
"Bawakan sup yang baru." Pinta Tony Huo dengan nada datar kepada butler Kim. Ia melanjutkan kembali sarapannya seperti kejadian di depan matanya itu tidak pernah terjadi.
"Baik, Tuan Muda." Butler Kim segera meninggalkan ruang makan dan berjalan ke arah dapur.
Sementara, Zelene Liang masih menatap hening ke Sarah Wu. Selain rasa sakit akibat tertumpah sup panas, mata Sarah Wu juga nampak bergetar. Zelene menangkap getaran di mata wanita berkulit putih itu.
"Ahk ... tolong lepaskan aku! Sepertinya kulitku melepuh," lirih Sarah Wu sembari terus menitikan air matanya karena kulitnya terasa sudah melepuh. Dia mencoba untuk menahan rasa sakitnya dengan menggigit bibir bawahnya. "Nyonya, saya tidak sengaja ... tolong ... tolong perintahkan mereka agar melepaskan saya."
Zelene akhirnya membuka mulutnya, "Kamu pelayan baru, bisa bekerja dengan benar tidak? Bagaimana jika sup itu tumpah dan mengenaiku?" tanyanya pelan. Ia memperhatikan dan mengelus punggung tangan yang digunakannya untuk menampik nampan tadi.
Para pelayan yang berkumpul di ruang makan juga ikut mendengar pertanyaan Zelene, dan mereka tidak terkejut apalagi merasa heran karena Zelene Liang adalah orang yang tidak bisa diganggu apalagi disinggung. Sekarang Sarah Wu telah membuatnya marah, meskipun wanita itu dengan sengaja atau tidak sengaja tersandung hingga menyebabkan nampan itu terguncang di samping Zelene Liang dan hampir saja sup tersebut tumpah ke bahunya.
"Kaki saya tersandung, Nyonya, saya tidak hati-hati ketika berjalan dan benar-benar tidak ada kesengajaan dalam hal ini." Sarah Wu meringis kesakitan, "ak! Kalian menekan lenganku terlalu kuat."
Air mata Sarah Wu mengalir sempurna, dia melirik ke semua pelayan dengan mata sendu di penuhi air mata kesakitan. Semua itu dilakukannya untuk menarik simpati dari orang-orang tersebut, namun tak satu pun dari mereka berani berbicara untuk membela Sarah Wu.
"Nyonya, saya memang membuat kesalahan tanpa disengaja dan saya sendiri yang kena akibatnya. Bisakah, Nyonya, melepaskan saya? Walaupun saya seorang pelayan, tetapi Anda juga tidak seharusnya memperlakukan saya seperti orang hina. Setidaknya biarkan luka saya diobati, Nyonya." Dalam nadanya, Sarah Wu seperti merendahkan dirinya, akan tetapi dia sebenarnya mencoba membuat Zelene terlihat seperti tuan rumah yang kejam.
Zelene, "...."
"Kasihan sekali, padahal kakinya tidak sengaja tersandung dengan kakinya sendiri." Bisik seorang pelayan.
"Hush! Diamlah!" pelayanan lain memberikan peringatan.
"Tapi, kan, dia benar-benar tidak sengaja. Apa Nyonya tidak akan memaafkannya? Lihatlah, Sarah terlihat sangat kesakitan." Ucap pelayan lainnya.
"Nyonya tahu dengan apa yang ia lakukan." Ujar Ji Meng yang mendengarkan percakapan para pelayan itu.
Tony Huo yang sedang sarapan dengan santai, merasa tidak nyaman dengan kerumunan para pelayan tersebut dan menoleh pada mereka dengan tatapan dingin, kemudian ia berkata, "Kembalilah bekerja!"
Para pelayan tersebut tidak menunggu lebih lama, dan mereka segera bubar karena tidak berani melawan perintah Tony Huo.
"Apa yang akan kamu lakukan pada pelayan itu?" tanya Tony Huo pada Zelene. Pria itu mengambil gelas di atas meja dan meneguk air putih tersebut, kemudian menaruh kembali gelas itu dan setelahnya, ia mengelap bibir tipisnya perlahan.
Sebelum Zelene dapat menjawab pertanyaan dari Tony Huo, Sarah menatap ke arah pria itu, masih dengan mata sendunya dan dia berkata dengan lirih, "Saya benar-benar tidak sengaja, Tuan Muda. Saya mohon maafkan saya, Tuan Muda." Sarah Wu kembali menggigit bibir bawahnya, juga menahan rasa sakitnya.
Wanita itu hanya memohon untuk dilepaskan oleh Zelene Liang, akan tetapi dia tidak meminta maaf padanya dan malah minta maaf pada Tony Huo, entah apa yang ada dipikiran Sarah Wu sehingga dia melontarkan permintaan maafnya kepada Tony Huo.
Setelah mendengar Sarah Wu meminta maaf padanya. Tony Huo menyorotkan tatapan dingin pada wanita yang kedua tangannya dibekuk oleh kedua penjaga gelap tersebut.
"Minta maaf pada istriku!" ujarnya dingin. Baru saja ketika ia membantu menepuk bahu Zelene, wajahnya tampak hangat dan saat ini hanya aura dingin yang terlihat menyelimutinya.
Sarah Wu pun semakin gemetar saat melihat raut muka Tony Huo yang lebih menakutkan daripada Zelene Liang. Dia cepat-cepat menurunkan pandangannya dan tangannya sedikit membuat kepalan, lantas dengan berat hati dia beralih menatap Zelene dan menggerakkan bibirnya yang agak bergetar, "S-Saya minta maaf, Nyonya. Saya mohon, Nyonya, maafkan saya."
"Baiklah, karena ini merupakan kesalahan pertama yang kamu lakukan terhadapku, maka aku bisa memaafkanmu, tetapi sebaiknya ... ketika kamu meminta maaf pada orang lain, lebih tuluslah dan perlihatkan kesungguhanmu agar orang yang mendengarnya merasa iba." Kata Zelene.
Sarah Wu tercengang mendengar perkataan Zelene. Wanita itu tidak menyangka bahwa Zelene menangkap ketidaksukaan dalam nadanya tersebut dan dia kembali menggigit bibirnya kuat-kuat. Dalam benaknya dia menyalahkan Zelene Liang atas hal yang terjadi padanya, dia juga menyalahkan orang yang mengirimnya ke kediaman Xue Garden.
"T-Terima kasih atas kebaikan Anda, Nyonya." Ucap Sarah Wu pelan, dia takut-takut ketika melihat senyum yang masih terpampang di wajah Zelene. Akan lebih baik jika Zelene Liang bungkam seperti barusan, ketimbang mengeluarkan senyum yang lebih angker dari kebungkamnya.
"Apakah Nyonya akan melepaskannya begitu saja?" tanya Xiao Juan tidak percaya.
"Iya, tentu, dia sedang meringis kesakitan. Apa kamu tidak melihatnya? Aku tidak mau dikatakan sebagai Tuan Rumah yang kejam karena membiarkan pelayan yang sedang terluka tidak mendapat perawatan, meskipun semua itu adalah ulahnya sendiri ...." Ujar Zelene sembari melebarkan seringainya.
"Cih! Kamu harus berterimakasih sekali lagi pada Nyonya karena, ia mau memaafkanmu." Xiao Juan geram dengan wanita yang dibekuknya itu, kalau bisa dia pasti akan mematahkan kaki dan tangan Sarah Wu, namun tanpa perintah dia tidak bisa melakukannya. Xiao Juan menatap Zelene dan bertanya kembali untuk memastikan, "Nyonya, apa wanita ini benar-benar akan dibebaskan begitu saja? Perlukah saya mematahkan tangannya?"
"Tidak perlu, lepaskan saja. Biarkan dia diantar ke rumah sakit, lagipula jika dia kembali melakukan kesalahan ... hm ..., kalian bisa melakukan apa pun yang kalian inginkan terhadapnya."
Sarah Wu mengeluarkan keringat dingin dan makin tercengang dengan ucapan Zelene; dan jika sekali lagi dia melakukan kesalahan pada Zelene, maka kedua pengawal itu pasti akan mematahkan tangannya. Sarah Wu bergidik ngeri hanya dengan membayangkan saja.
"Huh, cepat pergi sana! Jika sekali lagi kamu berulah, jangan salahkan kekejaman dari tanganku ini." Ucap Xiao Juan memperingati Sarah Wu. Setelah melepaskan wanita itu dari tangannya, dia memberikan tatapan penuh ancaman juga peringatan keras.
"Terima kasih, Nyonya." Sarah Wu memegangi dadanya yang tersiram sup panas dan berjalan cepat menahan rasa sakit karena kulitnya telah melepuh.
Setelahnya, butler Kim tiba membawakan sup obat pengar yang baru, pria itu meletakkan mangkuk sup dengan hati-hati agar tidak terjadi kesalahan seperti sebelumnya lagi. Sedangkan, kedua pengawal tersebut kembali ke posisi mereka seperti semula yaitu, berjaga di pintu masuk ruang makan.
"Silahkan, Nyonya." Pria berambut perak itu, mengambil langkah dan berdiri agak jauh dari meja makan.
Zelene memperhatikan sup itu dan mencium baunya yang sudah dipastikan bahwa, sup di atas meja makan itu tentunya pahit. Ia tidak bisa memakan atau menelan sesuatu yang pahit, ya, dikarenakan Zelene tidak menyukai rasa pahit dari obat herbal. Sudah tercium bau obat herbal dalam sup tersebut, hingga ia enggan untuk meminumnya.
"Kenapa hanya dilihat saja? Cepat minum dan habiskan." Ujar Tony Huo yang mengamati Zelene.
"Aku ... tidak mau." Tolaknya.
Tony Huo menyeringai dan bangkit dari duduknya, lantas melangkah ke belakang Zelene seperti sebelumnya ketika ia menepuk bahu Zelene. Tangan pria itu di tempatkan pada sandaran kursi yang diduduki oleh Zelene.
"Mau aku suapi?" tanyanya pelan di telinga Zelene.
Apa maksud pria ini, sih? Dia sedang menggodaku lagi? Baru saja raut mukanya berubah dingin dan saat ini raut itu sudah berubah lagi? Pertanyaan demi pertanyaan terlontar di kepala Zelene.
"Jadi, kamu memang ingin kusuapi, hm?" Tony Huo menarik kursinya dan duduk begitu dekat dengan Zelene karena wanita itu tidak menyahut, kemudian ia mengambil sendok dan menyendok sup tersebut secara hati-hati, "buka mulutmu."
Pria ini ...? Apakah dia pria bermuka dua yang sebentar marah dan sebentar senang? Atau dia memiliki gangguan seperti bipolar, hm ...?
🍁 Bersambung🍁