My Arrogant Wife

My Arrogant Wife
Dia meneleponku?



“Paman apa sudah dengar berita tentang Zelene Liang yang dikabarkan cedera karena seorang gadis dari keluarga Lee telah menyabotase sepatu hak tingginya, dan menyebabkan Zelene Liang masuk rumah sakit selama dua Minggu?” Laura Ji dengan antusias duduk di sebelah David Ji. Mereka saat ini sedang berada di bangsal tempat Lira Ji dirawat. Lantas Laura Ji kembali berucap, “apa Paman tahu kalau gadis dari keluarga Lee itu terbunuh dan pembunuhnya belum ditemukan?”


David Ji mendengarnya tanpa ekspresi apa pun, layaknya dia tidak peduli dengan kehidupan orang di luar sana. Meskipun Zelene Liang pernah menyelamatkan Laura Ji sebelumnya, tapi mereka membenci Tony Huo.


“Dari mana kau mendengarnya?” David Ji bertanya apatis.


“Paman ini bagaimana? Organisasi kita bukanlah organisasi main-main. Mereka bisa mendapatkan semua informasi, tapi mereka hampir ketahuan oleh pengawal keluarga Huo karena gencar mengorek informasi. Bos sangat ingin tahu siapa pembunuh gadis itu.”


“Memangnya itu urusan Bos? Sejak kapan dia melakukan hal-hal tidak berguna seperti itu?”


Merasa geram karena sejak tadi David Ji bertanya apatis, Laura Ji menepuk bahu pria itu dengan keras menyebabkan dia terperanjat seketika.


“Kau ini!”


Namun, David Ji sama sekali tidak membalas dan hanya berteriak di telinga Laura Ji. Sebelum kecelakaan itu terjadi, hubungan mereka tidaklah sehangat ini.


“Paman tidak tahu kalau Bos berencana mengajukan lamaran pada keluarga Lee untuk putranya? Maureen, ya, benar nama gadis itu Maureen Lee. Dia cukup cantik dan terlihat licik. Aku juga dengar kalau dia mengincar Tony Huo. Sayang sekali dia mati di tangan orang keji. Aku juga penasaran akan orang yang membunuhnya.”


David Ji diam sejenak. Namun, beberapa saat kemudian tawa renyah meletus di bangsal dan memekakkan telinga Laura Ji.


Laura Ji menatap aneh pada pria tambun yang tawanya terbahak tanpa henti.


“Hentikan Paman! Paman bisa membuatku tuli.” Laura Ji lagi-lagi menepuk punggung pria itu.


“Bagaimana aku tidak tertawa? Bos ingin menjodohkan anaknya dengan Maureen Lee? Apakah tidak salah?” dia menggeleng tidak percaya akan hal tersebut.


Laura Ji terheran. “Menangnya kenapa? Ada yang salah.”


“Memang tidak ada yang salah, tapi belum ada yang pernah melihat wajah dari putra Bos selama ini. Anak itu bersembunyi entah di mana, dan kabarnya dia sangat jelek.” David Ji kembali tertawa renyah.


Perkataannya barusan membangkitkan rasa ingin tahu Laura akan putra dari Bos mereka. Sejak bergabung di organisasi yang cukup berbahaya karena pekerjaan mereka selain menjual obat-obatan terlarang, juga melenyapkan nyawa orang.


“Jika Kakak tahu kalau Tony Huo sudah menikah. Entah bagaimana perasaannya.”


🍁🍁🍁


Sementara itu, di waktu yang sama Zelene Liang dan Nan Si Yue sedang berjalan-jalan di taman, di bawah pengawasan ketat dari para pengawal Huo yang menyembunyikan diri mereka dengan sempurna di kediaman tersebut.


“Mom, apa tidak lelah mengurusku selama berhari-hari? Kenapa tidak istirahat saja di Manor? Di sini, kan, sudah ada Bibi Qin yang mengurusku.” Bertanya pada Nan Si Yue ketika mereka memasuki rumah kaca taman mawar.


Nan Si Yue dengan senang hati mendorong kursi roda untuk Zelene Liang. Wanita itu sangat cekatan mengurus menantunya yang sedang sakit.


“Tidak apa-apa, sayang. Mom malah senang bisa bersama denganmu sepanjang hari.” Ucapnya lembut. Kini, Nan Si Yue duduk di sofa rumah kaca, menghadap pada Zelene Liang.


“Hum, baiklah kalau itu yang Mom inginkan. Oh, ya, maaf karena aku tidak menepati janjiku untuk shopping bersama.” Nada Zelene Liang dipenuhi rasa bersalah lantaran dia tidak bisa menepati janji pergi shopping bersama Nan Si Yue. Dia mengalami cedera sebelum mereka bisa pergi bersama-sama.


Namun, hal itu justru semakin mendekatkan mereka lantaran Nan Si Yue setiap hari pergi ke rumah sakit untuk mengurus Zelene Liang ketika Tony Huo pergi ke kantor.


“Jangan bersedih seperti itu. Kita bisa shopping ketika kau sudah sembuh nanti. Masih ada banyak waktu ke depannya.”


“Selamat siang, Nyonya Huo dan Nyonya Muda, maaf mengganggu waktu Anda.” Butler Kim datang dari arah luar dan menundukkan kepalanya. Lantas dia menegakkan badannya, tapi kepalanya masih tertunduk sedikit memperlihatkan rasa hormat pada keduanya. “Tuan Muda barusan menelepon, mengingatkan agar Nyonya Muda minum obat, dan juga … Tuan Muda berkata kalau beliau sempat menelepon Anda sebelum menelepon kediaman.”


“Dia meneleponku?”


“Wah, putraku sangat perhatian dan romantis rupanya. Dia sangat mirip dengan Ayahnya dulu. Sayang, kau harus lebih baik lagi padanya.” Nan Si Yue sengaja menggoda Zelene Liang.


Wajah Zelene Liang perlahan memerah.


...🍁Bersambung🍁...