
Zelene Liang melihat panggilan tak terjawab pada layar smartphone-nya. Nama ‘Tambang Emas’ merupakan nama panggilan yang tidak lain adalah Tony Huo.
Dia suka memanggil Tony Huo dengan sebutan ‘Tambang Emas’ di belakang punggung pria itu lantaran Tony Huo memang mirip dengan tambang emas yang senantiasa ingin digali oleh para wanita di luar sana. Bahkan sampai sekarang pun mungkin masih ada yang mengidolakan Tony Huo dan menganggap pria itu sebagai suaminya.
Meskipun begitu, Zelene Liang tidak ambil pusing. Dia menikah hanya sekali dan berniat mempertahankan pernikahannya.
Belakangan ini hubungan mereka juga cukup harmonis dan perlakuan Tony Huo padanya juga semakin manis. Namun, pertanyaan pria itu, tadi pagi membuat Zelene Liang merasa agak malu.
“Dasar pria bodoh! Kenapa dia bertanya seperti itu? Untung saja tidak ada yang mendengar. Kalau sampai ada yang dengar akan kubunuh dia.” Gerutunya kesal. Kemudian dengan gemas melemparkan smartphone-nya ke atas ranjang.
Namun, setelah benda pipih itu terlempar ke ranjang, nada deringnya berbunyi. Zelene Liang dengan malas mengambilnya, melihat si pemanggil yang dia kira adalah Tony Huo, tapi ternyata adalah ibunya.
“Ada apa, Bu?” Zelene Liang segera menyapa ibunya di seberang telepon.
“Lene,” ada sedikit kekhawatiran pada nada suara Zhuo Ning ketika memanggil nama kecil Zelene Liang. “Begini ….” Zhuo Ning kembali menghentikan ucapannya.
“Katakan saja, Bu. Apa yang sedang Ibu khawatirkan saat ini?”
Zhuo Ning masih tetap diam di seberang sana, sedang Zelene Liang merasa tidak sabar akan apa yang mungkin dikatakan oleh Zhuo Ning nantinya. Dari nada Zhuo Ning sudah jelas kalau ada sesuatu yang nampak penting dan mengganggu pikiran wanita itu.
“Kakekmu … dia akan datang ke Imperial City. Ah Mo datang ke rumah dan memberitahu Ibu pagi ini. Namun, jadwal keberangkatannya masih belum diketahui. Ibu khawatir, Lene.”
Zelene Liang takut kalau kakeknya akan menyuruhnya untuk pulang ke Negara M karena Ah Mo sendiri sudah menyampaikan pesan tersebut padanya. Namun, Zelene Liang malah abai, tidak menghiraukan perkataan Ah Mo sampai-sampai kakeknya sendiri yang datang ke Imperial City. Bagaimana kalau kepala keluarga Zhuo memaksanya pulang ke Negara M? Lantas bagaimana dengan Tony Huo?
“Ah Mo juga mengatakan kalau dia sudah pernah bertemu denganmu sebelumnya dan memintamu untuk kembali bersamanya ke Negara M, tapi kau menolak. Ibu takut kalau Kakekmu kemari hanya untuk membawamu pulang ke negara itu dan … dan juga Ibu khawatir kalau Kakekmu ada hubungannya dengan kematian gadis dari keluarga Lee itu.” Suara Zhuo Ning semakin bergetar. Dengan susah payah Liang Zheng Hao meminta ijin pada ayah Zhuo Ning dan berhasil membawa keduanya ke Imperial City. Namun, sekarang kepala keluarga Zhuo malah memutuskan untuk datang ke Imperial City dan tujuannya tidak lain adalah membawa Zelene Liang bersamanya.
“Ibu, tenangkan diri Ibu. Meskipun Kakek berniat untuk membawaku pulang bersamanya, tapi aku akan menolak, Bu. Aku sudah mempunyai keluarga di sini dan tidak mungkin meninggalkan Tony Huo.” Zelene Liang berusaha meyakinkan dan menenangkan ibunya yang sedang ketakutan saat ini. Meskipun demikian, Zelene Liang juga merasa khawatir, apa yang akan dia lakukan ketika berhadapan dengan kakeknya nanti karena mereka sama-sama keras kepala, dan bagaimana kalau orang tua itu tidak menerima Tony Huo sebagai cucu-menantunya?
“Ibu mengerti, Lene. Nanti ketika Kakekmu datang, usahakan untuk jangan bertengkar dengannya. Kalian sama-sama keras kepala.” Zhuo Ning masih merasa khawatir kalau keduanya bertemu akan terjadi pertengkaran nantinya. “Walaupun begitu, Kakekmu sangat menyayangimu melebihi sepupumu yang lain. Ibu juga takut kalau mereka akan datang kemari dan menemuimu.”
“Kalau mereka mau datang, biarkan saja. Mereka selalu berada di bawah peringkatku. Jadi, aku sama sekali tidak takut dengan mereka.”
Terdengar helaan napas Zhuo Ning. “Hanya itu yang ingin Ibu katakan. Jaga hubunganmu dengan Tony Huo jika kau tidak mau berpisah dengannya.”
“Aku mengerti.”
Zelene Liang menutup panggilan. Dia menjadi gusar akan kabar kedatangan kakeknya ke Imperial City.
...🍁Bersambung🍁...