara itu di waktu yang sama dalam kantor Tony Huo. Seorang gadis berpakaian rapi dengan rambut diikat ekor kuda berdiri di depan meja Tony Huo. Senyum sumringah menghiasi bibir cantiknya. Sedari tadi dia terus memandangi Tony Huo tanpa lelah, meskipun pria itu bahkan tak meliriknya.
"Kau boleh keluar." Ucapnya setelah menyesap kopi yang dibawakan oleh Maureen Lee barusan.
"Apakah Kak Tony menyukai kopi buatanku?" Maureen Lee sedang menunggu pujian dari Tony Huo. Dia sudah sejak lama belajar membuat kopi hanya untuk hari ini—membuatkan kopi untuk Tony Huo karena dia tahu kopi yang paling di sukai oleh pria itu yang bahkan Zelene Liang saja tidak tahu kopi yang sering diminum oleh Tony Huo.
"Lumayan. Jadi keluarlah sekarang." Pintanya sekali lagi seraya menatap wajah gadis itu.
Maureen Lee tersenyum dan cukup senang, walaupun hanya kata lumayan yang keluar dari bibir tipis pria itu. "Kalau begitu lain—"
"Nona Lee silahkan Anda kembali bekerja setelah mengantarkan kopi. Saya akan menyuruh sekretaris Yun memberikan pekerjaan pada Anda." Potong Duan Che agar gadis itu tidak berbicara lagi. Gadis itu sudah cukup mengganggu setelah kehadirannya di kantor Tony Huo.
"Baiklah, aku akan keluar sekarang." Maureen Lee mengambil langkah keluar dari kantor Tony Huo, dia agak kecewa karena tidak bisa berlama-lama di dalam kantor tersebut. Dia mengira jika menjadi sekretaris Tony Huo, maka akan bisa bersama terus dengan pria itu, nyatanya kini dia diusir setelah mengantarkan secangkir kopi.
Tony Huo menyandarkan kepalanya setelah Maureen Lee menutup pintu kantor tersebut. Ia menatap Duan Che dengan pandangan serius. "Mengapa dia bisa berada di sini?"
Ketika di parkiran tadi, Tony Huo bertemu Maureen Lee. Tony Huo hanya membalas sapaannya dan tidak bertanya apa pun pada gadis itu karena terlalu malas jika harus mengobrol dengan Maureen Lee, bahkan Duan Che sendiri tidak bertanya dan malah bungkam.
Setelah mereka sampai di kantor, ternyata gadis itu telah ditempatkan sebagai sekretaris CEO. Mereka awalnya cukup terkejut dan Duan Che segera mencari tahu. "Chairman Huo sendiri yang merekomendasikan Maureen Lee atas permintaan dari Chairman Lee. Jadi mulai hari ini dia akan magang sebagai sekretaris Anda selama 3 bulan. Hal itu dikarenakan Anda pergi tiba-tiba dan membatalkan proyek yang diajukan oleh Chairman Lee." Terang Duan Che.
"Hah," Tony Huo memijat pelipisnya. Huo Tian sengaja menerima permintaan dari Chairman Lee karena kejadian makan siang konyol itu? Tony Huo sama sekali tidak percaya akan hal itu. Ia sama sekali tidak ingin bertemu atau melihat gadis yang suka mencari perhatian itu apalagi Chairman Lee telah berani menghina Zelene Liang di depan wajahnya sendiri. Ia masih belum bisa memaafkan hal tersebut.
"Tuan, hari ini syuting akan segera di mulai. Apakah Anda ...."
"Aku tidak akan pergi!" Tony Huo berujar dengan nada dingin. Ia memutuskan untuk tidak pergi ke sana hanya untuk melihat istrinya bermesraan dengan pria lain di depan matanya. Harga dirinya tentu saja akan runtuh.
"Mereka hanya berakting, Tuan. Yang saya khawatirkan adalah sepupu Anda, Sutradara Qi. Dia terkenal sangat menuntut dalam hal akting, jadi saya khawatir kalau Sutradara Qi akan menyusahkan Nyonya Muda."
🍁Bersambung🍁