My Arrogant Wife

My Arrogant Wife
Dia lebih berbahaya dari Lana Wei



"Apalagi yang kau lakukan Edna Huo?!" nada tinggi Tony Huo, bukan hanya mengangetkan Edna Huo yang menghadang langkahnya, namun juga mengagetkan para sekretaris di kesekretariatan.


Pandangan mereka mengarah pada kedua orang tersebut. Sedang Edna Huo hanya mematung dan tak berkedip ketika menatap Tony Huo.


Edna Huo merupakan sepupu kedua dari Tony Huo. Wanita itu memiliki sejumlah saham di sana dan dia juga mempunyai jabatan sebagai direktur di kantor cabang. Sudah 4 tahun lamanya Edna Huo menetap di Inggris lantaran Huo Tian sendiri yang mengirimnya ke sana.


Kedua orang dengan sorot mata saling bertemu berdiri mematung di sana. Tony Huo menunggu agar Edna Huo menjawabnya, sementara wanita itu sendiri ingin berlama-lama menatap Tony Huo.


Bibir Edna Huo berkedut dan dia berkata dengan manis, "Ayo, Kak, kita masuk ke kantormu bersama. Aku sangat merindukanmu. Sudah sangat lama sekali sejak terakhir kali kita bertemu dan saat itu aku dan kau ...,"


Nampak geram Tony Huo memasang wajah mencekam dan sorot menghunus. Kenangan yang sama sekali tidak ingin diingat olehnya kembali melintas dalam benaknya berkat wanita di hadapannya itu.


Ia berlalu meninggalkan Edna Huo dengan menghindar ke samping agar tubuhnya tidak tersentuh lagi oleh wanita itu. Tony Huo membuka pintu kantornya dan menutupnya kembali dengan nada slam!


"Hahaha~" Edna Huo terbahak. Dia senang sekali bisa melihat ekspresi jijik milik pria itu. Namun tetap saja ada rasa kecewa dalam benaknya, meskipun dia tertawa. Sesaat kemudian tawanya mulai memudar, Edna Huo membalikkan badannya dan membuka pintu kantor Tony Huo yang tidak dikunci.


Sementara itu, Duan Che dan Yun Ruo Xi keluar dari lift dan melihat wanita dengan rambut panjang dikuncir kuda memasuki kantor Tony Huo dengan bebasnya.


"Asisten Duan, siapa wanita itu?" Yun Ruo Xi tak bisa berhenti memandang ke arah sana, walaupun Edna Huo sudah hilang di balik pintu. Dia menyadari bahwa, kecantikan dari wanita itu bahkan melebihi kecantikan dari Zelene Liang. Dia tentunya tidak ingin mengakui akan kecantikan dari Zelene Liang, namun jika dibandingkan wanita dalam balutan mini dress toska itu memang lebih cantik dan memesona. Yun Ruo Xi sendiri sebagai seorang wanita tak mampu berkedip untuk beberapa saat ketika sekilas melihat Edna Huo. Semakin hari, dia merasa saingannya semakin banyak.


"Edna Huo." Jawab Duan Che singkat.


"Oh, rupanya dia salah satu dari keluarga Huo." Pantas saja bisa masuk sesuka hatinya ke kantor Tony Huo, rupanya merupakan salah satu anggota dari keluarga besar Huo. Entah dia akan menjadi kawan atau lawan kedepannya, pikir Yun Ruo Xi.


"Dia lebih berbahaya dari Lana Wei." Gumam Duan Che tanpa sengaja.


"Eh, apa yang kau katakan, asisten Duan?" Yun Ruo Xi tidak mendengar gumaman Duan Che dengan jalas, maka dia bertanya setelah mengalihkan pandangannya ke pria itu.


Pria berwajah batu itu tanpa berucap lagi, menuju ke kantor Tony Huo. Duan Che mengetuk pintu dan menunggu perintah. Beberapa detik kemudian sebuah suara dingin menyapa Duan Che dari dalam ruangan.


"Selamat pagi, Direktur Edna, kapan Anda tiba?" sapa Duan Che dengan penuh hormat meskipun masih ada sisa tatapan malas di mata pria itu.


Edna Huo melirik Duan Che, namun dia tetap bergeming di tempat. Sorot mata Edna Huo memperhatikan Duan Che dari pucuk kepala hingga ke kakinya. Bibir Edna Huo sedikit berkedut. "Oh, asisten Duan, aku tiba kemarin malam dan tidak ada satupun yang menyambut kedatanganku." Edna Huo turun dari meja Tony Huo dan mengambil langkahnya mendekat ke arah sofa, lantas dia duduk di sana. "Kau masih tetap sama, tidak ada yang berubah dari kalian semua. Padahal sudah empat tahun aku meninggalkan Imperial City, pergi jauh dari kalian semua." Dia memasang wajah kecewa.


"Anda juga tetap sama." Duan Che mengalihkan pandangannya ke arah Tony Huo yang masih memandang keluar gedung. Agaknya Duan Che tahu bahwa, Tony Huo tidak ingin melihat Edna Huo berada di kantornya, namun tidak ada yang mampu mengusir wanita itu dari sana. Bahkan Tony Huo sendiri sudah malas berurusan dengan Edna Huo—wanita keras kepala dan mementingkan pendapatnya sendiri. Langkah Duan Che berhenti di depan meja Tony Huo, kemudian dia berujar, "tuan jadwal Anda hari ini ...,"


Duan Che membutuhkan waktu sebanyak dua menit membacakan jadwal Tony Huo, kebetulan sekali pagi ini ia memiliki jadwal rapat dan tidak perlu repot-repot melihat Edna Huo apalagi menemani perempuan itu mengobrol.


"Persiapkan rapat sekarang juga!" perintahnya seraya membalikkan kursi lantas bangkit dari duduknya. Membenahi suitnya. Ia baru saja tiba dalam keadaan kesal dan kedatangan Edna Huo menambah kekesalannya. Sebenarnya rapat akan dimulai dalam 30 menit ke depan, tetapi Tony Huo buru-buru ingin keluar dari kantornya, ia bahkan tidak sempat membuka tumpukan dokumen di atas mejanya.


Duan Che memasang wajah tidak setuju, tetapi apa yang dapat dia lakukan selain mempersiapkan ruang rapat dan mengumpulkan para anggota rapat sesegera mungkin? "Baik, Tuan, akan saya persiapkan ruang rapat sesegera mungkin. Anda mungkin harus menunggu sebentar sebelum para anggota rapat tiba karena mereka pasti akan sangat kaget dan terburu-buru menyiapkan presentasi mereka." Ucap Duan Che tanpa ragu.


"Jadilah profesional." Tony Huo berucap tegas.


Sebelum ia bisa melangkah keluar, Edna Huo kembali bangkit dan menghampiri Tony Huo.


"Sepertinya kehadiranku di sini memang tidak diharapkan. Sesungguhnya aku sangat merindukanmu, Kak, sayang sekali perlakuanmu padaku tidak seperti dulu lagi." Edna Huo tidak menunggu tanggapan Tony Huo, dia mengambil langkah santai setelah menatap mata Tony Huo untuk beberapa saat. Tangan ramping wanita itu menyentuh gagang pintu dan dia keluar dari kantor Tony Huo tanpa menengok ke belakang.


Akhirnya, Tony Huo tidak perlu lagi melihat wanita itu berada di kantornya. Ia kembali duduk dan membuka dokumen pertama.


"Kalau begitu saya akan mempersiapkan ruang rapat—"


Tony Huo memotong ucapan Duan Che. "Tidak perlu dimajukan. Keluarlah sekarang!"


Duan Che diam sesaat, dia tahu alasan Tony Huo memajukan rapat barusan dan kini, wanita itu telah pergi. Tony Huo tidak perlu ambil pusing dengan memajukan waktu rapat. Duan Che mengangguk, "Baik, Tuan."


🍁 Bersambung🍁