
"Anda terlihat gugup, Presdir Wang?" tanya Zelene.
Zelene tanpa berbasa-basi menginginkan agar Presdir Wang menangani rumornya sesegera mungkin. Ia tidak bisa membiarkan rumor itu berlarut-larut dan membuat Tony Huo salah paham padanya seperti tadi. Bukannya Zelene memikirkan perasaan lelaki itu, ia tidak peduli jika Tony Huo cemburu ataupun sakit hati. Urusan perasaan Tony Huo, bukanlah urusannya. Ia tidak bisa jika disalahpahami oleh anggota keluarganya sendiri, meski ia tidak ingin mengakui Tony Huo sebagai suaminya, namun tetap saja mereka terikat menjadi keluarga.
Disalahpahami oleh keluarga sendiri merupakan beban bagi Zelene. Ia malah tidak peduli jika orang lain di luar sana salah paham ataupun membencinya, tetapi tidak dengan keluarga. Sebisa mungkin ia harus mampu memberikan penjelasan pada keluarga Huo mengenai rumor tentang dirinya, walaupun Nan Si Yue dan Huo Tian sudah memaklumi rumor tersebut, masih ada satu orang lagi yang agaknya sangat sukar untuk diberi penjelasan.
"Aku sebenarnya ingin membenarkan rumor mengenai hubungan kalian," sahut Presdir Wang.
Seketika itu, Zelene mematung setelah mendengar ucapan Presdir Wang yang tidak masuk akal. Bagaimana mungkin hubungan pertemanan dibenarkan menjadi hubungan kekasih? Sementara, beberapa orang yang juga berada di ruangan itu ikut terkejut. Pasalnya, mereka tidak percaya bahwa Presdir Wang memiliki rencana tidak masuk akal.
"Presdir Wang!" sorot mata Zelene berubah serius. "Saya tidak mengerti maksud Anda. Membenarkan sebuah hubungan yang bahkan tidak ada, Anda ingin membuat rumor ini menjadi kenyataan di mata publik? Bagaimana dengan pendapat saya?"
"Zelene tenanglah. Karena sudah seperti ini, aku tentunya ingin meminta pendapat dari kalian. Kalian pasti tahu, bahwa publik mendukung hubungan kalian. Jadi, mengapa tidak menggunakan kesempatan ini untuk menaikkan popularitas kalian menjadi lebih tinggi lagi?"
"Saya tidak setuju!" Zelene menolak ide tidak masuk akal dari pria berkumis tebal itu. Jika hal tersebut sampai terjadi, maka hubungan Zelene Liang dan keluarga barunya akan renggang. Mereka sangat menyayanginya dan Zelene tidak ingin menjatuhkan kepercayaan mereka padanya karena sebuah penjelasan pun hanya akan menjadi sia-sia.
Xie Yu Fan dengan jelas mendengar penolakan dari Zelene. Dia sendiri tak mengapa jika rumor mereka dibenarkan. Akan tetapi, dia harus menghargai keputusan Zelene, dan lagi pria yang membawa Zelene pulang semalam, masih menjadi pertanyaan besar dibenaknya. Xie Yu Fan sendiri melihat dengan jelas Tony Huo membawa Zelene ke dalam mobilnya juga membawa banyak pengawal untuk membantu mereka. Tidak mungkin semua itu hanyalah kebetulan semata, 'kan?
"Saya juga tidak setuju. Sebenarnya, saya ingin mengklarifikasi bahwa, rumor itu sama sekali tidak benar. Saya tidak ingin terlalu lama dirumorkan dan akhirnya menganggu aktivitas saya." Ucap Xie Yu Fan, dengan sebagian hati yang terasa berat.
Raut muka Presdir Wang menampakkan sedikit kekecewaan karena keduanya telah menolak usulannya. "Baiklah. Aku akan membereskan rumor itu. Kalian tidak perlu merasa terbebani akan rumor itu lagi. Tetapi, aku harap kalian bisa bekerja sama dalam proyek iklan yang aku berikan dan tidak menjadi canggung."
Zelene Liang dan Xie Yu Fan mengangguk bersamaan. Sedang, Xu Mo dan Hanna Gu menghela napas lega dengan keputusan akhir dari Presdir Wang.
Setelah rumor itu dibereskan, maka ia tidak perlu lagi mengahadapi kecurigaan Tony Huo. Zelene Liang sudah merasa lebih lega daripada sebelumnya.
"Terima kasih karena telah mendengarkan pendapat kami. Saya harap Anda melakukan yang semestinya dilakukan ...." Kata Zelene penuh makna.
Presdir Wang mengetahui makna dibalik perkataan Zelene Liang. Aktris di bawah naungannya itu memang sangat sulit untuk dibujuk dan keras kepala. Untuk saat ini tidak ada salahnya jika dia mengalah pada mereka.
"Jangan khawatir, Zelene. Aku tidak mungkin menjatuhkan artis di bawah agensiku," Presdir Wang melihat pada arlojinya dan menatap secara bergantian ke arah Zelene dan Xie Yu Fan. "Sudah waktunya makan siang; aku harus menemani seorang klien dari Korea. Kalian boleh keluar sekarang."
Zelene Liang beranjak dari tempat duduknya, lalu menundukkan kepalanya, "Selamat siang. Saya akan keluar sekarang." Zelene melangkah menuju pintu keluar.
Begitu pula dengan Hanna dan Xu Mo mengikuti di belakang Zelene. Sementara, Xie Yu Fan masih duduk di sofa dan wajahnya agak muram setelah sosok Zelene menghilang di balik pintu. Pria itu tersenyum kecut, meskipun demikian tidak mematahkan semangatnya untuk sekadar bertanya hubungan Zelene Liang dan Tony Huo. Hanna sama sekali tidak memberitahunya tadi malam dan menyuruh dirinya untuk pulang dengan tanda tanya besar di dahinya.
"Kalau begitu saya pamit. Terima kasih atas pengertian Anda, Presdir Wang."
Henry Wang mengangguk. Pria itu berdiri dan berjalan ke arah mejanya. Sedangkan, Xie Yu Fan dan agennya keluar dari ruangan luas itu.
Dirinya yang baru saja keluar mendapati Zelene dan agennya memasuki sebuah lift. Xie Yu Fan tidak membuang waktu dan berjalan cepat setengah berlari menuju ke arah lift tersebut meninggalkan Qing Yuan di belakangnya.
"Kak Qing, aku ada urusan sebentar."
Napas pria itu agak tersengal-sengal, ia berhenti tepat di depan lift dan tangannya menghentikan lift yang hampir menutup. Ketiga wanita yang berdiri di dalam lift tersebut sedikit terkejut melihat Xie Yu Fan yang masuk ke dalam lift dengan napas yang masih tak beraturan.
"Mengapa kau terburu-buru?" tanya Hanna, penasaran.
"Aku ... bolehkah aku meminjam Zelene sebentar?"
"Kak Liang bukan barang yang bisa kau pinjam seenaknya." Sahut Xu Mo dengan nada bercanda.
"Apa yang ingin kau bicarakan denganku? Sebenarnya kami akan makan siang, jika kau ingin ... kau boleh ikut bersama kami." Ajak Zelene.
"Bisakah kita bicara berdua saja?"
Zelene agaknya ingin menolak permintaan Xie Yu Fan, namun mengingat mereka adalah teman dan Zelene sendiri tidak ingin menghancurkan sebuah pertemanan hanya karena ia merasa canggung akibat rumor mereka.
"Baiklah. Kita bisa makan siang di restoran Ho."
๐๐๐
Beberapa menit kemudian, di ruangan khusus untuk dua orang di sana telah duduk sepasang pria dan wanita. Untuk beberapa saat salah satu dari mereka meneguk air putih sejak mereka mengambil tempat duduk di ruangan tersebut, sampai Zelene Liang membuka mulutnya.
"Apa yang ingin kau bicarakan? Katakan saja, apa pun itu."
Xie Yu Fan terus-menerus meneguk air dalam gelasnya. Pria itu agak ragu untuk bertanya pada wanita dalam balutan gaun merah muda di hadapannya tersebut. Padahal sejak tadi di dalam lift dia sudah tidak sabar untuk bertanya, namun saat ini lidahnya terasa kelu dan dia sedang menimang-nimang haruskah dia bertanya atau mengurungkan niatnya? Zelene sudah meluangkan waktunya makan bersama dengannya hanya berdua dan untuk pertama kalinya pula.
Xie Yu Fan menaruh gelasnya dan menghirup udara yang masuk melalui celah jendela yang terbuka. Dia membuka mulutnya perlahan, "Semalam ... seorang pria membawamu ke dalam mobilnya ...," ucapan Xie Yu Fan sengaja dia potong.
"Langsung saja." Kata Zelene menyiratkan agar Xie Yu Fan bertanya tanpa ragu-ragu dan tidak bertele-tele seperti saat ini.
"Apa hubunganmu dengan CEO Tony Huo?" tanyanya dengan lancar, dengan cepat Xie Yu Fan kembali berucap, "maksudku ... aku tidak ingin mencampuri urusan pribadimu, tapi kemunculan para reporter tadi malam sangat janggal. Aku sudah menyuruh Kak Qing untuk melakukan penyelidikan. CEO Huo tiba-tiba saja datang bersama puluhan pengawal dan membereskan para reporter dan menghancurkan kamera mereka, juga ... membawamu pulang bersamanya. Jadi, aku penasaran tentang hubungan kalian ...."
Zelene Liang menyimak dengan jelas ucapan Xie Yu Fan yang sepertinya sangat penasaran mengenai hubungannya dengan Tony Huo. Tidak mungkin Zelene akan memberitahu kebenarannya, 'kan?
Zelene sudah berusaha agar para penguntit itu tidak menemukan latar belakangnya juga pernikahannya dengan Tony Huo. Oleh sebab itu, Zelene Liang masih terdiam di tempatnya dan memikirkan untuk memberikan jawaban yang tepat pada temannya itu. Meskipun, Zelene menganggap pria itu sebagai temannya, ia masih tidak bisa memberikan kepercayaannya begitu saja pada Xie Yu Fan; lebih-lebih lagi Xie Yu Fan adalah seorang pria, mana tahu dikemudian hari pria itu akan menaruh perasaan padanya. Itulah kemungkinan yang dipikirkan oleh Zelene.
"Jadi, kau ingin tahu mengapa CEO Huo mengantarkanku pulang dan membantu kita ...,"
๐ Bersambung๐