My Arrogant Wife

My Arrogant Wife
Kita tidak harus memakai dua model, bukan?



Keesokan harinya; Zelene Liang bangun kesiangan karena ia tidur di kamar tamu, saking kesalnya dengan Tony Huo tadi malam. Akhirnya, dia memutuskan untuk berpindah kamar, dan tidak berbicara apa pun lagi pada Tony Huo. Tadi malam di kamar tamu yang luas, namun tak senyaman kamar utama menyebabkan Zelene membalikkan badannya berkali-kali lantaran ia merasa tak nyaman dengan kamar tersebut.


Zelene Liang masih menguap, ketika ia menuju ke ruang makan. Tidak ada Tony Huo di sana, hanya butler Kim dan beberapa pelayan yang menyiapkan sarapan untuk Zelene.


Dia sudah pergi rupanya? Aku tidak perlu melihat wajahnya dan bertengkar dengannya pagi ini. Sungguh melelahkan jika melihat pria itu. Gerutu Zelene dalam hatinya.


"Selamat pagi, Nyonya." Sapa butler Kim, sementara pelayan lain sudah pergi dari ruangan tersebut. "Anda terlihat lesu pagi ini, haruskah saya memanggil dr. Su agar memeriksa, Nyonya?" butler Kim memperhatikan wajah lesu Zelene yang kurang tidur semalam, mata Zelene Liang menjadi agak sayu dan wajahnya nampak kelelahan.


"Tidak perlu, aku hanya kurang tidur saja." Sahutnya datar.


"Cough!" butler Kim terbatuk dan wajahnya bersemu merah, bukan apa-apa karena pria berambut perak itu hanya sedang berpikir bahwa semalam mungkin saja pasangan suami-istri itu ....


"Butler Kim, aku semalam tidur di kamar tamu berkat Tuanmu itu."


Setelah berkata demikian pada butler Kim, Zelene duduk pada kursinya dan segera menyantap sarapan yang telah disiapkan untuknya. Ia memotong panekuk madu kesukaannya dan memakannya dengan wajah malas. Padahal, makanan kesukaannya tengah ia kunyah juga matahari di luar sana sudah berdiri menghangatkan semesta, namun suasana hatinya redup bagai senja.


Butler Kim diam saja setelah ucapan yang dilontarkan oleh Zeleneโ€”menghempaskan fantasinya ke jurang. Dia menghela napas dan berkata pada dirinya sendiri di dalam hati, mungkin belum saatnya di rumah ini mendengar tangisan bayi. Sekali lagi, dia menghela napas.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Dua tahun lamanya Tony Huo akhirnya kembali bekerja di kantor pusat Huo Enterprise. Ia baru saja tiba dan langsung menuju ke ruangannya di lantai 8 dan saat ini, Tony Huo bersama Duan Che dan Yun Ruo Xi sedang berada di dalam lift pribadi.


"Tuan, jadwal rapat untuk produk terbaru Huo Jewelry, akan diadakan 15 menit lagi." Terang Duan Che sembari membaca jadwal tersebut dalam tablet PC di tangannya.


Tony Huo mengangguk. "Kita langsung saja ke ruang rapat."


"Tapi, Tuan, ruang rapat sedang dipersiapkan." Ujar Yun Ruo Xi.


"Aku akan ke ruanganku sebentar dan setelahnya menuju ruang rapat. Kalian berdua pergilah ke ruang rapat lebih dulu." Perintah Tony Huo.


Ding! Lift berhenti di lantai 8, Tony Huo mengambil langkah keluar dan menuju ke arah ruangannya, sementara dua bawahannya masih di dalam lift yang akan menuju ruang rapat di lantai 9.


Para karyawan di lantai 8 memberikan salam padanya dan hanya ditanggapi dengan anggukan. Tony Huo sampai di depan pintu kantornya, ia membuka pintu tersebut perlahan dan mengamati ruang kantor dengan gaya yang sangat mirip dengan kantornya di Kanada.


Ia segera mendudukkan dirinya di kursi eksekutifnya, kemudian teringat akan tadi malam saat Zelene Liang keluar dari kamar mereka tanpa mengucap kata apa pun.


"Hah!" Tony Huo menghela napas, tidak seharusnya ia sampai berkata sejauh itu. Zelene Liang sendiri tidak memiliki perasaan padanya, apa haknya untuk menolak orang yang bahkan tidak tertarik padanya?.


"Apa dia bisa tidur semalam?" gumamnya. Tetap saja, meski ia berkata tidak peduli pada Zelene Liang, atau bahkan tidak tertarik sekalipun, ia mengkhawatirkan apakah Zelene bisa tidur nyenyak atau tidak?


Bagaimana mungkin pemikiran seperti itu tidak dinamakan peduli?


"Tidak! Tidak! Jangan memikirkan wanita itu lagi." Tony Huo menggelengkan kepala dan menepis pemikirannya barusan.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


"Kami juga sudah memilih kandidat potensial sebagai model iklan untuk produk terbaru perusahaan." Terang kepala divisi desain. Dia menyerahkan sebuah dokumen kepada Tony Huo.


Pria itu membuka dokumen tersebut dan membeliakan mata ketika melihat nama kandidat dan foto yang tertera di dalam dokumen tersebut. Ialah tidak lain pasangan dalam film Separate Lover yakni, Zelene Liang dan Xie Yu Fan. Dahi Tony Huo berkerut seketika, ia menatap kepala divisi desain dengan penuh pertanyaan.


"Kalian tidak asal-asalan kan dalam memilih duta produk?" tanya Tony Huo, sangsi. Dahinya masih berkerut, bukan karena ia tidak suka jika Zelene Liang menjadi duta produknya, melainkan pria yang akan ikut serta dalam iklan tersebut.


"Pasangan ini sedang hangat, walaupun hubungan mereka hanya sekadar rumor. Akan tetapi, film Separate Lover saat ini sedang berada di puncak box office. Maka dari itu, mereka merupakan pasangan yang tepat menjadi duta perhiasan kali ini." Jelasnya lagi karena Tony Huo telah meragukan penilaiannya dalam memilih duta produk.


Tony Huo sedang berpikir dalam, apakah ia akan membiarkan istrinya kembali berpasangan dengan Xie Yu Fan atau tidak? Hatinya menjadi tidak tenang jika melihat keduanya menjadi dekat.


"Kita tidak harus memakai dua model, bukan? Pakai saja Zelene Liang." Nada hangat keluar dari bibir tipis Tony Huo saat menyebut nama Zelene Liang. Yang tidak disadari oleh orang-orang yang berada di ruang rapat, kecuali Duan Che dan Yun Ruo Xi.


Yun Ruo Xi agak tidak senang mendengar nama Zelene Liang dari bibir Tony Huo. Dia mengepalkan tangannya di bawah meja, dan mengubah raut tidak senangnya dalam beberapa detik.


"Pak CEO, pasangan ini memang sedang populer belakangan dan mereka juga sangat profesional. Saya juga telah banyak mendengar dari rekan-rekan di sini kemarin, dan juga saya sempat menonton cuplikan dari film Seperate Lover. Akting keduanya sebagai kekasih tidak perlu diragukan lagi." Yun Ruo Xi berucap, seakan sedang menyulut api yang terpendam dalam benak Tony Huo.


Sorot mata Tony Huo beralih ke Yun Ruo Xi. "Apakah begitu menurutmu?" tanyanya dengan seringai terlukis di bibir tipisnya.


Yun Ruo Xi menjadi agak getir melihat seringai pria itu. Niatnya ingin melihat Zelene Liang dan Xie Yu Fan menjadi duta produk dan agar Tony Huo juga melihat kemesraan istrinya dengan pria lain. Pasalnya, Yun Ruo Xi sendiri telah membaca berita daring juga video pasangan yang sedang dirumorkan tersebut.


"Itu hanya pendapat saya, Pak CEO." Dia menunduk setelah berucap.


"Presdir Wang dari LC Entertainment sendiri telah menelepon saya pagi tadi. Dia berkata bahwa, Zelene Liang dan Xie Yu Fan menerima tawaran kita dan mereka akan menandatangani kontraknya siang ini. Jadi, kita tidak bisa mengganti atau mengeluarkan Xie Yu Fan tanpa alasan, Pak CEO." Terang kepala divisi desain. Dia tidak tahu mengapa Tony Huo sangat ingin mengganti Xie Yu Fan. Yang bisa dia lakukan adalah meyakinkan pria itu.


Tony Huo menghela napas dan berpikir kembali menggunakan logikanya. Hanya syuting iklan dan tidak akan lama, apalagi mereka berdua sudah dua tahun saling mengenal dan syuting bersama, namun tidak terjadi apa pun kecuali gosip tak beralasan itu. "Lakukan saja. Rapat selesai sampai di sini." Tony Huo bangkit dari kursinya dan meninggalkan ruang rapat diikuti oleh Duan Che.


"Mengapa Pak CEO seperti tidak senang dengan Xie Yu Fan?"


"Mungkin karena mereka sama-sama pria tampan dan Pak CEO tidak ingin ada yang lebih tampan darinya."


"Hentikan bercandamu, aku serius."


"Kita tidak tahu apa yang dipikirkannya. Beliau sudah setuju, kita harus melakukan persiapan untuk syuting."


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Siang itu setelah jam makan siang, Zelene Liang berserta agennya dan ikuti oleh Xie Yu Fan masuk ke gedung Huo Enterprise dalam rangka penandatanganan kontrak juga pengenalan produk baru Huo Jewelry.


๐Ÿ Bersambung๐Ÿ