
"Sudah kubilang jangan meladeni Julia Qin. Lihat bagaimana keadaanmu sekarang?" Hanna mendelik tajam pada wanita mabuk di sampingnya.
Zelene sudah mabuk berat dan tidak bisa mendengar kicauan dari mulut Hanna. Tubuhnya tergolek di atas sofa, sementara para aktor dan aktris lain sudah diantar pulang oleh agen mereka. Di dalam ruangan VIP tersebut menyisakan Hanna, Xu Mo, Xie Yu Fan dan tentunya Zelene.
Hanna menggelengkan kepala melihat keadaan Zelene, seperti wanita terlantar tanpa tempat tujuan dan penampilan anggunnya, kini berubah urakan. Hanna mencoba memapah Zelene dibarengi dengan Xu Mo. Mereka berdua agak kesusahan membangunkan tubuh Zelene yang lebih tinggi dari mereka.
"Aku akan menggendongnya."
Ucapan Xie Yu Fan membuat kedua wanita itu melihat ke arahnya secara bersamaan. Sedang Xie Yu Fan sendiri tidak menunggu jawaban dari mereka dan langsung mengangkat tubuh ramping Zelene tanpa hambatan, serta membawa wanita itu ke pelukannya.
"Hei, bagaimana jika di luar ada paparazi?" tanya Hanna.
Wajar saja bila, Hanna merasa khawatir karena para paparazi layaknya hantu tak kasat mata. Para paparazi bisa berada di mana saja dan kapan saja, mungkin indera penciuman dan mata mereka sangat tajam hingga mengetahui keberadaan para selebriti.
"Ambil jasku dan tutupi wajah Zelene. Kita harus cepat dan berhati-hati!" pinta Xie Yu Fan pada Hanna.
Hanna segera mengambil jas Xie Yu Fan, kemudian menutupi wajah lelap Zelene. Sementara Xu Mo di ambang pintu melirik ke kanan dan ke kiri, mencari jejak keberadaan paparazi yang mungkin bersembunyi di sudut-sudut gelap dan titik buta. Untuk saat ini koridor yang akan mereka lalui terlihat aman-aman saja.
"Ayo, kita keluar, aku akan menuntun."
Mereka berempat keluar dari ruangan dengan hati-hati dipimpin oleh Xu Mo. Xu Mo menajamkan pengelihatan dan pendengarannya, takutnya jika paparazi menemukan Zelene dalam dekapan Xie Yu Fan, maka mereka hanya akan membuat scandal lebih besar lagi, dan jika mereka memapah Zelene, akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sampai ke mobil mereka.
"Kita lewat jalan belakang yang mengarah ke tempat parkir. Tadi aku sudah bertanya pada manajer, dan dia memberitahuku jalannya." Ujar Xu Mo, masih memimpin jalan menuju ke arah pintu belakang Club.
🍁🍁🍁
Pintu belakang Club terlihat sepi, ya, kelihatannya saja sepi. Tetapi saat Xu Mo membuka pintu, kilatan cahaya putih menyambar ke arah mereka. Bukan kembang api atupun kilatan petir, melainkan kamera dari para reporter. Ke-tiga orang yang berdiri di dalam pintu belakang membeliakan mata secara bersamaan. Xu Mo dengan cepat tersadar dan buru-buru menutup pintu, namun tangan para reporter menahan pintu tersebut dan menyeruak masuk, lantas mengambil gambar Zelene yang berada di pelukan Xie Yu Fan.
"Hei! Hentikan! Hentikan!" pekik Xu Mo dengan kencang.
Telinga para reporter seperti tersumbat dan mereka sibuk dengan kamera di tangan mereka.
Pemandangan itu tertangkap oleh dua pria di suatu sudut buta yang sejak tadi mengikuti rombongan empat orang itu—seperti bayangan. Salah satu dari mereka menempelkan sebuah smartphone di telinga.
"Tuan Muda, Nyonya sedang dalam masalah."
Pria di seberang telepon menjawab dengan cepat, "Masalah apa?"
"Nyonya, sepertinya mabuk berat, ia ... digendong oleh pria itu dan ... reporter sedang mengerumuni mereka." Terangnya dengan suara terputus-putus.
"Apakah kau bodoh? Hentikan para reporter itu!" perintahnya dengan nada keras, kemudian panggilan itu terputus secara sepihak.
Xiao Xuan seperti orang bodoh, mengapa tidak membantu Zelene dan mengusir para reporter, tetapi malah bersembunyi? Kini, dia merasa bahwa dirinya memang benar-benar bodoh!
"Tuan Muda sangat marah. Ayo, kita hentikan para reporter itu!" ucapnya dengan mata membara.
Kedua pengawal gelap akhirnya memunculkan diri mereka dari sudut buta dengan gagah di setiap langkah mereka. Mereka menatap nanar ke arah gerombolan reporter yang sedang melingkari ke-empat orang itu. Terlihat bahwa, Hanna dan Xu Mo sedang menutupi wajah Zelene. Mereka berteriak hingga suara mereka menjadi serak dan mencoba menerobos keluar dari kelompok reporter, namun pertahanan para reporter itu sangat kuat.
"Berhenti!" pekik Xiao Xuan yang sudah berada di luar lingkaran para reporter.
Karena diabaikan oleh para reporter membuat Xiao Xuan, kesal. Dia menghempaskan para reporter satu persatu diikuti oleh Xiao Juan melakukan hal yang sama, melempar para reporter tersebut.
"Xie Yu Fan, apakah rumor kencan kalian memang benar?"
"Sejak kapan kalian berkencan?"
"Zelene Liang bangunlah dan jawab pertanyaan kami!"
Salah satu reporter mendorong Hanna dan membuka jas yang menutupi wajah Zelene. Reporter itu kemudian menggoyangkan tubuh Zelene, berniat untuk membangunkannya. Sekitar 30 reporter mengelilingi mereka, jadi, kedua pengawal itu juga kewalahan menghadapi kelompok reporter ini. Sebenarnya dari mana datangnya mereka? Mengapa bisa berkumpul di pintu belakang dan jumlah mereka pun tidak sedikit pula?
Mata Zelene pun akhirnya terbuka dan telinganya berdengung karena teriakan para reporter seperti guntur membelah langit. Ia terperangah dengan keadaan di depannya. Daya pikirnya masih belum bisa menerima keadaan ini karena ia mabuk berat dan lengannya memeluk leher Xie Yu Fan, kemudian wajahnya ia benamkan di dada Xie Yu Fan. Aksinya itu diabadikan dengan cepat oleh kamera para reporter.
"Wah, lihat, Zelene Liang memeluk Xie Yu Fan dengan mesra. Jadi, rumor mereka ternyata benar?!"
"Itu tidak benar!" Hanna berteriak dengan kencang dan melanjutkan untuk berbicara, "teman-teman reporter, aku mohon biarkan kami pulang. Kami akan mengadakan konferensi pers untuk mengklarifikasi rumor Zelene. Jadi, tolong hentikan dan biarkan kami pulang."
Para reporter itu tidak menjawab dan mereka masih sibuk dengan pertanyaan mereka tanpa memedulikan permohonan dari Hanna. Beberapa reporter berhasil ditumbangkan oleh Xiao Xuan dan Xiao Juan, namun tidak semua reporter bisa mereka singkirkan. Xiao Juan pun tidak bisa menggunakan kekerasan dan memukul mereka, dia hanya bisa melempar mereka ke lantai.
Sementara itu, di luar pintu belakang sebuah mobil Rolls Royce Phantom hitam berhenti tepat di depan kelompok reporter—yang diikuti oleh 5 buah mobil hitam di belakangnya.
Sekitar 20 orang pria berpakaian hitam turun dari mobil secara bersamaan, di kerah jas mereka tersemat lambang burung Vermilion, lambang itu sendiri digunakan oleh pengawal kediaman keluarga Huo. Sementara itu, seorang pria dengan aura dinginnya keluar dari Rolls Royce Phantom, pria itu mengenakan setelan suit rapi berwarna midnight blue.
Mata dalamnya menatap dingin ke arah para reporter. Ia melambaikan tangan kanannya dan segera ditanggapi oleh ke 20 pengawal di belakangnya.
Xiao Xuan dan Xiao Juan tersenyum lega karena mereka mendapatkan bantuan dari teman-temannya. Mereka membabat habis para reporter dan memcahkan kamera satu per satu. Para reporter itu pun sangat kecewa dan marah.
"Apa maksudnya semua ini? Siapa kalian?"
"Jangan sentuh kameraku!"
"Aku akan melaporkan kalian pada pihak berwajib atas penganiayaan."
"Tidak perlu melakukan itu." Suara dingin itu keluar dari mulut pria yang melangkah pelan ke arah Zelene Liang.
Wajah tampan pria itu sudah tidak asing di mata para reporter karena mereka sendiri sering mengambil fotonya. Ya, pria itu tidak lain adalah Tony Huo.
"Aku akan menuntut kalian." Suaranya semakin dingin ketika matanya terkunci dengan mata Xie Yu Fan.
Kelompok reporter itu seperti diterjang badai mendengar ucapan Tony Huo yang ingin menuntut mereka. Sekarang apa pun yang mereka katakan tidak akan bisa membebaskan diri mereka dari kemarahan Tony Huo. Ada baiknya, mereka diam dan menunggu bantuan dari perusahaan mereka. Di dalam benak mereka tercetus pertanyaan, mengapa Tony Huo ingin menuntut mereka? Apa hubungannya dengan Zelene Liang dan juga Xie Yu Fan?
"Terima kasih atas bantuanmu, Tuan Muda Huo." Sembari menggendong Zelene dalam pelukannya, Xie Yu Fan sedikit menundukkan kepala.
Tony Huo mengamati pria di depannya lekat-lekat, kemudian pandangannya beralih ke wanita yang bergelayut di pelukan pria berambut coklat gelap itu. Sorot matanya semakin tajam, bahkan lebih tajam dari ujung Pedang Damascus.
"Berikan dia padaku!" Tony Huo merenggut Zelene dari rengkuhan Xie Yu Fan.
🍁 Bersambung🍁