My Arrogant Wife

My Arrogant Wife
Aku tidak akan kembali



Dalam sebuah ruangan dengan pencahayaan terang, sehingga semua nampak jelas di sana. Zelene Liang duduk atas kursi roda, sedang lelaki tua—yang tidak lain adalah kakeknya—Zhuo Xi Ming duduk di atas sofa kulit mewah.


Pandangan mereka saling bertemu dan keempat mata itu menatap tanpa menggerakkan bibir mereka. Sudah lebih dari lima belas menit berlalu. Namun, keduanya seperti patung atau lebih tepatnya, menunggu salah satu dari mereka untuk memulai percakapan.


Zelene Liang ditemani oleh Xiao Xuan dan Xiao Juan di mansion Zhuo Xi Ming. Walaupun, Zelene Liang tidak memberitahu masalahnya pada kedua orang itu, dan memerintahkan mereka agar tidak memberitahu Tony Huo tentang hal ini.


Keduanya berdiri di belakang Zelene Liang dengan mata elang. Takut kalau Zelene Liang akan disakiti oleh mereka karena pengawalan Zhuo Xi Ming lebih banyak daripada mereka dan kelihatan sangat profesional. Akan tetapi, Zelene Liang menyuruh mereka agar tetap tenang dan tidak perlu takut sebelum memasuki mansion tersebut.


Masih belum ada yang menyerah. Keduanya sama-sama keras kepala.


“Nona Ke-tujuh. Saya akan membawakan minuman untuk Anda.” Suara tenang milik Ah Mo memecah keheningan dalam ruang tamu besar tersebut.


“Tidak perlu!” ujar Zelene Liang. Akhirnya, dengan pancingan dari Ah Mo, Zelene Liang membuka mulutnya.


Sejak dia sampai di mansion, dia telah menutup mulutnya rapat-rapat, bahkan tidak memberikan sapaan untuk Zhuo Xi Ming. Begitu pula dengan Zhuo Xi Ming yang bungkam sejak kedatangan Zelene Liang tertangkap oleh pengelihatannya.


Padahal, Zhuo Xi Ming sangat ingin melihat Zelene Liang, tetapi sekarang kekeraskepalaan telah menghampirinya karena melihat keadaan Zelene Liang yang menggunakan kursi roda.


Meskipun demikian, Zelene Liang masih belum menyapa Zhuo Xi Ming. Lelaki tua itu, menghela napas panjang lantaran Zelene Liang masih sama keras kepalanya seperti dulu dan tidak berubah sama sekali. Jadi, dia memutuskan untuk membuka mulutnya terlebih dulu, “Kalau kau ke kota ini hanya untuk membuat dirimu dalam keadaan seperti sekarang ini, akan lebih baik jika kau ikut aku kembali. Aku sudah sangat tua dan sebentar lagi akan membusuk di neraka. Posisi kepala keluarga saat itu akan kosong. Kau mengerti maksudku?”


“Tuan Besar, tolong jangan berkata seperti itu. Anda akan tetap bersama kami sampai puluhan tahun mendatang.” Wanita di sebelah Zhuo Xi Ming berkata dengan nada khawatir.


“Kau tidak perlu berkata manis, Xui!”


Wanita berpakaian hitam—yang dipanggil Xui oleh Zhuo Xi Ming—menundukan kepalanya. Sesekali dia melirik pada Zelene Liang, tapi tak bisa berkata apa pun padanya karena Xui tahu di mana posisinya dan orang seperti apa Zelene Liang.


Omongan panjang lebar Zhuo Xi Ming hanya di tanggapi dengan satu kalimat penolakan dari Zelene Liang.


Zhuo Xi Ming tersenyum kaku mendengar penolakan langsung dari Zelene Liang. Lelaki itu ingin marah, tapi begitulah Zelene Liang dan dia sendiri yang mengajarinya agar menjadi wanita yang tegas di kemudian hari. Inilah hasilnya saat ini.


Tubuh Xui membeku, dia takut kalau akan terjadi pertengkaran antara mereka. Sementara, Xiao Xuan dan Xiao Juan hanya mendengarkan sambil mengerutkan kening mereka. Nyonya Muda keluarga Huo sangat tegas, bahkan pada kakeknya sendiri.


“Ngomong-ngomong, apa kau memiliki masalah dengaku, Nak? Sejak kau memasuki mansion, kau sama sekali tidak menyapaku dan menatap mataku dengan berani.” Zhuo Xi Ming, akhirnya dapat menangkap masalah yang tersimpan di kedua bola mata Zelene Liang. “Aku Kakekmu dan sangat mengerti dirimu. Jadi, katakan saja!” titahnya.


“Mengapa Kakek ingin bertemu Tony Huo? Dia tidak ada hubungannya dengan cedera yang aku alami.” tanya Zelene Liang ke intinya. Dia tidak ingin berbasa-basi dan mengulur waktu karena Tony Huo sebentar lagi akan pulang kerja.


“Rupanya kau sangat mencintai pria bermarga Huo itu sampai lupa pada Kakekmu sendiri. Kau bahkan sudah tidak ingin memelukku setelah sekian tahun tidak bertemu.” Zhuo Xi Ming berucap kecewa, setelahnya dia melanjutkan, “jika bukan dia yang salah bagaimana mungkin gadis yang mengincar pria itu akan berani melakukan hal ini padamu? Seharusnya jika pria itu mencintaimu, dia pasti akan melindungimu!”


Tony Huo memang tidak mencintaiku, tetapi dia berusaha melindungiku. Mungkin saat itu dia tidak tahu konspirasi dari Maureen Lee. Aku sama sekali tidak menyalahkannya.


“Apa hanya itu alasanmu menemui Tony Huo? Kakek, aku sangat mengenalmu. Pembicaraan ini sampai di sini saja. Aku harus segera kembali ke Xue Garden. Kita akan mengobrol di lain waktu.”


Zelene Liang memberikan isyarat pada Xiao Xuan dan mendapatkan anggukkan dari pria itu.


“Mengapa buru-buru? Tetaplah di sini sampai makan malam nanti.” Pinta Zhuo Xi Ming dengan nada yang sudah agak lunak.


...🍁Bersambung🍁...


author hiatus karena sibuk mungkin tahun depan comeback 🙏🙏🙏🙏