
Di dalam kantornya, Tony Huo sedang mendengarkan laporan dari Xiao Xuan dengan saksama, bahkan ia tidak menghiraukan ketiga direktur yang berdiri di depan mejanya.
Selain mendengarkan informasi mengenai Julia Qin yang datang ke kantor Zelene, mata Tony Huo bergantian menatap ke arah ketiga direktur tersebut.
Ketiganya seperti berada di tempat yang salah lantaran suasana di dalam sana sangat dingin bak berada di dalam freezer. Mereka melirik satu sama lain, sudah 15 menit mereka berdiri di sana dan tidak persilahkan untuk duduk ataupun memulai laporan mereka karena sejak itulah Tony Huo sudah sibuk dengan smartphone-nya.
Mereka hanya bisa menggeleng dan bungkam.
"Apa yang sedang dia lakukan sekarang?" nada dingin Tony Huo ketika bertanya pada Xiao Xuan di seberang telepon, telah membuat ketiga orang itu bergidik.
"Nyonya sedang berada di ruangannya setelah Julia Qin meninggalkan LC Entertainment. Wanita itu sangat licik dan kemungkinan ada seseorang di baliknya karena tidak mungkin wanita lemah dan mudah depresi sepertinya akan berani bertindak nekat."
"Cari tahu siapa yang ada di balik wanita itu ..., juga dokumen yang diberikan kepada Presdir Wang." Tony Huo mengetuk-ngetukan jari telunjuk di atas mejanya. Saat ini, sorot matanya sangat berbahaya.
"Baik, Tuan Muda, akan kami laksanakan sekarang juga."
Panggilan tersebut langsung ditutup olehnya. Ia meletakkan smartphone berwarna hitam di atas meja dan mengalihkan pandangannya pada tiga orang yang masih dengan setia berdiri di depannya. Seulas seringai, namun tidaklah tajam terpasang sempurna pada ujung bibir kanan Tony Huo.
"Nampaknya kalian sangat ingin tahu mengenai pembicaraanku barusan?"
Wajah ketiganya seketika menampakkan kekagetan yang sangat jelas. Kini, mereka lebih tidak mengerti lagi, di mana letak kesalahan mereka?
Salah satu direktur bertubuh pendek dengan berat badan di atas rata-rata, rambut di kelapanya sangat lebat tak seperti kebanyakan orang di umurnya saat ini. Sekiranya dia sudah berusia 50 tahun. Dia mengambil dua langkah ke depan dan membuka mulutnya perlahan, "Pak CEO mengenai duta perhiasan terbaru perusahaan, bukankah Anda ingin mengganti model prianya?"
Mata Tony Huo menyorot direktur tersebut, sesaat ia menelengkan kepalanya dan dalam beberapa detik Tony Huo menegakkan punggungnya. Kedua jemari tangannya saling bertautan dan pertanyaan dari lelaki itu menarik mintanya.
"Mengapa bertanya demikian, Direktur Bai?" balik bertanya dengan antusias, Tony Huo siap mendengar alasan direktur Bai.
Ketika rapat pagi tadi, Tony Huo mendadak ingin mengganti model iklan, padahal Xie Yu Fan telah menandatangani kontrak dan jika dibatalkan, maka perusahaan harus membayar denda pada LC Entertainment. Tony Huo sama sekali tidak memikirkan mengenai berapa banyak biaya denda yang harus dikeluarkan olehnya. Setidaknya, Zelene Liang tidak berpasangan dengan Xie Yu Fan dalam iklan kali ini.
"Direktur Bai, bukan karena hal itu kita kemari." Salah satu direktur yang berdiri di belakang direktur Bai, memprotes dan yang satunya lagi hendak bicara, tetapi tidak jadi karena melihat sorot tajam dari mata Tony Huo.
"Direktur Guo, apakah kau lupa bahwa Pak CEO ingin mengganti model pria dan bukan model wanita?" direktur Bai melirik pria berkacamata di belakangnya. Memberi sedikit isyarat agar pria itu diam dan tidak lagi memberikan protesnya.
"Bukankah kita sudah sepakat—" direktur Guo berkata spontan sepertinya dia melupakan kalau saat ini mereka sedang berada di dalam kantor CEO bukannya berada di dalam toilet pria ketika mereka pada awalnya merencanakan untuk mengganti Zelene Liang dengan model lain.
"Direktur Guo!" direktur Bai memberikan tatapan menghunus kala dia membalikkan badannya menghadap direktur Guo. Direktur Guo sama sekali tidak mengerti karena rencana awal mereka bukanlah seperti ini dan tiba-tiba saja direktur Bai mengganti rencana tanpa memberikan aba-aba.
"Direktur Song, sejak kapan kau menjadi bisu?" bertanya dengan ejekan yang sangat jelas Tony Huo membuat kedua direktur yang sedang bergelut dengan sorot mata mereka—berpaling ke arah pria di samping mereka.
"B-bukan begitu Pak CEO." Direktur Song menundukkan kepala agak takut pada Tony Huo. Dia sendiri diajak oleh kedua direktur itu dan mengikuti mereka ke ruangan Tony Huo karena dia juga kurang menyukai Zelene Liang. Mereka bertiga sudah memiliki kandidat yang lebih bertalenta dengan popularitas melebihi Zelene Liang.
"Direktur Song ... sepertinya hanya kau yang bisa aku tanyai. Aku sudah tidak bisa bertanya kepada Direktur Bai ataupun Direktur Guo." Sekilas Tony Huo mengalihkan pandangan ke kedua direktur tersebut dan berkata, "kalian berdua mundurlah dan biarkan Direktur Song yang bicara. Aku mendengar rencana kalian sebelum datang ke sini adalah mengganti model wanita, tapi Direktur Bai tiba-tiba saja mengusulkan untuk mengganti model pria. Silahkan Direktur Song berikan penjelasanmu." Tony Huo sengaja berkata demikian, ia sudah kesal hanya dengan mendengar mereka memiliki rencana untuk mengganti Zelene Liang.
Sebelum Tony Huo menghempaskan ketiga orang di depannya itu, akan lebih baik jika ia mendengar pernyataan mereka lebih dulu dan bersikap antusias.
"Pak CEO, mohon dengarkan saya—"
"Direktur Bai, mungkinkah aku perlu menyuruhmu keluar dari sini agar Direktur Song merasa nyaman?" Tony Huo memotong ucapan direktur Bai.
Direktur Bai menelan salivanya dalam-dalam. Dia belum mengatakan pada kedua rekannya, mengapa dia sengaja mengubah rencana mereka? Si kurus direktur Song paling tidak dapat diandalkan olehnya dan keputusannya sangat salah karena telah mengajak direktur Song bersama mereka. Dia mundur dua langkah ke belakang dan berdiri di samping direktur Guo, sementara direktur Song dengan takut-takut mendekat ke meja Tony Huo.
Sebelum berucap direktur Song melirik kedua rekannya, lantas mengembalikan fokusnya ke Tony Huo. "Sebenarnya ...,"
🍁🍁🍁
Xu Mo berada di atap gedung LC Entertainment sedang bermain dengan smartphone di tangannya. Nampaknya dia sedang menunggu telepon dari seseorang.
Beberapa saat kemudian nada deringnya berbunyi, Xu Mo langsung mengangkat panggilan tersebut. "Bagaimana, Paman?"
"Aku sudah mendapatkan seluruh informasi mengenai Julia Qin. Aku akan mengirimkan informasinya melalui surel."
"Baiklah, Paman. Hanya Paman yang bisa aku andalkan." Ujar Xu Mo dengan nada senang.
"Mengapa tidak melenyapkannya saja?"
"Kita tidak bisa melenyapkannya begitu saja. Kak Liang akan curiga—"
"Xu Mo!" sebuah seruan halus terdengar memotong ucapan Xu Mo dari belakang.
🍁 Bersambung🍁